Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 9


__ADS_3

Sebuah surat kabar yang berada di atas meja ruang tamu menarik perhatian Farah. Tajuk utamanya memberitakan Keith Smith beserta komplotannya, Dark Devil.


Dalam surat kabar itu, diberitakan komplotan mafia Dark Devil telah mengambil alih wilayah perdagangan musuhnya, Night Star. Wilayah yang selama satu dekade di kuasai oleh Night Star kini jatuh ke tangan Keith Smith. Wilayah yang menjadi pusat perdagangan emas dan sejumlah besar industri farmasi. Diberitakan pula bahwa para anak buah Keith Smith menawan beberapa wanita muda dan di bawa ke suatu tempat. Tidak ada yang mengetahui para wanita muda itu di bawa kemana namun sudah rahasia umum para wanita itu akan di jadikan objek untuk sebuah naluri gila komplotan Dark Devil.


Ketika sedang asyik membaca, Farah melihat Tante Okta melangkah masuk ke ruang tamu seraya tatapannya dengan serius memperhatikan beberapa surat tagihan. Dengan cepat, Farah mencium pipi sang tante, "Selamat malam Tante Okta"


Okta terlihat terkejut, seolah baru saja terbangun dari tidur yang lelap. Okta melipat kertas di tangannya dengan sangat terburu-buru sehingga Farah merasa Okta sedang menyembunyikan sesuatu.


"Farah! Ya Tuhan, aku tidak melihatmu datang". Ujar Okta seraya mengulas senyum. "Kau terlihat lelah. Aku akan meminta pelayan untuk membuatkanmu teh hijau"


"Tidak perlu, Tante. Tadi aku sudah membuat segelas susu hangat di dapur".


"Benarkah? Baguslah. Wajahmu terlihat pucat. Seharusnya kau tidak perlu memetik buah mangga sebanyak itu sampai kau harus memanjat pohon yang tinggi itu". Tante Okta menatap Farah dengan lekat. "Kurasa kegiatan seperti itu tidak cukup baik untukmu. Fisikmu tidak terlalu kuat".


Selama ini Farah selalu menerima jika Tante Okta berkomentar seperti itu. Namun sekarang Ia terdorong untuk bertanya, "Kenapa Tante bilang aku tidak terlalu kuat?".


Tante Okta mengedikkan bahu. "Aku hanya berpikir kau tidak terbiasa melakukan pekerjaan yang berat. Orang bisa melihat kau memiliki tubuh yang ramping... Yang di mataku...... begitu rapuh".


Farah terdiam sejenak lalu mengulas senyum di bibir. "Apakah Tante sudah membaca surat kabar?". Farah mengalihkan topik obrolan.


"Tentu saja aku membacanya. Kau membaca berita yang menjengkelkan itu ya? Tentang para mafia? Aku heran kenapa media selalu memberitakan hal semacam itu di surat kabar sehingga membuat orang lain takut. Aku sendiri merinding setelah membacanya. Komplotan mafia itu pasti pria-pria yang mengerikan dengan tato yang memenuhi tubuh mereka, tubuh yang bau dan..... Ahh. Sudahlah jangan kita pikirkan!".


Namun pikiran Farah justru lantas membayangkan Keith Smith, yang bermata hitam legam, dengan tubuh yang besar dan tinggi. Gege sang bodyguard yang terlihat masih muda, dengan tubuhnya yang pas di setiap sisi serta Ryan. Apakah Ryan juga mengambil salah satu wanita tawanan dan memeluknya dengan lembut, berbicara dengan sangat manis, seperti yang pria itu lakukan terhadap Farah, menghinoptisnya dengan sebuah kenyamanan lalu mencium mulutnya hingga tak berdaya?

__ADS_1


"Tante, menurutmu bagaimana nasib para wanita yang di tawan oleh mereka?"


Farah melihat wajah sang tante merona. "Aku pikir surat kabar itu sudah memberitakan terlalu banyak."


"Apa yang para mafia itu lakukan pada wanita yang mereka tawan?".


Tante Okta menghela napasnya." Bukankah kau sudah membacanya? Di situ di katakan bahwa para wanita itu di jadikan bahan untuk kesenangan mereka".


