
Hari hari Fahri semakin indah, ia banyak belajar dari Sigit, untuk menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk keluarga kecil nya.
Sementara Iren dan Sigit sudah sibuk belanja perlengkapan bayi mereka, menunggu 1 bulan sungguh terasa lama untuk pasangan suami istri yang romantis ini.
Sedangkan Dr Albern belum mendapat jawaban dari Sinta, namun Dr Albern selalu berusaha untuk mendapat kan dan meluluhkan hati Sinta.
" Kenapa dokter masih baik dengan ku " Tanya Sinta yang merasa segan dengan Dr Albern
" Kok kamu bertanya begitu " tanya Dr Albern kembali, ia benar benar tidak mengerti apa maksud pertanyaan Sinta
" Jujur aku merasa tidak enak, belum memberi jawaban untuk dokter " ucap Sinta jujur
" Sinta, aku mengerti dengan kamu, dan aku tidak akan pernah memaksa kamu untuk menerima cintaku, tapi ijinkan aku untuk membuktikan bahwa aku tulus mencintai mu, aku bisa melihat mu tersenyum setiap hari juga sudah bisa membuat aku bahagia, apalagi bisa memiliki untuk menjaga dan mencintai mu.
Sekarang kamu jangan terlalu mikirin masalah ini dulu, kamu harus lebih semangat untuk sembuh, dan aku akan selalu bersama kamu, sampai kamu benar benar bisa berjalan dan berlari " jawab Dr Albern, sambil mengelus manja rambut Sinta
" Terimakasih, dokter sudah bisa mengerti aku " sambung Sinta, sambil menundukkan wajah nya.
" Saat aku berani untuk mencintai kamu, maka aku harus bisa mengerti semua tentang kamu, tidak masalah kamu belum mencintaiku, aku akan sabar menunggu sampai kamu bisa membuka hati mu untukku " jawab dokter Albern, sambil menganggkat wajah Sinta tepat di hadapan wajah nya.
" Kamu benar benar cantik, terus lah tersenyum, aku sangat jatuh cinta dengan senyuman mu " ucap Dr Albern kembali, membuat Sinta tersipu malu mendengar rayuan dokter tampan itu
" Apa kamu malu? wajah mu memerah, ternyata kamu jauh lebih cantik jika tersipu malu seperti ini " lanjut Dr Albern yang sangat suka melihat Sinta tersipu malu
" Dokter membuat ku malu, aku tidak berani menatap wajah dokter " jawab Sinta, sambil menundukkan kembali wajah nya, dan sungguh dr Albern semakin gemes melihat tingkah wanita yang kini sudah ada di hati nya
" Aduh Sinta, dengan kamu bersikap seperti ini, aku juga ikut merasa malu, kamu lihat tangan aku sampai gemetar begini, seperti nya aku butuh kekuatan, tolong genggam tangan ku, aku butuh kekuatan dari kamu ". jawab dr Albern yang semakin menggoda Sinta
Sinta pun meraih tangan dokter Albern perlahan, tangan mereka pun kini sudah menyatu, dr Albern menatap Sinta dengan tajam, mata nya seakan tidak berkedip dan Sinta juga hanyut dalam tatapan dr Albern
Semakin lama tubuh dr Albern semakin mendekat, hingga begitu jelas Sinta bisa melihat betapa tampan nya wajah yang dimiliki dr Albern, bibir nya yang sexy dan merah, kulit putih bersih, semakin membuat Sinta hanyut di dalam genggaman dr Albern
tidak menunggu lama dr Albern pun langsung mencium bibir indah Sinta, dengan lembut dr Albern mencoba ******* nya, Sinta yang mendapat serangan mendadak hanya bisa diam pasrah, mata nya melotot, ia tidak tau harus berbuat apa.
__ADS_1
Semakin lama Sinta pun merasa terpancing dengan ******* manja dr Albern, perlahan Sinta pun mencoba untuk membalas nya, terukir senyum indah di bibir sexy dr Albern, kini ia tau bahwa Sinta juga mencintai nya.
Ciuman yang berkisar 5 menit itu pun berakhir, Dr Albern tidak ingin hanyut terlalu dalam, mereka saling mengakhiri di waktu yang bersamaan, hingga tampak senyum bahagia namun saling menahan malu, yang begitu jelas di wajah mereka.
" Maaf Aku sudah lancang " ucap dokter Albern, ketika ia merasa bingung harus berbuat dan berkata apa
" Hmm " jawab Sinta singkat yang sungguh sangat merasa malu untuk menatap wajah dr Albern
" Kok Cuma Hmm " tanya dr Albern penasaran
" Lalu aku harus jawab apa " ucap Sinta, yang sama sama merasa bingung
" Menikah lah dengan ku " ucap Dr Albern, yang semakin membuat Sinta bingung merasa tidak percaya.
" Apa dokter serius ingin menikahi wanita lumpuh seperti aku " jawab Sinta yang tidak ingin menjadi sumber kesusahan untuk orang lain
" Apa aku terlihat bercanda, aku benar benar serius, aku ingin hidup bersama kamu, menghabiskan waktu ku dengan mu, sampai kita menua bersama hingga maut lah yang memisahkan kita " ucap dr Albern dan berhasil meyakin kan hati Sinta, ini pertama kali Sinta mendengar kata cinta yang sangat romantis menurut nya, keseriusan dr Albern sangat jelas dari mata nya, hingga Sinta benar benar bisa percaya betapa dr Albern serius ingin meminang nya.
