
Dua bulan di rawat di rumah sakit, dokter pun mengijinkan Sinta untuk pulang, tidak ada rasa bahagia di wajah nya, sejak mengetahui dirinya lumpuh, kini ia berubah menjadi gadis yang pendiam.
Iren, Sigit dan Fahri tentu bisa mengerti dengan Sikap Sinta, mereka hanya bisa menunggu Sinta untuk kembali ceria seperti dahulu, sejak kejadian itu juga zahra sama sekali tidak pernah ada kabar, ia juga tidak bisa untuk di hubungi, entah kemana kaki yang sudah ia langkahkan.
Usia kandungan Iren pun sudah 12 minggu, Iren benar benar memberhentikan semua kegiatan nya, ia tidak ingin terjadi apa apa dengan calon buah hatinya dan Sigit, ia hanya menghabiskan waktu istrahat dan bermain dengan si kembar yang semakin hari tumbuh pintar, dan juga sesekali pergi menjenguk Sinta sahabat nya yang malang itu
Fahri pun membawa Sinta ke apartemen nya, Iren sudah meminta ia untuk tinggal bersama, namun Sinta tidak ingin merasa di kasihani karena keadaan nya, dengan terpaksa mereka pun menuruti keinginan Sinta.
" Kamu boleh pergi mas, tolong tinggalkan aku sendiri " ucap Sinta ketika sudah berada di apartemen nya
" Mas tidak bisa ninggalin kamu sendiri disini, kalau ada terjadi apa apa dengan kamu bagaimana ? bantah Fahri yang tidak setuju dengan permintaan Sinta
" Aku benci seperti ini, aku benci di kasihani, pergi!!!, aku tidak ingin melihat mas disini, aku cacat, aku lumpuh, aku benci " ucap Sinta, yang kembali menangis dan teriak histeris, Fahri benar benar sangat merasa iba dengan kondisi Sinta seperti ini, perlahan ia mendekat, dan mencoba untuk memeluk Sinta.
" Tolong jangan bersikap seperti ini, mas tidak sanggup melihat kamu yang selalu menangis, kami semua peduli dan sangat menyanyangi kamu Sinta, tolong kembali ceria seperti dulu, Sinta yang semangat, dan selalu tersenyum, Mas sangat rindu melihat kamu tersenyum, mas sangat ingin melihat kamu bahagia, tolong senyum sekali saja untuk mas" ucap Fahri yang sudah berhasil memeluk Sinta, dan mencoba untuk menenangkan Sinta
Perlahan Sinta pun berhenti menangis, dan menghapus air mata nya, Fahri yang dengan sabar selalu menenangkan nya, berhasil membuat Sinta hingga tertidur.
Sementara Sigit dan Iren berusaha mencari dokter tulang terbaik untuk Sinta, begitu besar mereka menyanyangi sahabat nya itu, sampai apa pun akan mereka lakukan, untuk mengembalikan bahagia dalam hidup Sinta.
" Bagaimana sayang, apa ada respon dari rumah sakit nya " tanya Iren dimana Sigit yang lagi berusaha mencari dokter terbaik spesialis tulang dari Amerika Serikat.
" Belum ada sayang, kita tunggu saja, mudah mudahan mereka bisa cepat merespon nya, hanya rumah sakit ini yang memiliki dokter tulang terbaik dan peralatan nya juga canggih, semoga saja ada jalan untuk Sinta bisa sembuh dan kembali ceria seperti dulu, mas tidak tega melihat dia seperti itu, apalagi Fahri, dia benar benar terpukul dengan semua kejadian yang sudah menimpa nya." jawab Sigit, sembari Fokus di depan laptop nya
__ADS_1
" Iya sayang, Iren juga merasa begitu, kak Fahri yang dulu nya periang, kini menjadi laki laki yang serius, Iren sangat rindu suasana seperti dulu, melihat mas dan Kak Fahri yang selalu bercanda dan tertawa bersama tapi sekarang Iren tidak bisa melihat kebahagiaan itu lagi " ucap Iren yang benar benar merasa semua telah berubah.
" Semua akan ada masa nya untuk berubah , sekarang tergantung dengan kita bagaimana menghadapi nya, jadi sekarang kamu gak usah terlalu banyak berfikir yang membuat hati kamu sedih, Mas tidak ingin terjadi apa apa dengan kamu dan calon buah hati kita " jawab Sigit yang sudah menutup laptop nya, lalu menghampiri Iren yang sudah berbaring di ranjang mereka.
