
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Dengan perasaan putus asa Sigit langsung menyusul Iren
Fahri yang melihat keadaan Sigit seakan bisa mengerti hal buruk apa yang sedang terjadi dengan sahabat nya itu
" Sayang kamu udah bangun " tanya Sigit ketika melihat Iren perlahan membuka mata
__ADS_1
Spontan membuat Fahri,Putri dan Sinta merasa lega melihat Iren yang sudah menyadarkan diri
" Iren ada diamana mas " Tanya Iren yang tidak mengingat sama sekali kejadian yang menimpa dirinya
" Kamu ada di rumah sakit sayang kata dokter kamu kecapean jadi kamu harus banyak banyak istrahat " Ucap Sigit berbohong ia tidak ingin Iren mengetahui dirinya baru saja keguguran
Fahri, Putri dan Sinta merasa kurang setuju dengan niat Sigit bagaimana pun Iren harus tau kejadian sebenar nya, sementara Sigit tidak siap harus melihat wanita yang paling ia cintai harus bersedih kehilangan calon baby nya.
" Maafin mas sayang Mas belum bisa jadi suami yang baik untuk kamu" jawab Sigit sambil meneteskan air mata yang sedari tadi sudah ia tahan
" Maksud mas apa Iren gak ngerti " semakin membuat Iren penasaran apa yang terjadi dengan dirinya
__ADS_1
" Kita baru kehilangan calon baby kita sayang maafin mas gak bisa jaga kamu dengan baik hikss...hiksss..hiksss " jawab Sigit dengan tangis yang semakin pecah
Spontan jantung Iren terasa ngilu rasa sakit yang di rasa semakin bertambah ketika mendengar kepergian calon buah hati nya
" Apa..Mas gak bohong kan gak mungkin mas..kenapa ini terjadi apa salah Iren mas kenapa Iren harus kehilangan calon anak Iren yang belum sempat Iren ketahui hikss...hiksss...hiksss.." jawab Iren dengan tangisan yang pecah sehingga Sigit hampir tidak bisa menenangkan wanita nya itu
Dengan sekuat tenaga Sigit berusaha memeluk dan menenangkan Iren yang di takuti Sigit pun terjadi ketika Iren harus mengetahui yang sebenar nya terjadi
" Kamu yang tenang ya sayang kamu yang sabar Allah lebih sayang dengan anak kita pasti dia sangat bahagia di surga semua ini sudah di atur oleh Allah jadi kita gak boleh menyalahkan diri Mas akan selalu setia dan menyanyangi kamu dan mas gak mau kamu kenapa napa kasihan si kembar jika kamu begini sayang mas mohon kuat kan hati kamu dan ikhlaskan calon anak kita pergi" jawab Sigit lembut sembari mengelus rambut Iren yang sudah terlihat sangat berantakan
" Iren belum pantas disebut ibu mas, bagaiman bisa Iren tidak tau ada janin di perut Iren andai saja Iren tau kita gak akan kehilangan anak kita mas maafin Iren yang gak bisa kasih mas apa apa maafin Iren tidak bisa menjaga calon anak kita mas Iren sangat menyesal hikss..hikss..hikss" jawab Iren yang semakin menyalahkan diri bagaimana pun ia sangat merasa terpukul tidak mengetahui sudah ada janin di dalam rahim nya
__ADS_1
" Kamu gak salah sayang kamu sudah jadi wanita sempurna bagi mas kamu adalah hidup mas kamu dunia mas kamu matahari buat mas dan kamu sudah jadi segala galanya buat mas dan kamu adalah wanita terhebat sekaligus ibu dan istri yang sangat luar biasa untuk mas jadi mos mohon jangan pernah nyalahin diri kamu bagaimana pun mas akan selalu mencintai kamu" jawab Sigit dengan penuh perasaan membuat Iren sedikit merasa tenang mendengar kata kata indah dari laki laki yang sangat mencintai dirinya itu..