Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 13


__ADS_3

"Apa aku harus kembali lagi nanti?".


"Jangan konyol. Aku hanya sedang membersihkan tubuhnya". Gege lalu menarik ikat rambut Farah yang sudah hampir terlepas. Dengan sedikit menarik kasar, Gege merapihkan rambut Farah hingga terangkat ke atas dan mengikatnya kembali.


Keith menatap apa yang dilakukan oleh Gege dengan tenang. "Kenapa kau sampai repot-repot membersihkannya? Memangnya kau membawa dia dari mana? Dan siapa wanita ini?".


Gerakan tangan Keith yang tegas dan cekatan di rambut Farah terhenti dan pemuda itu menoleh pada Keith. "Aku tahu kau tidak akan menyukainya".


Mata Keith menjelajahi tubuh Farah yang terlihat bergetar di balik selimut. "Sepertinya dia tidak berbahaya. Tapi kau harus tetap memberitahu aku siapa wanita ini".


Keith lantas segera duduk di kursi yang tak jauh dari tempat tidur. Pria bertubuh besar itu lalu mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya. Keith menghisapnya dan saat menghembuskan napas, keluar asap yang membumbung di sekitarnya. Bau asap begitu kuat dan tajam.


"Mulailah bicara" Titah Keith menatap Gege.


Gege lantas duduk di tepi tempat tidur. "Kau tahu dokumen yang di inginkan oleh Ryan?".


Saat nama pria yang selama enam bulan ini tak bisa Farah lupakan, jantung Farah berdetak cepat di dadanya.


"Aku tahu, kau menyewa seseorang untuk mencuri dokumen itu. Dengar, jangan bertele-tele atau aku bisa tertidur sebelum kau bercerita sampai intinya".


Gege menghela napas seraya menggaruk tengkuknya. "Oke dengar..." Gege menjeda ucapannya. "Saat orang suruhanku membuntuti Andreas selama dua pekan terakhir, gadis ini selalu berada di dekatnya bahkan berdasar laporan mereka, gadis ini terlihat akrab dengan Andreas".


Keith mengerutkan kening. "Lalu?" Keith menodongkan jarinya yang sedang mengapit batang rokok ke arah Farah. "Wanita ini bisa saja hanya simpanan Andreas. Yang kau butuhkan adalah sebuah dokumen milik Andreas. Lalu kenapa kau membawa dokumen sekaligus wanita ini kemari?"

__ADS_1


"Orang suruhanku bodohnya membiarkan wanita ini melihat wajah mereka. Mereka takut jika itu akan menyeretku dan.... Mereka berasumsi bahwa wanita ini bisa kujadikan semacam sandera untuk mengendalikan Andreas. Aku pun baru tahu saat mereka sudah berada dalam perjalanan bahwa mereka membawa dokumen yang kuminta sekaligus teman wanita Andreas"


Keith terkekeh pelan. "Aku tidak tahu apakah aku harus mengumpatmu atau orang suruhanmu, Ge". Keith mematikan puntung rokoknya hanya dengan jari. "Kau mencari dimana orang suruhan yang bodoh seperti mereka huh? Dan seharusnya kau biarkan saja mereka membawa wanita ini!".


"Mereka berniat merudapaksa wanita ini. Dia dibawa kepadaku dalam keadaan tangan kaki terikat serta mulut disumpal".


Sesaat terasa keheningan yang mencekam hingga semakin membuat Farah gemetar. "Dasar kau bocah berhati lembut. Kau bisa saja menenggelamkan dia di tengah laut, tapi kau justru membawanya ke markas dan berniat menyembunyikannya? Apa yang akan kau lakukan jika wanita ini berulah?".


"Tunggu... Kau seharusnya melepas sumpalan kain di mulutnya."


"Jangan. Kau tahu kan jika wanita akan selalu mengeluh jika merasa tidak nyaman".


"Bagaimanapun juga," Keith beranjak dari kursi dan melangkah menuju Farah. Dengan satu sayatan di kain yang menyumpal mulut Farah, kini akhirnya Farah bisa terbebas dari kain berbau busuk itu.


"Sungguh menyedihkan melihat kucing kecil sepertimu disekap" Keith lantas mengangkat dagu Farah hingga mendongak ke atas. "Coba aku melihatmu dengan jelas".


