
Iren terbangun dari tidur nyenyak nya, tenggorokan nya kering membuat ia harus turun ke dapur, mengambil air minum yang sudah habis di dalam kamar nya.
"Aduhh kenapa mesti habis sekarang sih" gumam Iren dalam hati karna ia sangat benci harus turun ke dapur tengah malam begini
Iren begitu cantik dengan setelan baju tidur yang sexy ia gunakan.
tanpa di sengaja, Iren dan Sigit pun berpapapasan di tengah tangga, membuat Sigit terpana dengan keindahan tubuh Iren, sedangkan Iren begitu merasa kessal, melihat Sigit yang baru pulang sudah pukul 02:00 dini
Sigit berharap Iren akan menanyakan alasan keterlambatan nya pulang, lalu dia akan mengacuhkan nya, namun yang terjadi justru sebalik nya, Iren justru bersikap biasa-biasa saja, tanpa mengeluarkan sepatah kata dan langsung bergegas turun ke dapur mengambil air minum nya.
Merasa kessel, Sigit lansung menuju kamar nya, dan langsung membersihkan diri.
"Suami pulang bukan di sambut Istri macam apa seperti itu" gumam Sigit yang merasa kessal karna Iren yang tidak memperdulikan nya
"Jam segini baru pulang, suami macam apa seperti itu, gak ingat ada istri dan anak apa, dasar laki laki keras kepala" gumam Iren sambil kembali menuju kamar nya.
__ADS_1
Pagi ini Iren memutuskan untuk lari pagi, badan nya serasa remuk, sejak kematian kakak nya tidak ada keringat yang ia keluar kan dari tubuh nya.
Iren menghampiri bik Ani yang tengah menyiapkan serapan untuk mereka.
"Pagi bik Ani" sapa Iren ramah
"Ehh non Iren, pagi juga non, udah segar aja, non mau kemana" tanya bi Ani yang sudah sangat menyayangi Iren
"Iren mau jogging bentar bik, badan Iren serasa remuk, sudah lama Iren gk olah raga pagi, Iren titip si kembar ya bik, takut nya nanti mereka nangis waktu Iren gak ada" ucap Iren, padahal tanpa ia meminta pun, bik Ani akan melakukan nya dengan senang hati
"Ya udah Iren tinggal dulu ya bik" ucap Iren lalu beranjak pergi meninggalkan bik Ani
"Iya non hati hati" jawab bik Ani, sambil melihat keindahan body majikan muda nya itu
Iren pun mulai aksi jogging nya, halaman rumah Sigit yang luas membuat Iren tidak perlu jauh jauh membuang keringat nya
__ADS_1
sedangkan Sigit baru saja selesai berdandan rapi untuk pergi ke kantor nya, Sigit ingin sekali menjumpai baby kembar nya, namun Ia merasa canggung harus bertemu Iren di kamar nya.
Sigit membuka kamar Iren yang kebetulan bersebelahan dengan kamar miliknya, Sigit tersenyum lebar melihat kamar Iren yang sudah rapi pertanda Iren tidak ada di kamar nya, Sigit segera menghampiri baby kembar nya yang masih tertidur dengan nyenyak
"Selamat pagi anak anak papa, aduh anak papa masih tidur ya, maaf papa gk bisa gendong ya sayang, soalnya papa takut nanti kalian bisa terbangun, papa mau kerja dulu, kalau bisa kalian repotin mama kalian ya" ucap Sigit dengan senyum licik di wajah nya, Sigit pun mencium ke dua baby kembar nya dan merapikan selimut mereka, dan segera bergegas turun ke meja makan untuk makan serapan nya
"Pagi tuan" sapa bik Ani yang melihat Sigit sudah duduk di meja makan nya
"Pagi juga bik, tolong cepat siapin serapan untuk saya ya bik, soalnya saya buru buru hari ini ada meeting di kantor" ucap Sigit sambil melonggarkan dasi nya
"Iya tuan" jawab bik Ani, dengan cepat bik Ani pun langsung menyiapkan perintah majikan nya itu, sekilas Sigit mencari keberadaan Iren, namun ia tidak melihat nya, ingin rasanya Sigit menanyakan keberadaan istri cantik nya itu, namun rasa sungkan pun memenuhi perasaan nya, wajah bingung yang di pamerkan Sigit terpecahkan oleh bik Ani, bik Ani pun bisa mengerti tuan muda nya yang tampan sedang mencari Istri cantik nya.
" Non Iren lagi jogging di halaman rumah tuan" ucap bik Ani tiba-tiba, membuat jantung sigit ingin copot mendengar ucapan bik Ani.
"Bagaimana bik Ani bisa tau apa yang sedang ku pikirkan " gumam Sigit dalam hati
__ADS_1
" Saya tidak menanyakan dia, dan bibik hanya perlu menjawab apa yang saya tanya kan" jawab Sigit menyangkal dan membuat bik Ani senyum lucu dengan aksi tuan nya itu.