" Sayang susu nya kok belum di minum " tanya Sigit kembali ketika melihat susu hamil Iren yang masih utuh di gelas nya
" Iren lagi gak ingin minum susu rasa coklat, mau nya rasa strawbery " ucap Iren manja, sejak kehamilan nya membuat ia semakin manja dengan Sigit
" Ya sudah, mas ke dapur dulu ya, biar mas buatin susu baru rasa strawbery untuk ibu hamil yang manja ini " ucap Sigit lalu pergi menuju dapur, Sigit benar benar selalu siaga, ia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama.
" Susu rasa strawbery nya datang " ucap Sigit yang sudah kembali dari dapur dan membawakan segelas susu untuk ibu hamil itu
Iren pun langsung bangkit tari tempat tidur nya, lalu meminum susu buatan suami tersayang nya.
" Enak " tanya Sigit, yang begitu bahagia melihat Iren langsung menghabiskan susu buatan nya
" Kamu kok makin gemesh sih sayang, bisa bisa Rini kalah sama kamu " sambung Sigit kembali yang bisa melihat Iren semakin gemuk dan membuat nya sangat gemesh
" Mas sih selalu paksa Iren makan banyak, nanti nurunin berat badan nya susah, bisa bisa mas gak cinta lagi" sambung Iren kembali, dan Sigit pun langsung memeluk nya
" Justru mas senang kalau kamu gemuk, jadi tidak ada laki laki lain yang akan melihat kamu " jawab Sigit sambil mencium pipi Iren yang sudah mulai terlihat chubi itu.
lalu mereka pun memutuskan untuk istrahat, Sigit akan selalu melakukan kegiatan baru nya sebelum tidur, ia akan selalu mengelus elus perut Iren dengan lembut sampai Iren tertidur nyenyak, sungguh Iren sangat merasa istimewa sejak kehamilannya, semua seakan sangat memanjakan nya.
__ADS_1
Sementara Fahri tengah sibuk memijat kaki Sinta sebagai terapi, ia mencoba memakai minyak China yang cukup terkenal di kota itu, Fahri sungguh lelaki yang baik, hanya saja ia tidak beruntung dengan kisah cinta nya
" Apa yang mas lakukan " tanya sinta yang terbangun dari tidur nya
" Mas hanya mengoleskan minyak terapi di kaki kamu, mas berharap kamu bisa cepat sembuh, agar mas bisa melihat kamu tersenyum kembali " jawab Fahri yang benar benar tulus untuk merawat Sinta
" Mas tidak perlu melakukan ini, kenapa mas mas masih disini, istri mas sudah menunggu, dia pasti sangat menghawatirkan mas " ucap Sinta yang belum mengetahui sama sekali tentang zahra.
Iren, Sigit dan Fahri sengaja merahasiakan nya, mereka tidak ingin membuat Sinta merasa bersalah, dan semakin tidak menerima keadaan nya.
" Dia mengijinkan Mas untuk menjaga kamu, dia bisa mengerti, jadi kamu gak usah takut, dia gak akan marah, dia juga berharap kamu bisa cepat sembuh, dan mengikhlaskan suami nya untuk menjaga kamu, jadi kamu harus membalas kebaikan nya dengan cara kamu harus semangat dan berjuang untuk sembuh " ucap Fahri kecoplosan, kata kata nya sangat mudah untuk di mengerti, Sinta wanita cerdas tentu bisa langsung mengerti apa yang sudah terjadi
" Kenapa kamu lakukan itu mas, kamu tau kalau aku tidak ingin menjadi benalu dalam rumah tangga kalian, kenapa kamu biarkan itu terjadi dan kenapa kamu biarkan dia pergi, kamu semakin memperburuk diriku, aku tidak pernah menginginkan itu terjardi, lebih baik aku mati jika aku menjadi alasan untuk mas dan zahra berpisah " ucap Sinta yang merasa bersalah, ia sama sekali tidak menginginkan Fahri dan zahra berpisah, ia semakin membenci dirinya, dan ingin mengakhiri hidup nya.
" Bukan kamu alasan kami berpisah, kamu jangan menyalahkan diri begini, kamu tau kalau mas sangat mencintai kamu, jadi tolong berhenti menyakiti diri kamu, mas mohon menikah lah dengan mas " ucap Fahri spontan membuat Sinta terdiam karena merasa terkejut, ia tidak tau harus berkata apa, air mata nya pun terus mengalir di wajah pucat nya itu
Dear readers
Mohon jangan lupa untuk bantu like dan Vote nya serta jangan lupa untuk memberi rating agar aku bisa lebih semangat untuk up.
jangan lupa tinggal kan pendapat kalian apa yang akan terjadi selanjut nya
aku menyanyangi kalian !!!!
__ADS_1
Ohh Ia, Sembari menunggu kalian juga bisa baca novel baru aku You're my savior.
Aku tunggu !!!!