Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 23


__ADS_3

Iren segera meninggalkan Andi yang hanya meratapi kesedihan nya, dia tidak menyangkan kekasih yang aman sangat ia cintai akan menjadi milik orang lain.


Sigit segera menyusul Iren yang berlari keluar, Sigit menarik tangan Iren dan membawa Iren kedalam pelukan nya, entah kenapa Iren merasa nyaman dan tenang dalam pelukan Sigit, Iren seakan menumpahkan semua sedih nya di dada bidang milik Sigit.


" Aku sudah siap kak, aku akan bersedia menjadi istri kakak dan ibu dari anak anak kakak, Aku berjanji akan menjadi istri dan ibu yang baik buat kakak" ucap Iren yang membuat hati Sigit sedikit luluh.


" Kamu tenang saja, aku gak akan membuat kamu menderita, aku mengerti perasaan kamu sekarang, sekarang ayok kita pulang, yang penting semua sudah jelas, dan kamu bisa melanjutkan hidup kamu dengan bahagia." jawab Sigit, yang mencoba untuk menenangkan hati Iren, lalu membawa Iren, ke parkiran tempat ia memarkirkan mobil nya


" Kita kemana kak" tanya Iren penasaran


" Kita ambil mobil dulu, kakak sudah sewa mobil dari hotel" jawab Sigit dan Iren hanya bisa pasrah mengikuti abg ipar nya itu


Sigit tidak membiarkan Iren duduk di belakang, Sigit membuka kan pintu depan dan mempersilah kan Iren duduk.

__ADS_1


Sigit belum lah mencintai Iren, hanya saja dia merasa iba atas apa yang sedang menimpa Iren


Sebelum pulang ke hotel, Sigit mengajak Iren buat makan siang, Karna setau Sigit Iren belum ada makan sebutir nasi pun sejak tadi malam.


" Kita makan dulu ya, kakak tau tempat makanan yang paling enak disini " ucap Sigit, Iren pun hanya mengangguk menyetujui calon suami nya tersebut


Sigit dan Iren tiba di salah satu restauran yang cukup terkenal di kota itu, restauran nya memang ramai pengunjung karna makanan yang di hidangkan sungguh sangat menggoda selera


seorang pelayan menghampiri Sigit dan Iren lalu memberikan sebuah menu khas restauran itu.


"saya pesan menu terfavorit dari restauran ini 2, serta minuman yang paling enak juga 2" ucap Sigit kepada pelayan restaurant itu


"Baik pak, sabar menunggu ya pak" jawab pelayan restauran itu dengan ramah

__ADS_1


Pelayan itu pun segera pergi dan mempersiapkan hidangan buat Sigit dan Iren.


Sembari menunggu makanan, Sigit hanya sibuk memeriksa telfon genggam milik nya.


Sigit sangat merindukan Alm Istri nya, untuk mengobati kerinduan nya Sigit hanya bisa melihat foto kenangan bersama istrinya.


Makanan pun siap di hidangkan, Sigit dan Iren menyantap makanan bagai kurang nafsu, namun harus tetap di paksa karna perjalanan mereka akan masih sangat panjang dan membutuhkan banyak tenaga


Sigit dan Iren selesai makan dan pergi meninggalkan restaurant, selama di perjalanan menuju hotel hanya suara radio dari mobil yang terdengar, sengaja Sigit hidupkan agar suasana tidak terlalu hening dan kaku


Tiba di hotel tanpa basa basi Iren langsung meninggalkan Sigit menuju kamar nya


Sigit hanya bisa memaklumi sikap Iren sekarang, Sigit juga tidak mempersalahkan sikap cuek Iren terhadap dirinya, baginya semua biasa saja, dan Sigit hanya menganggap Iren sebatas adik ipar nya, bukan calon istrinya.

__ADS_1


di dalam kamar Iren sudah memantap kan hati nya, dia akan menjadi istri dan ibu yang bertanggung jawab buat ke dua keponakan nya


Iren segera mengemas semua barang miliknya, dia memutuskan untuk segera pulang ke jakarta secepatnya, dan mengadakan pernikahan sesuai ke inginan orang tua nya


__ADS_2