Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 121


__ADS_3

NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers


Author harap semua para readers dapat memaklumi


Next !!!!!


Iren kembali menghubungi Sigit dan usaha nya pun tidak sia sia


"Hallo Assalamualaikum mas" Ucap Iren membuka pembicaraan


"Walaikumsalam" jawab Sigit singkat


"Mas Iren udah selesai kuliah cuman Iren gak bisa ngubungin pak Agus mas bisa gak jemput Iren" Ucap Iren membujuk Sigit


"Mas masih sibuk kamu pulang sendiri aja ya naik taxi atau apa lah itu kamu harus belajar mandiri kalau seperti ini kamu mau susahin siapa gak ada kan" Ucap Sigit tegas dan benar benar melukai hati Iren, ini pertama kali bagi nya mendengar Sigit yang memojokkan dirinya.

__ADS_1


Sigit yang sedang memantau Iren tidak tega rasanya harus berkata kasar kepada wanita nya itu


Sigit sengaja menyamar jadi supir taxi untuk memperlengkap kejutan istri tercinta nya itu


Setelah mematikan telfon Sigit sengaja lewat dan menawarkan jasa kepada Iren.


tanpa memikir panjang Iren pun langsung memasuki taxi dan menyebutkan alamat nya kepada Sigit yang menyamar jadi supir taxi itu


Iren masih terngiang dengan ucapan Sinta dan Sigit yang sudah berhasil melukai hatinya ia masih berfikir apa kesalahan yang sudah ia perbuat sehingga ia harus menerima hinaan seperti ini


Selangkah lagi semua rencana yang sudah ia persiapkan akan berhasil ia akan mengganti semua kesedihan yang sudah ia berikan dengan kebahagian.


Iren semakin merasa panik melihat Taxi yang ia tumpangi melaju tidak sesuai dengan alamat yang ia berikan


Iren mencoba bertanya namun dengan cepat Sigit mengeluarkan pisau tajam untuk menakuti Iren

__ADS_1


Sigit tidak tega jika harus buka suara bisa bisa penyamaran nya bisa di kenali oleh Iren, mengancam Iren adalah jalan satu satu nya yang bisa ia lakukan


Iren semakin menangis histeris ia tidak menyangka hidup nya akan benar benar hancur ia tidak bisa membayangkan jika harus menyusul alm kakak nya


Iren menjerit memanggil nama Sigit meminta tolong


Namun percuma rasanya Sigit tidak akan bisa mendengar jeritan nya


Tanpa di sadari Air mata Sigit berhasil keluar dari mata nya, tidak tahan rasanya mendengar Iren yang menjerit memanggil namanya untuk meminta pertolongan


Ia kini semakin mengerti bahwa Iren benar benar sangat mencintai dan membutuhkan dirinya


"Tolong lepasin saya jangan sakiti saya, kamu mau minta apa saja pasti saya kasih biarin saya pergi kasihan anak anak saya sudah menunggu di rumah saya minta tolong kasihani saya" Ucap Iren memohon belaskasihan kepada Sigit dalam situasi seperti ini saja Iren hanya memikirkan anak anak nya membuat Sigit semakin kagum dan semakin mencintai wanita nya itu


" Kamu hanya perlu duduk tenang kalau kamu bisa mengikuti perintah saya. saya janji tidak akan menyakiti kamu tapi jika kamu terus bersikap seperti ini jangan salahin saya jika kamu tidak bisa melihat anak anak kamu lagi" Ucap Sigit buka suara untuk menenangkan Iren

__ADS_1


Iren yang sudah merasa sangat panik tidak bisa mengenal suara Sigit yang ia ubah sedikit itu dan akhirnya Iren hanya bisa mengikuti perintah Sigit untuk berhenti menangis dan menjerit.


__ADS_2