
Tasya sungguh tidak kuasa mengungkap kebenaran Andi kepada Iren, ia takut akan melukai perasaan Iren dan menghancurkan hidup nya.
" Bagaimana pun aku harus memberi tau Iren, aku gak mau dia tersiksa semakin lama, menunggu orang yang udah jelas jelas membuang dia, tapi bagaiman caranya, aku takut iren tidak bisa menerima kenyataan pahit ini, bagaimana ini tuhan apa yang harus aku lakukan." ucap Tasya yang sangat merasa kebinggungan dan memikirkan cara untuk segera memberi tahu Iren
" Kakak kenapa mondar mandir seperti orang kebingungan " tanya iren yang melihat kakaknya seperti orang kebingungan.
" Gak pa pa sayang kakak hanya gerogi gak lama lagi kakak akan melahirkan kakak takut terjadi apa apa sama kakak" ucap Tasya membohongi Iren
" Kakak sadar gak sih apa yang kakak ucapkan, Iren gak suka kakak ngomong seperti itu, Iren yakin kakak dan dedek bayi kembar akan baik baik saja, kakak jangan buat Iren takut dong kak" ucap Iren yang tidak suka melihat Tasya merasa ketakutan
Spontan saja Kata menyeramkan itu keluar dari mulut Tasya yang tidak ada ia rencanakan sama sekali
" Kakak boleh gak minta tolong sama adk kakak yang cantik bak bidadari ini" ucap Tasya yang selalu memuji kecantikan Iren
__ADS_1
"Apa sih yang pernah Iren tolak untuk kakak Iren yang cantik dan yang montok ini" ucap Iren yang ingin menggoda Tasya spontan mereka langsung tertawa bahagia
"4 hari lagi mas sigit akan datang, mungkin kakak gak bisa jemput dia ke Bandara, kasian kalo gk ada yang jemput dia, kamu mau kan gantiin kakak jemput dia ke bandara" pinta Tasya ke Iren
"Itu mah kecil serahkan semua dengan Iren, Asal kakak jangan minta Iren buat gantiin kakak untuk Kak Sigit" ucap Iren yang berniat untuk bercanda, tanpa mengharapkan apa pun
" Kalau yang gantiin perempuan cantik seperti kamu gak pa pa kok Kakak ikhlas" jawab Tasya kembali seolah merespon bahagia ucapan Iren yang hanya ingin bercanda, candaan mereka sama sekali tidak bisa di artikan dan tidak ada yang menyadari apa yang sudah mereka ucapakan
"Mama macam gak pernah muda saja, nanti juga kalo ada apa apa pasti langsung cerita ke mama" jawab pak Bambang yang sedang duduk fokus di depan laptop nya
Karna sejak Tasya pulang Pak Bambang dan Mama Ratna benar benar luangin waktu untuk keluarga nya dan selalu menghabsikan waktu bersama untuk bercerita dan tertawa bahagia bersama
" Ohh iya sayang mama rasa kamu harus belanja perlengkapan baby kamu, masak punya baby kembar punya barang cuman segitu" ucap mama Ratna yang melihat perlengkapan cucu nya hanya sedikit
__ADS_1
" Buat apa banyak banyak ma toh nanti Tasya juga masih pulang ke rumah Mas sigit , Kan sayang nanti gk bisa Tasya bawa semua" jawab Tasya yang merasa tidak perlu, untuk membeli banyak semua perlengkapan baby nya
" Gak pa pa sayang nanti kan masih bisa di simpan siapa tau nanti bisa di pake buat adk kamu" sambung mama Ratna kembali yang ingin menyindir Iren
"Iren belum mau nikah ma, Iren masih wajib kuliah, wajib senang senang dan wajib jalan jalan keliling dunia, setelah puas baru Iren akan mikir untuk nikah, mengikuti jejak kak Tasya" jawab Iren yang sadar mama dan kakak nya sedang menggoda nya
" Walaupun masih lama kamu harus belajar jadi istri dan ibu yang baik sayang" ucap mama Ratna yang ingin menasehati Iren untuk bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak anak nya kelak
" Ya ampun mama benar benar imut jika Iren belajar sekarang, untuk siapa Iren harus peraktekkan kan gak mungkin ke kak Sigit kan ma" jawab Iren kembali membantah mama nya
wkwkwkwkkk tawa mama Ratna Tasya dan Iren memenuhi ruangan itu Pak Bambang hanya geleng geleng bahagia melihat ke 3 bidadari nya akur dan saling mencintai
Lagi lagi canda mereka susah untuk di artikan.
__ADS_1