" Aku setuju " jawab Sinta singkat
" Dokter dengar baik baik, aku tidak ingin mengulang 2 kali " sambung Sinta yang tau dr Albern sedang menggoda nya
" Dokter Albern, aku setuju untuk menikah dengan mu " jawab Sinta, dokter Albern pun begitu bahagia, hingga ia spontan menganggkat tubuh Sinta dari kursi roda lalu melompat layak nya seperti anak kecil.
" Yey,,,akhir nya " ucap dr Albern yang sangat begitu merasa bahagia
" Tapi aku ada satu syarat " ucap Sinta, spontan membuat dr Albern langsung berhenti dan terdiam
" Apa itu, apa pun akan aku lakukan semua untuk mu " jawab dr Albern
" Aku ingin kita menikah di Singapura, dan tunggu sampai aku benar sembuh total, aku tidak ingin merusak image dokter harus bersanding dengan wanita yang duduk di kursi roda, dan aku juga ingin benar benar terlihat cantik menggunakan gaun pengantin, ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhirku, aku tidak ingin mengecewakan dokter dan juga mengecewakan diriku sendiri " jawab Sinta, sudah tentu permintaan nya di kabulkan oleh dokter Albern
" Baik sayang, aku akan menuruti keinginan kamu, aku akan mencari desainer yang paling terkenal untuk membuat kan gaun pengantin yang indah untuk mu, aku benar benar sangat mencintai mu " ucap dr Albern lalu memeluk tubuh Sinta yang sudah ia dudukkan kembali di kursi roda nya.
__ADS_1
Sinta yang baru mendapat kebahagian nya itu pun tidak sabar ingin berbagi cerita dengan Iren, sehingga Sinta langsung meminta ijin untuk dr Albern untuk menghubungi Iren, dengan senang hati Dr Albern pun memberi ijin untuk calon istri nya itu.
* Berdering *
" Halo Sinta bagaimana kabar lo, kenapa lo jarang hubungi gue, lo tau gak gue benar benar sangat merindukan lo" ucap Iren yang sudah terhubunga panggilan dengan Sinta
" Iren, gue disini baik baik saja, sorry kalau gue jarang buat ngabarin lo, soalnya gue benar benar harus banyak berlatih agar bisa cepat cepat pulang kesana untuk meluk lo dan gue juga tidak ingin terlalu sering mengganggu lo dan kak Sigit " jawab Sinta yang penuh dengan raut bahagia di wajah nya
" Lo gak pernah mengganggu, gue benar benar sangat merindukan lo, Sinta.. sebentar lagi gue akan lahiran, gue benar benar deg deg an, gue ingin lo ada disini temanin gue " sambung Iren kembali sembari menunjukkan perut buncit nya
" Gue turut bahagia dengar nya, gue gemes banget lihat perut lo ren, gue pengen peluk, andai gue bisa, gue sudah terbang kesana gue juga sangat merindukan lo " jawab Sinta kembali
" Tunggu!!,, Gue kok bisa merasa ada sesuatu yang lo sembunyiin dari gue, sampai kapan pun lo gak akan pernah bisa nutupin apa apa dari gue, jadi apa kabar bahagia yang akan gue dengar, telinga gue sudah stand by ini " ucap Iren yang langsung bisa merasa ada sesuatu yang ingin di ceritain sahabat nya itu.
" Irenn,, gue akan nikah " ucap Sinta membuat Iren terkejut bahagia
Sigit yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka, langsung melihat kan wajah nya di layar ponsel Sinta
" Kakak gak salah dengar kan Sin, serius lo mau nikah " tanya Sigit yang juga merasa penasaran
" Iya kak, Sinta akan nikah, dan seperti nya Sinta akan nyusahin kak Sigit dan juga Iren " jawab Sinta membuat Iren dan Sigit langsung berpelukan karena ikut merasa bahagia
" Sinta sayang, tolong jangan buat gue penasaran, siapa laki laki beruntung itu, tolong kenalin ke gue dan juga mas Sigit" tanya Iren yang begitu sangat penasaran, siapa laki laki yang sudah berhasil menahlukkan sahabat nya itu
" Ok , gue akan kenalin ke lo dan kak Sigit" ucap Sinta, lalu Sinta pun memberi kode untuk dr Albern untuk melihatkan wajah nya untuk sahabat sahabat nya itu
" Dr Albern " ucap Sigit, yang sudah mengenal dr Albern lewat profil nya.
" Hallo pak Sigit, senang bisa melihat anda " ucap Dr Albern, yang sudah mengenal Sigit, berkat Sigit lah dr Albern bisa menemukan wanita pujaan hati nya
" Dr Albern, saya juga turut bahagia untuk semua ini, saya tidak bisa berkata apa apa, saya akan menanti kehadiran dokter dan Sinta disini " jawab Sigit bahagia, Sigit juga bisa merasakan dr Akbern lelaki yang baik dan ia pantas untuk mendapatkan Sinta
Setelah selesai saling menyapa, Iren dan Sinta pun melanjutkan obrolan mereka, Iren sungguh bisa merasakan kebahagian Sinta, andai jarak tidak menghalangi, mereka sudah pasti berpelukan yang sangat erat
__ADS_1
" Sinta... " ucap Iren sambil menunjukkan jari jempol nya, pertanda pilihan nya benar benar bagus
Sinta pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah Iren, setelah merasa puas Iren pun mengakhiri telfon mereka, Sinta akan melanjutkan untuk berlatih berjalan dengan calon suami nya yang tampan, sedangkan Iren akan bermanja dengan suami nya yang juga sangat tampan dan romantis.