Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 165


__ADS_3

NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers


Author harap semua para readers dapat memaklumi


Next !!!!!


Sinta pun ingin bergegas meninggalkan Fahri, namun langkah nya terhenti, saat Fahri menahan tangan nya


" Apa yang mas lakukan, lepaskan tangan aku mas, tolong jangan bersikap seperti ini " ucap Sinta yang ingin bergegas pergi


" Tolong tinggal untuk sebentar lagi, mas mohon, jangan tinggalkan mas seperti ini " ucap Fahri dan langsung memeluk Sinta kembali


" Tolong mas jangan hancurkan tekad yang sudah aku buat, jangan buat aku semakin mencintai mas lagi, jangan buat aku sampai rela melakukan apa saja hanya untuk mas, berhenti bersikap seperti ini mas, aku mohon " pinta Sinta yang tidak kuat dengan perlakuan Fahri


Tapi Fahri tidak memperdulikan ucapan Sinta sama sekali, justru Fahri semakin mempererat pelukan nya, tanpa meminta persetujuan, Fahri pun langsung ******* bibir indah Sinta yang sangat menggoda


Spontan Sinta terdiam seperti terhipnotis, ia seakan kehilangan kekuatan dan kesadaran, matanya hampir tidak berkedip, dan bersusah payah untuk menelan air ludah nya


Sinta langsung mendorong Fahri hingga terduduk, lalu pergi berlari meninggalkan Fahri


Air mata Sinta pun mengalir semakin deras, hatinya semakin perih, ingin rasanya ia ingin menyerah di pelukan Fahri, tapi bayangan wajah zahra seakan muncul di kepala nya


" Berhenti menangis Sinta, ingat dia bukan milik mu " ucap Sinta dalam diri, lalu menghapus air mata nya yang masih mengalir deras itu

__ADS_1


Dengan perasaan yang hancur, Sinta melajukan mobil nya sekencang kencang nya, hingga ia hilang kendali dan akhirnya,,," Mas Fahriii..... " teriak Sinta kemudian Dwarrrrrrrr" suara mobil Sinta menabrak truk besar yang tiba tiba mogok di tengah jalan.


Darah kental mengalir dari kepala Sinta, ia kehilangan kesadaran, dengan cepat polisi yang bertugas sebagai penertib lalu lintas, segera membawa Sinta ke rumah sakit


Fahri yang melihat kepergian Sinta, tiba tiba merasa sedih yang luar amat biasa, entah perasaan sedih apa yang tiba tiba di rasakan oleh Fahri, jika hanya karena merasa bersalah karena sudah mencium Sinta, apa harus merasa sesakit dan sesedih ini? Fahri yang merasa semakin tidak mengerti kenapa ia tiba tiba merasa sedih dan sesakit ini, akhirnya ia memutuskan untuk pulang, hati nya seolah memaksa untuk bisa hidup bersama Sinta


Setiba nya di rumah, Fahri melihat zahra yang sedang duduk melamun di sofa ruang tamu mereka, tidak biasanya zahra melakukan itu dan Fahri memutuskan untuk menghampiri istri nya yang malang itu


" Apa yang kamu lakukan disini " tanya Fahri sembari duduk di hadapan zahra


" Aku menunggu mas pulang " jawab zahra


" Buat apa kamu menunggu, mas sudah bilang kalau kamu tidak usah menunggu mas pulang kerja " sambung Fahri kembali


Melihat zahra menangis, Fahri langsung teringat ucapan Sinta untuk tidak melukai wanita yang sudah ia berikan jalan, Fahri pun menghampiri zahra dan duduk di sebelah zahra lalu memeluk nya.


" Kamu jangan menangis, mas tidak ingin lihat kamu bersedih, harus nya kamu senang mas memberikan kehidupan bebas untuk mu seperti waktu kamu tinggal di ( A.S ) dulu, mas tidak pernah bermaksud apa apa, hanya ingin lihat kamu bahagia " ucap Fahri sambil mengelus rambut zahra


Rasanya dulu ia begitu bahagia bisa memeluk zahra, tapi sekarang hati nya seakan menolak, seakan merasa bersalah dengan Sinta, lagi lagi bayangan wajah Sinta begitu jelas melekat di kepalanya, tiba tiba ia merasa rindu yang luar biasa, Fahri merasa seolah Sinta sedang sangat membutuhkan nya.


" Bagaimana bisa aku untuk hidup bahagia, sementara mas membiarkan aku seperti ini, mas menganggap aku seolah tidak ada, apa mas tau bagaimana sakit nya hati ku, dulu mas yang meminta aku untuk hidup mendampingi mas seumur hidup, tapi sekarang kenapa aku merasa seolah mas ingin aku pergi dari hidup mas untuk selama lamanya, kenapa mas, kenapa mas menyakiti ku, kenapa mas sangat jahat kepadaku, apa salah ku mas, katakan " ucap zahra yang semakin terbawa suasana, tangis nya semakin pecah di pelukan Fahri, sudah lama rasanya ia ingin menyampaikan isi hatinya, namun Fahri selalu mencoba untuk menghindar darinya


" Yang lalu biarlah berlalu, mas minta maaf sudah membuat kamu merasa seperti ini, mas janji tidak akan mengacuhkan kamu lagi, sekarang pergi istrahat, ini sudah laru malam, tibak baik untuk kesehatan kamu " jawab Fahri yang ingin mencoba memperbaiki hungungan nya dengam zahra

__ADS_1


" Mas janji " tanya zahra untuk memastikan kembali


" Iya kamu tidak usah kwatir " jawab Fahri kembali


Setelah itu Fahri membersihkan diri di kamar mandi nya, sedari tadi hati nya gelisah, pikiran nya hanya tertuju untuk Sinta seorang


Fahri yang sudah selesai dan kini sudah menggunakan piyama tidur nya bergegas ingin tidur, lagi lagi ucapan Sinta selalu terngiang di telinga nya, ia mencoba mendekati zahra dan ingin melakulan kewajiban nya


zahra yang menunggu sikap Fahri seperti ini, spontan langsung memberikan balasan, ia ikuti cara Fahri bermain sampai benar benar membuat ia tinggi


Di saat Fahri yang akan hendak bertugas, tiba tiba wajah zahra berubah menjadi wajah Sinta, benar benar membuat Fahri terkejut kebingungan dan segera menghentikan niat nya


" SINTA " ucap Fahri yang tidak sengaja ia ucapkan yang masih berada di atas tubuh zahra


Spontan zahra mendorong keras tubuh Fahri, bagaimana bisa lelaki yang ingin bercinta dengan nya sanggup untuk memikirkan wanita lain


zahra pun menangis, seolah ia tidak bisa terima dan membayangkan Fahri yang sudah berselingkuh


Fahri langsung tersadar ketika mendengar tangisan zahra, pikiran nya benar benar kacau, ia bingung apa yang harus ia lakukan, dengan berat hati ia mencoba untuk membujuk zahra agar berhenti untuk menangis


" Maaf in mas, sungguh mas tidak sengaja, mas tidak bermaksud begini, mas juga tidak tau kenapa ini bisa terjadi, tolong kamu berhenti menangis, sungguh mas tidak sengaja " ucap Fahri lembut yang berusaha ingin berdamai dengan zahra


" Apa yang mas inginkan, mas sungguh sangat menyakiti hati ku, mas sanggup memikirkan wanita lain ketika sedang berada di atas tubuh ku, siapa wanita itu mas? siapa? " jawab zahra yang sudah tidak bisa menahan diri, tangis nya semakin jadi, melihat Fahri yang hanya duduk pasrah menyandarkan diri

__ADS_1


__ADS_2