"Wah.. Wah.. Seharusnya aku bisa lebih cepat mengenalimu".


Gege menatap Farah dan Keith secara bergantian. "Jangan bilang kau mengenalnya?".


"Dia teman Ryan". Ujar Keith dengan santai.


"Benarkah? Teman yang mana?". Nada suara Gege justru sama sekali tidak terkejut. "Maksudku wanita simpanan Ryan yang mana? Kau tahu, aku tidak bisa menyingkirkan para wanita itu dari Ryan. Kecuali satu wanita yang........."

__ADS_1


"Yang ini tidak memberikan apapun pada adik ku itu. Dia adalah wanita yang keguguran sebundelan bantal kain di sebuah club terpencil. Kau memergokinya sedang mengais peniti di atas tanah". Keith menyela ucapan Gege.


Gege menangkup wajah Farah. "Sial! Kau benar!" Gege menatap Farah dengan lekat lalu kembali melepaskan tangannya dari wajah Farah. "Ryan melepaskannya, dan beberapa hari setelah kejadian itu suasana hati Ryan sangat buruk. Astaga bagaimana bisa seperti ini? Apalagi dia terlibat dengan Andreas...."


Keith menatap Farah sejenak dengan mata hitam legamnya lalu tersenyum. "Ini menarik. Tempatkan dia di kamar Ryan"


"Tidak!" Tiba-tiba saja Farah berbicara untuk pertama kalinya setelah mulutnya disumpal hingga membuat lidahnya kelu.


"Diamlah cantik, atau aku akan mengirimkanmu dengan mudah ke dunia lain saat ini" Ucap Keith.


"Bawa dia dengan baik, Ge. Dan pakaikan kemejaku padanya, agar kalau anak.buahku yang lain sadar jika wanita ini terlarang untuk mereka tiduri." Keith lalu membuka sebuah laci dan mengeluarkan sesuatu yang terlihat seperti bedak dalam jumlah yang sangat sedikit.


"Hirup ini" Titah Keith pada Farah.


Pada awalnya Farah menolak untuk menghirupnya, tetapi Keith menampar pipinya dengan cukup keras. "Hirup"


Dengan ragu Farah menghirupnya hingga Ia merasakan rasa sakit di paru-parunya. Keith meminta Farah untuk menghirup seluruh serbuk tersebut hingga rasanya Farah hanya bisa mendengar suara Keith dan Gege dari jarak yang sangat jauh padahal jarak mereka sangatlah dekat.


...●●●...


Kamar Ryan. Ryan. Farah tidak pernah terpikir akan bertemu dengan Ryan lagi, namun sekarang kesempatan itu terbuka lebar. Farah terkikik. Farah tahu bahwa serbuk yang tadi Keith berikan padanya mungkin semacam obat bius atau apapun itu, kini Farah malah merasa senang dan ingin tertawa di saat situasi yang dimilikinya saat ini seharusnya pantas ditangisi bukan ditertawakan.


Farah tiba-tiba teringat lengan Ryan yang kokoh, yang memeluknya dengan erat saat mereka berciuman. Ciuman yang dengan susah payah dilupakannya. Farah menyentuh bibirnya seraya terkikik kembali mengingat ciuman itu. Namun dengan cepat Farah menggelengkan kepalanya dengan kuat berusaha menyingkirkan efek serbuk putih yang diberikan oleh Keith. Farah duduk dengan tegak di sudut tempat tidur Ryan. Ia mengingat satu hal. Dulu Zac pernah meracau jika seseorang sedang dalam pengaruh alkohol dan membuatnya mabuk berat. Orang itu harus bisa melawannya dan mengendalikan pikirannya dengan memikirkan hal-hal yang membuat sedih. Farah tidak tahu apakah cara seperti itu akan berhasil dalam keadaannya yang seperti ini. Dia bukan dalam pengaruh alkohol melainkan semacam serbuk putih yang menyesakkan dada!

__ADS_1


Farah meremas seprai dan berusaha fokus untuk membayangkan banyak hal sedih yang terjadi dalam hidupnya. Tiba-tiba Farah berkeringat dan gemetar. Tatapannya semakin jernih melihat ke penjuru ruangan kamar Ryan. Ia seperti seseorang yang bangun dari mimpi buruk.


...♤♤♤...


__ADS_2