
Sigit begitu terpana melihat keindahan milik Iren, ingin rasanya ia menyentuh nya, namun segera ia buang hasrat nya ia takut akan menyakiti hati Iren
"Ya udah kamu tidur ya sayang, ini udah pukul 03.00 jangan sampe kamu gak tidur nanti kamu sakit"
"Iya mas,, maksih ya, mas juga lanjut tidur nya maff gara gara Iren tidur mas jadi terganggu"
"Gak papa kok sayang, justru mas senang, kamu terbuka sama mas, dan mas gak pernah merasa terganggu karena kamu, justru ini yang mas inginkan"
Mereka pun kembali melanjutkan tidur dengan nyenyak dan tidak lupa Sigit memeluk tubuh istri nya dari belakang.
*Di kediaman orang tua Iren*
Hari ini pak Bambang dan mama Ratna ingin memberikan kejutan kepada putri tersayang nya, mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan untuk mengunjungi Iren ke singapure, sudah 7 bulan sejak kepergian Iren mereka sama sekali belum melihat putri nya karna sibuk ngurus bisnis milik pak Bambang.
"Mama gak sabar buat ketemu Iren pa, mama sangat merindukan mereka,selama ini hanya bisa vidio call jadi mama gak puas" ucap Mama Ratna yang lagi berkemas barang bawaan mereka
__ADS_1
"Iya ma ,papa juga gk sabar jumpa putri kesayangan papa apalagi jumpa sama cucu cucu kita, udah sebesar apa ya mereka sekarang"
"yang pasti mereka masih jadi baby yang menggemaskan pa, mama yakin Iren pasti mengurus dengan baik"
"Papa masih berasa bersalah dengan Iren ma, kita sudah mengubur cita cita nya,"
"Iya mama bisa ngerti kok pa, kalau soal itu nanti coba kita bahas lagi dengan Iren dan Sigit siapa tau Iren masih mau melanjutkan pendidikan nya"
"Mudah mudahan aja ya ma"
Iren sudah bangun dari tidur nyenyak nya, ia membantu bik Ani menyiapkan serapan untuk mereka, setelah selesai mengurus semua nya, Iren kembali ke kamar untuk membangun kan Sigit suami nya
Ia melihat Sigit masih tertidur dengan pulas, ada kebahagian sendiri di hati Iren yang tidak dapat ia jelaskan, ia jugaa melihat baby kembar nya masih tidur dengan tenang, membuat nya ada waktu untuk mermbersihkan dirinya, setelah ia selesai berkemas ia segera membangun kan Sigit,ia tidak mau Suami nya harus telat kerja karna tidak membangunkannya
"Mass,,,bangun mas,,udah siang lo,,mas gak kerja"
__ADS_1
"Hmmm,,,bentar lagi sayang,,mas masih ngantuk,,"
"Udah gak bisa mass,, nanti mas kesiangan,, ayokk,,bangun" Ucap Iren sambil menarik tangan Sigit agar bangkit dari kasur nya
Sigit mempunyai kesempatan untuk bermanja dengan Iren, mau ia terlambat atau tidak masu kerja sekalipun tidak ada yang bisa memarahi nya, bagaimana bisa ia kena marah dia adalah bos pemilik perusahaan nya tersebut.
"Aduhh sayang, mata mas kelilipan, coba tiupin dulu" ucap Sigit yang ingin mengerjai Iren
Dengan polos nya Iren melihat dan ingin meniup mata suami nya
baru ia mau membungkuk Sigit langsung menarik nya ke pelukan nya, dan menutup tubuh mereka dengan selimut
"Aduhh Mas,, mas ngapain sihh" Ucap Iren merasa terkejut dengan perlakuan suami nya
"Husstttt,,Sebentar aja sayang,,mas harus biasain meluk tubuh kamu sebelum dan bangun tidur, tolong jangan larang mas," Ucap Sigit sambil memeluk dan mencium kening Iren
__ADS_1
Iren hanya bisa pasrah dengan suami nya mau menolak pun ia tidak bisa tubuh nya yang kecil tidak kuat menolak tubuh Sigit yang kekar