
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Fahri sungguh sangat merasa terpukul hati nya bagai di sayat sayat bertahun tahun lama nya baru ini ia kembali bisa merasa jatuh cinta
Air mata yang sudah lama tidak keluar dari mata indah nya berhasil mengalir di wajah mulus nya, entah kenapa ia begitu sangat merasa perih padahal ia belum memiliki zahra tapi sudah sangat merasa kehilangan
Sigit yang merasa penasaran dengan liburan sahabat nya itu pun segera menghubungi Fahri
__ADS_1
Ingin sekali Fahri mengabaikan panggilan vidio masuk dari Sigit namun jujur saja ia ingin berbagi kisah dengan Sigit seperti yang sering Sigit lakukan untuk nya
" Hai bro gimana liburan lo " ucap Sigit sambil pamer kemesraan dengan Iren
" Gak seindah hidup lo bro " jawab Fahri singkat
Sigit merasa aneh mendengar suara Fahri yang tidak seperti biasanya, Setelah melihat dengan fokus Sigit dan Iren pun bisa melihat mata Fahri yang lagi berkaca kaca serta expresi wajah yang sedang menyimpan banyak luka
" Gue tau lo sekarang pasti lagi gak baik baik saja lo ada masalah apa bro lo bisa cerita ke gue masalah lo jangan simpan sendiri ada gue dan Iren yang selalu siap membantu lo" ucap Sigit yang merasa kwatir dengan Fahri tidak biasanya Fahri bersikap seperti itu Fahri yang memilki sifat acuh tidak acuh sama seperti dirinya tentu saja sangat membuat Sigit merasa cemas masalah apa yang sedang di hadapi sahabat nya itu hingga membuat ia menangis
" Seperti nya gue gak ada hak untuk jatuh cinta gue juga pengen ngerasain bahagia seperti yang lo rasain bro punya istri yang saling mencintai dan punya anak sebagai pelengkap kebahagiaan " ucap Fahri yang sudah sangat merasa frustasi
__ADS_1
Tentu Sigit sangat bisa mengerti perasaan sahabat nya itu tidak tega rasanya harus membiarkan Fahri harus merasa tersiksa sendiri akhirnya tanpa mikir panjang Sigit pun langsung mencari tiket pesawat ke Bali malam itu juga
" Sayang kamu gak marah kan kalau mas susul Fahri kesana " Ucap Sigit yang sudah sangat merasa kwatir dengan Fahri
" Mas yakin sayang " jawab Iren bagaimana pun Iren tidak tega jika harus melarang Sigit ia juga bisa merasa kecemasan yang sedang di rasakan oleh Sigit
Ia juga mengerti bagaimana penting nya persahabatan antara Fahri dan suami tercinta nya itu
" Iya sayang gak biasanya dia bersikap seperti ini mas takut terjadi apa apa di tambah dia pergi sendiri lebih bagus mas susul dia kesana dan mastiin semua baik baik saja " ucap Sigit yang berusaha menyakinkan Iren
" Iren mengijinkan mas untuk pergi dengan syarat Iren harus ikut dengan mas " pinta Iren
__ADS_1
Sigit yang tidak ingin membuat Iren kecewa pun terpaksa menyetujui syarat Iren
Beruntung Iren dan Sigit masih sempat membeli tiket penerbangan terakhir malam itu