
Dengan berisik Gege menjalankan tugas malamnya, dengan santai Ia melepaskan semua pakaiannya yang basah. Dalam keadaan telanjang, Gege mengenakan piyama sutra lalu duduk di sofa seberang Keith. Pemimpin Dark Devil itu hanya merokok dengan menatap ke layar smart TV yang sedang menampilkan pertandingan tinju.
"Kau tahu? Ryan terlalu diam untuk masalah ini. Dia hanya menyerahkan Farah padaku untuk diurus". Ujar Gege seraya meminum segelas wine.
"Kau berharap dia akan bereaksi seperti apa? Dia melihat Farah hampir saja mati." ujar Keith seraya menatap Gege. "Biarkan saja dia".
"Dan..... Farah tidak menangis."
"Kapan?"
"Saat aku menidurkannya. Dia tidak menangis. Dia tidak bisa menangis. Aku pikir dia sudah lupa bagaimana caranya menangis."
"Demi Tuhan, sepenting itukah kau mengadukannya padaku? Bawa dia kepadaku. Aku akan membuatnya menangis sangat keras, hingga seluruh makhluk di lautan akan berkumpul mengelilingi pulau ini".
Dengan suara tegas, Gege berkata, "Aku tahu soal perahu itu. Aku sudah bertanya kepada Pak Tua Yanka itu siapa yang memerintahkan untuk membiarkan perahu itu di sana. Dia bilang kepadaku kau yang memerintahkannya. Dan kau tahu Farah pasti melihat perahu itu".
Lebih lama. Hujan meninggalkan suara berdesis di jendela. Angin berembus kencang. Akhirnya, Keith berkata, "Ahhh.."
"Artinya?"
"Ahhh adalah seruan, Babe. Tidak berarti apa-apa. Kau terlihat seperti mengharapkan suatu seruan, jadi aku melakukannya" Keith tersenyum-"tapi sepertinya aku salah menilai reaksimu. Maafkan aku." Gege masih membisu. Akhirnya, Gege merasa iba, dan berkata dengan blak-blakan, "Orang muda harus mencoba hal-hal baru."
__ADS_1
"Iya," kata Gege. "Tapi jika hal baru itu adalah tenggelam, maka itu akan mengakhiri percobaan yang lain."
"Gadis itu sudah cukup lama berada di markas Dark Devil sehingga pasti akan ada seseorang yang terinspirasi untuk menariknya ke luar dari air, saat ia jatuh ke sana. Memangnya kau pikir aku tidak mengawasi? Jika Ryan tidak meninggalkan kapal intelijen asing secepat yang dilakukannya. aku pasti akan mengirimkan perahu lain. Justru aku pikir kau akan senang. Kau sangat mengkhawatirkan keperawanannya. Bagaimana? Sekarang, dia sudah benar-benar aman."
"Kau tahu surat-surat Ryan, tidak.. Maksudku surat-surat Andreas.. sudah hancur?".
"Begitulah yang kudengar," ujar Keith. "Sayang sekali gadis itu tidak memilih untuk membawa hal lain selain surat itu, tapi orang tidak bisa meminta terlalu banyak, kan? Aku lebih menyukai tindakannya yang membongkar meja Ryan. Itu menunjukkan bahwa dia memiliki inisiatif. Dan bodohnya Ryan, dia tidak memasukkannya kembali ke brankasnya".
"Oh? Jadi itu juga bagian dari rencanamu?" tanya Gege. dengan suara pelan yang sarat dengan amarah. "Kesempatan untuk Farahnmenunjukkan kemampuannya yang tersembunyi? Ryan tidak akan pernah memaafkan Farah. Mungkin untuk yang lain bisa, tapi tidak untuk surat-surat itu".
Dengan seringain jail Keith berkata, "Sayangku! Sungguh naif sekali kau berkata begitu! Sekaligus menyegarkan."
"Horeee" Gege mengangkat gelasnya dengan gerakan seperti bersulang-"untuk kemalangan". Ujar Gege sarkas. "Sialan, Keith. Memangnya Farah harus terlihat menarik?".
"Kenapa tidak? Aku suka orang yang menarik."
Gege sudah menduga Keith akan memberikan respons seperti ini. Gege menyandarkan kepala ke belakang dan menenggak habis winenya. Kemudian, Gege memejamkan matanya dan berkata, "Sejauh apa kau akan membiarkan hal ini? Kapan kau berniat mengakhirinya?"
