
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Selesai mengantar Rasya dan Rini ke rumah, Iren kembali ke kantor Sigit untuk mengantar bekal siang.
semakin dewasa Iren justru semakin terlihat cantik dan semakin menarik perhatian, membuat Sigit semakin was was untuk wanita cantik nya itu
Seperti biasa, setiap Iren berkunjung ke kantor Sigit, semua mata akan selalu tertuju untuk nya, bukan karna di benci, melainkan setiap mata yang memandang akan merasa terpana dan menggagumi kecantikan Iren, di tambah Sifat Iren yang ramah, membuat semua karyawan Sigit merasa nyaman untuk menyapa dan mengobrol dengan Iren
__ADS_1
" Assalamualaikum sayang" sapa Iren ketika memasuki ruangan Sigit, namun spontan mata Iren terbelalak melihat ruangan Sigit yang kosong
tiba tiba Sigit pun langsung memeluk tubuh Iren dari belakang, yang sedari tadi sudah menyembunyikan dirinya di balik pintu
" Walaikumsalam sayang" ucap Sigit yang sedang memanjakan diri di pelukan Iren
" Ya ampun sayang,,,mas bikin Iren kaget aja,,kalau Iren jantungan gimana " jawab Iren manja yang merasa senang dengan perlakuan Sigit
" Ya udah sini Iren isi lagi stamina nya " ucap Iren sambil mengecup mesra bibir Sigit membuat Sigit merasa senang seperti melayang, hal hal romantis kecil yang di lakukan oleh Iren sungguh sangat membuat Sigit bersemangat, senyum indah dari bibir Sigit pun tidak lepas setelah mendapat buaian dari Iren
Setelah cukup merasa puas bermanja dengan Iren, Sigit pun menyantap makan siang yang di bawa oleh Iren, seperti biasa Iren akan selalu menyuapi Sigit, entah kenapa selera makan Sigit akan semakin bertambah ketika tangan Iren menyuapi dirinya.
__ADS_1
" Mas,,Iren gak tega lihat Sinta sekarang" ucap Iren yang ingin curhat masalah Sinta dengan Sigit.
" Sinta kenapa sayang, apa ada masalah," tanya Sigit yang ingin mendengar curhat wanita yang paling ia cinta itu, Sigit dan Iren memang sudah terbiasa untuk selalu terbuka, dan curhat tentang semua masalah yang mereka hadapi
" Dia harus patah hati mas, melihat Kak Fahri nikah dengan Kak Zahra, sementara dia sudah mendam perasaan cinta untuk kak Fahri selama 5 tahun, mas bisa bayangin sendiri gimana terluka nya hati dia sekarang, Iren benar benar gak tega lihat nya " sambung Iren kembali melanjut kan cerita nya
" Kamu serius sayang, Sinta kok gak pernah nyatain perasaan nya, kalau begini kita gak bisa berbuat apa apa lagi kan, dan mas bisa ngerti perasaan Sinta sekarang " jawab Sigit yang juga merasa simpati ke Sinta
" Gak mungkin Sinta yang harus nyatain cinta nya mas, dasar kak Fahri juga aneh masak dia gak bisa rasain apa apa, kalau begini juga gak tau kita harus ngapain, mudah mudah han kak Fahri bisa bahagia dengan kak Zahra dan Sinta juga secepat nya bisa menemukan laki laki lain yang bisa menerima dan mencintai dirinya " jawab Iren kembali
Setelah cukup lama cerita sambil menyantap makan siang nya, Iren harus segera kembali ke kantor nya menemui Sinta, ada pertemuan mendadak yang harus segera ia selesaikan dan tidak bisa di wakilkan, Sigit pun selalu mendukung pekerjaan Iren, apa pun yang membuat Iren bahagia, Sigit akan menjadi orang pertama yang selalu mendukung nya.
__ADS_1