"Kesenangan seperti apa?".


Tante Okta menatap Farah dengan lekat. Ponakannya yang lugu dan tidak mengenal pergaulan dunia luar yang berbahaya. "Itu adalah pertanyaan normal yang di ajukan oleh seorang gadis seusiamu".


"Apa Tante tidak mengetahui kesenangan seperti apa?"


"Tapi, Tante pasti punya sebuah bayangan tentang itu kan..." Ujar Farah.


"Hmm.. Ya. Aku punya tapi...."


"Ayolah Tante... Apakah aku harus mencari tahu sendiri? Kudengar desas desus kalau aku bisa mencari referensi tentang hubungan lawan jenis melalui video, atau internet... Atau..."


"Jangan berani-beraninya kau melihat hal kotor seperti itu! Bukankah kau tahu bahwa wifi yang kupasang di rumah ini memiliki sistem proteksi pada situs ilegal dan tidak baik? Kau tidak akan bisa mengaksesnya dan kau pun tidak pernah keluar rumah." Tante Okta menatap Farah dengan serius. "Baiklah.. Aku akan menjelaskannya padamu, ini hanya sedikit informasi.. Oke?".


Farah mengangguk seraya tersenyum lebar. "Aku yakin ini sangat memalukan untuk kukatakan dan kau dengar, tapi aku yakin para pria dalam komplotan mafia itu akan mencium, lalu meniduri para wanita tawanan itu".

__ADS_1


"Meniduri?!".


"Nah! Kau lihat kan? Aku tidak pandai menjelaskan hal tabu seperti ini."


Farah tergelak tertawa karena melihat rona merah di pipi Tante Okta. Sang tante hanya menatap Farah dengan mata yang awas. "Farah, apakah kau mau ikut denganku ke negara tetangga?".


Farah sontak saja terdiam dan mengerutkan kening. "Negara tetangga?". Tidak biasanya Tante Okta mengajak Farah pergi. Ini pertama kali dalam dua puluh satu tahun hidupnya!


"Ya. Aku memiliki rencana ke Singapura".


...●●●...


Singapura


Farah menatap parade festival yang menyusuri jalan utama di distrik bisnis ibu kota.. Sejumlah naga besar berwarna hitam dan emas seolah menari dengan ekornya yang panjang melambai. Entah ada berapa banyak orang yang berada di dalam tubuh naga tersebut. Namun Farah bisa memperkirakan jika itu sangat banyak, melihat dari besar dan panjangnya ukuran naga itu.


Di belakang atraksi naga, terdapat rombongan pria dengan kuda-kuda yang gemuk dan terawar yang berpakaian seperti seragam khas parade dengan topi lebar seperti koboi menghiasi kepala mereka semua. Kuda yang ditunggangi pun tak kalah mencuri perhatian, karena hewan-hewan tersebut di dandani dengan menarik. Sungguh hari yang menyenangkan, sungguh parade festival yang meriah! Farah lantas menoleh ke Tante Okta yang berdiri tak jauh darinya yang sedang berbicara dengan seorang pria.


Pria itu bernama Andreas, pria itulah yang telah membawa Tante Okta dan Farah ke Vietnam. Menurut penjelasan Tante Okta, Andreas adalah sepupu jauh sahabat konglomerat yang terpandang, yang dulu merupakan sahabat Tante Okta namun setelah Tante Okta berada di titik terendah hidupnya, tidak pernah sekalipun konglomerat yang diaku sebagai sahabat oleh Tante Okta itu datang menolong.


Namun tiba-tiba saja, Andreas menanggapi pesan email yang di kirimkan Tante Okta setelah sekian lama sang tante mencoba menjalin kembali hubungan dengan kalangan atas. Andreas pun mewakili salam dari sahabat sang tante. Meskipun begitu, sulit untuk Farah mengerti kenapa Andreas memperlakukan mereka dengan ramah. Farah berpikir bahwa Andreas bukanlah seorang pria yang suka direpotkan tanpa ada keuntungan yang didapatkannya sebagai balasan.


...♤♤♤...

__ADS_1


__ADS_2