Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku

Takdirku Turun Ranjang Dengan Suami Kakak Ku
BAB 147


__ADS_3

NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers


Author harap semua para readers dapat memaklumi


Next !!!!!


Sinta merasa gak percaya mendengar jawaban Iren, bagaimana bisa Iren bersikap formal dengan Andi sebagai mantan nya, seolah mereka baru pertama kali bertemu.


" Lo serius dia mantan lo, hidup lo kok enak banget sih Ren, punya mantan dan suami tampan tampan semua, belum lagi laki laki yang naksir dan mau dekatin lo, semua tampan tampan, gue iri tau " jawab Sinta yang ingin menggoda Iren

__ADS_1


" Lo juga cantik kok, hanya saja mata dan perasaan lo hanya untuk kak Fahri, jadi lo nutup mata untuk laki laki tampan yang naksir dengan lo " jawab Iren jujur, karna sinta tidak pernah mersepon laki laki yang berniat ingin mendekati dirinya


" Gue minta tolong jangan pernah sebut nama dia lagi, hati gue sakit banget dengar nama kak Fahri sekarang" jawab Sinta dengan wajah yang merengut


" Upsss,,,sorry gue gak niat kok buat ngungkit perasaan lo yang lagi terluka, lo harus cepat move on, dan coba buka hati untuk laki laki yang ingin dekatin lo, gue juga pengen kali lihat sahabat gue bahagia duduk di pelaminan " jawab Iren sambil memeluk Sinta yang masih terlihat terluka itu


" Kayak nya gue bakalan jadi perawan tua deh, gue sama sekali udah gak mood buat buka hati, bagus gue sendiri aja seperti ini, hidup gue selalu ribet berurusan dengan laki laki, bosan gue sakit hati mulu, hati gue udah mati rasa, ini waktu nya gue nikmati hidup, bahagia dengan cara gue sendiri, tanpa laki laki, tanpa cinta, pasti nya tanpa sakit hati " jawab Sinta semangat yang ingin melanjutkan hidup nya sendiri, ia tidak ingin membuka hati terlalu cepat, dan memilih untuk menikmati hidup dengan cara diri sendiri


Akhirnya Iren dan Sinta memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing, dan setiba nya di rumah Iren selalu menjalan kan tugas nya sebagai ibu rumah tangga yang baik, ia selalu menyempatkan waktu untuk bermain dan belajar bersama dengan Rasya dan Rini, hanya saja kesibukan nya yang padat membuat ia tidak bisa untuk membantu bik Ani di dapur.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, Sigit pun tiba di rumah dengan wajah lesu nya, sekarang ia harus mengerjakan semua pekerjaan sendiri, karna Fahri yang sedang pergi bulan madu, ia tidak ingin mengganggu kebahagian sahabat nya itu


" Papaaaaa,,,,," ucap Rasya dan Rini yang langsung berlari menghampiri Sigit, spontan membuat rasa lelah Sigit hilang melihat Iren, Rasya dan Rini menyambut dirinya dengan hangat dan perasaan bahagia


" Papa kok pulang nya lama kasihan mama dari tadi kwatir nungguin papa " ucap Rini membuat Iren tersipu malu dengan tatapan menggoda dari Sigit


" Masak sihh,, emang mama kalian ngomong apa, kok papa gak tau" jawab sigit kembali semakin membuat Iren tersipu malu, karna Rasya dan Rini akan selalu membocorkan perckapan nya dengan Iren jika itu menyangkut dengan Sigit


" Tadi mama bilang no papa gak bisa di hubungi, mama kwatir papa telat pulang, dan mama juga bilang kalau mama merindukan papa hihihi" ucap Rasya yang sangat bijak itu membuat Iren harus lebih hati hati untuk tidak selalu membahas Sigit kepada mereka

__ADS_1


" Anak anak papa memang paling pintar, Rini sayang bilangin ke mama ya kalau papa juga sangat merindukan mama dan papa minta maaf sudah membuat mama kwatir " ucap Sigit yang ingin menggoda Iren dengan polos nya Rini pun menyampaikan perkatan Sigit untuk Iren yang lagi sedang bersama mereka


Melihat Iren yang tersipu malu sungguh sangat membuat Sigit merasa gemas, ingin rasanya cepat cepat untuk memangsa Iren, perasaan cinta dan bahagia mereka pun sangat jelas dan bisa di rasakan oleh setiap orang yang hidup bersama dengan mereka, sungguh perasaan bucin sangat indah jika dengan orang yang tepat.


__ADS_2