
Malam ini mama Ratna meminta si kembar untuk tidur di kamar nya, mereka ingin menghabiskan waktu bersama cucu kesayangan mereka, karna selama mereka di situlah mereka bisa menjaga dan mengasihi *si kembar.
ini merpukan kesempatan emas untuk sigit ia akan bisa bermesraan dengan iren.
Sigit tidak berhenti menatap Iren yang sedang melakukan ritual kecantikan nya, ia tersenyum gemes melihat istri nya yang sangat menjaga tubuh nya*.
"Lihat apa sih sayang, dari tadi Iren perhatiin liatin Iren terus" tanya Iren sambil menghampiri Sigit yang sudah berbaring di kasur
"Selama ini mas gak percaya kalau bidadari itu ada, dan sekarang mas benar benar percaya sayang, ternyata bidadari itu nyata dan itu kamu Istri mas yang sangat mas cintai" ucap sigit membuat Iren merasa melayang mendengar pujian suami nya, Iren sangat bahagia jika ia selalu mendapat pujian dari Sigit rasanya iya tidak membutuhkan yang lain lagi.
"Mas gombal" Ucap Iren genit sambil mencubit hidung Sigit
Sigit langsung memeluk tubuh Iren dan menutup tubuh mereka dengan selimut
"Jangan pernah tinggalin mas ya sayang, mas sangat bahagia memiliki kamu, dan mas akan gila bila kehilangan kamu" Bisik Sigit manja membuat Iren merasa geli, Seolah Sigit selalu menyerang kelemahan istri nya itu
__ADS_1
Iren membalikkan tubuh nya ke hadapan Sigit, dan mengelus lembut wajah Sigit dengan kedua tangan nya.
"Sayangg,,,,gak usah cemas ya, sampai kapan pun Iren gak akan ninggalin mas dan si kembar, hidup Iren sudah buat mas dan si kembar, dan yang paling penting di hati Iren cuman ada mas, dan gak akan ada yang bisa gantiin mas di hati Iren" *Ucap Iren dengan penuh cinta menyakin kan hati Sigit yang sangat takut kehilangan dirinya.
Sigit pun mencium kening Iren dengan penuh rasa sayang, ia tidak ingin melakukan macam macam dengan Iren, karna ia sudah berjanji akan membawa Iren bulan madu, dan tidak bercinta di kamar bekas alm istri nya
Iren merasa susah bernafas dan Sigit langsung membuak Selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka.
Sigit selalu memeluk tubuh Iren dengan perasaan cinta yang sangat dalam, ia rela merasa tidak nyaman asal ia bisa memeluk istri nya itu*
"Hmm,,,Iren gak bisa jamin sih sayang"
Ucap Iren dengan ragu untuk memancing perasaan Sigit"
"Maksud kamu apa sayang, kamu senang ya jika ada yang gangguin dan godain kamu, terus kamu bisa ninggalin mas" Tanya Sigit dengan mata yang sudah berkaca kaca membuat Iren semakin tertarik mengerjai dirinya
__ADS_1
"Sayang,,, Gimana jelasin nya ya, yang penting nanti Iren gak serius kok jika ada yang godain Iren, ya hanya Iren jadiin buang suntuk dan kalau ada yang bisa bikin nyaman gak ada salah nya di coba kan sayang" Ucap Iren sambil menahan tawa di perut nya, ia tidak tahan melihat wajah Sigit yang sangat memprihatin kan.
*Spontan air mata Sigit mengalir di wajah nya, ia melepas pelukan nya tanpa mengeluarkan sepatah kata, ia bergegas bangkit dari kasur nya dan ingin meninggalkan Iren.
Iren yang merasa bersalah langsung mengejar dan memeluk Sigit dari belakang, Sigit hanya bisa terdiam seperti patung hatinya terasa sakit dan perih mendengar ucapan Iren yang hanya berniat mengerjai dirinya.
penasaran?????
tetap stay ya
jangan lupa untuk dukung dan vote yang sebanyak banyak nya
biar aku semangat buat up tiap hari*
Dear readers
__ADS_1
Mohon untuk buka susunan episode terlebih dahulu, karna setelah ini terdapat episode 70 terlebih dahulu, setelah nya baru di sambung episode 69, tetap di simak ya biar cerita nya tetap nyambung..