Keterkejutan tampak di mata Keith yang berwarna hitam kelam. "Kenapa aku harus mengakhirinya, jika hal itu bisa membawa kebaikan untuk keduanya?".
"Tentu saja," ujar Gege dengan ketus. "Farah dan Ryan. Mereka adalah pasangan serasi huh? Tapi, bagaimana jika Farah berusaha untuk melarikan diri lagi? Apakah kau akan membiarkan Ryan mencambuk Farah?".
__ADS_1
"Tentu saja. Itu sudah pasti." Tiba-tiba Keith tertawa. "Aku ingin sekali melihat Ryan melecutkan cambuk ke punggung putih Farah. Itu akan menjadi pelajaran yang berharga untuk mereka berdua. Panas gairah mereka mampu membakar sebuah kapal. Kenapa? Apakah kau khawatir Ryan akan membunuh Farah karena dendam?
"Tidak. Ryan tidak akan melakukannya." Gege membuka matanya, dan mengalihkannya ke Ryan untuk memberikan tatapan tajam. "Apakah Farah putrimu?".
Sekali lagi, keterkejutan terlintas di mata hitam Keith, tapi dengan cepat mampu ditutupi. Terdengar suara tawa yang sangat keras seraya sebelah alis Keith diangkat. "Cerdas. Oh, sangat cerdas, mengangkat betapa sedikitnya informasi yang kau ketahui. Putriku. Itu akan membuat Farah menjadi apa? keponakan Ryan? Aku memang bukan ahli agama. tapi aku tahu bahwa dalam agama mana pun hubungan di antara mereka akan dianggap sebagai inses, iya kan? Kenapa kau bisa sampai berpikir Farah adalah putriku?"
"Karena selama tiga minggu Ryan tidak berada di markas ini, Farajlh tidur hanya berjarak satu pintu dari kamarmu, dan kau tidak.........", Gege menggunakan kata yang paling kasar yang diketahuinya untuk istilah itu.
"Menarik," ujar Keith dengan cara yang lebih sopan. "Kau pikir aku tidak menyetujui hubungan inses untuk diriku sendiri, tapi menyarankannya untuk putri dan adik tiriku? Jangan berpikir terlalu keras, Babe. Farah bukan putriku."
Keith tersenyum ke arah jendela. "Kami tidak memiliki hubungan. Kecuali dulu sekali, sudah berpuluh- puluh tahun yang lalu, aku mencintai ibumu." Dengan satu gerakan cepat Keith berdiri, menghampiri Gege, dan mengambil gelas kosong dari tangan pemuda itu. Gege tersenyum penuh kasih. "Pergilah tidur. Pikiran barumu pasti akan lebih panas daripada telur ayam yang baru matang. Kita berdua tidak akan mau mendengarnya."
●●●
Keesokan harinya, Farah terbangun dengan kepala yang berdenyut sakit. Farah mengerjapkan matanya berusaha menyesuaikan sinar yang masuk ke dalam pupil matanya. Dengan perlahan Farah lalu beranjak bangun. Ia merasa tubuhnya sangat pegal terasa tidak bertulang. Farah melihat di atas nakas terdapat beberapa cookies cokelat dengan segelas air putih. Tak lupa pula ada secarik kertas yanh di sematkan di bawah piring cookies.
Farah menggosok matanya dan mengambil secarik kertas tersebut. 'Kau bangun terlalu siang karena semalam aku memberimu obat penenang. Aku melakukannya demi kebaikanmu. Seorang gadis harus banyak beristirahat setelah melewati hari penuh petualangan dan kemalangan. Bersihkan dirimu dan berpakaianlah dengan baik. Kami semua akan mengeksekusimu nanti (Aku bercanda). Untuk sementara waktu, aku tidak bisa menemuimu. Mereka mengadakan sidang untuk Gio, dan aku harus berada di sana. Akan ku jelaskan nanti. Dan yang harus kau tahu, aku sudah pernah melihat Ryan berada dalam suasana hati yang lebih buruk. Berhati-hatilah. -Gege'.
Setelah merobek surat dari Gege dalam potongan kecil, Farah lalu beranjak berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ada hal yang sangat penting yang harus Ia lakukan saat ini.
...♤♤♤...
__ADS_1