
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Fahri yang sedari tadi memikirkan maksud ucapan Sinta, akhirnya memutuskan untuk pulang, selama di jalan Fahri mencoba keras untuk mengerti, akhirnya kini ia sadar kalau Sinta sudah lama memendam perasaan untuk nya
" Dasar bodoh, kenapa aku baru bisa tau sekarang " ucap Fahri kesal sambil membanting setir nya
__ADS_1
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan, kenapa semua jadi rumit begini " sambung Fahri kembali yang merasa semakin kessal
Fahri pun melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh, dan setiba nya di rumah ia selalu mendapat zahra yang sudah tertidur dengan nyenyak
Fahri segera membersihkan diri, dan menyusul zahra berbaring di ranjang mereka, pikiran nya semakin kacau, ia sungguh sangat merasa bingung, perasaan nya tidak seperti dulu lagi yang sangat mencintai zahra, kini hati nya sudah terbagi untuk Sinta, ia semakin menyadari betapa bodoh nya ia yang tidak bisa merasakan perasaan Sinta untuk nya sedari dulu
Fahri meraih ponsel genggam milik nya dan mencoba untuk menghubungi Sigit, menurut nya ia harus berbagi cerita dengan Sigit, siapa tau Sigit akan memberi solusi untuk nya
Ketika fajar sudah keluar dari poros nya, Sigit pun baru membuka pesan dari Fahri dan merasa penasaran, masalah apa yang sedang di hadapi oleh sahabat nya itu, sehingga harus mengirimkan dia pesan tengah malam
__ADS_1
Sigit mencoba menghubungi Fahri yang tengah mengemudi untuk berangkat ke kantor, namun Fahri yang lupa untuk mengisi daya ponsel nya membuat Sigit tidak dapat untuk menghubungi nya
" Mas lagi ngapain sayang, pagi pagi kok udah kayak orang kebingungan " tanya Iren yang tidak sengaja memergoki Sigit sibuk dengan ponsel nya
" Mas lagi hubungi Fahri sayang, tapi no nya gak bisa di hubungi, mungkin dia lagi ada masalah, tadi malam dia ngirimin mas pesan, dan mas baru baca, mas kwatir ada masalah apa " jawab Sigit yang selalu jujur dengan Iren
" Mudah mudah han gak ada masalah apa apa mas, kita tunggu saja, kalau memang ada yang urgen pasti secepat nya kak Fahri akan ngabarin " ucap Iren yang selalu percaya dengan Sigit
Iren dan Sigit akhir nya siap siap untuk berkunjung ke panti asuhan tempat Sigit di besarkan dulu, Sigit ingin Iren mengetahui semua masa lalu nya, ia sangat mencintai wanita nya itu, sehingga ia tidak dapat untuk menyembunyikan sedikit pun rahasia dari Iren
__ADS_1
Setiba nya di panti asuhan yang terlihat cukup besar itu, membuat Iren merasa tidak asing, Iren merasa seperti sudah pernah menginjakkan kaki di tempat itu, namun bangunan yang dulu pernah ia lihat sangat berbeda dengan sekarang, dan Iren mencoba keras untuk mengingat apa yang sudah pernah ia lakukan disana
Setelah berusaha keras, akhir nya Iren mengingat bahwa ia pernah bermain bersama dengan anak laki laki yang tinggal di panti asuhan itu, orang tua Iren merupakan salah satu donatur tetap disana, namun pak Bambang dan mama Ratna tidak pernah menuliskan nama pribadi mereka, sehingga Sigit tidak mengetahui nya