Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 22


__ADS_3

"Aku tidak akan mengatakan apa pun kepadamu, karena aku memang tidak memiliki hal yang bisa kuucapkan selain yang sudah kuucapkan sebelumnya tentang Andreas." Farah menatap Ryan. "Dan, apa maksudmu dengan teman tidur?".


"Aku tidak bisa membiarkanmu menyelinap pergi ke Andreas dengan membawa semua cerita yang kau lihat dan dengar di sini.. Aku tidak sebodoh itu. Aku akan mengambil risiko jika kau mau jujur padaku. Dalam posisi kita sekarang, aku tidak merasa harus menolongmu. Dan harus kau tahu, aku tidak suka tidur dengan seseorang semalaman. Bahkan jika aku meniduri wanita di kamar ini, setelahnya aku akan mengusir mereka keluar dari kamarku. Jadi, kalau kau masih ingin tetap di dalam kamarku dan aku menjamin hanya kamar ini yang aman untukmu, maka berbaik hatilah padaku." Ryan tersenyum miring. "Kecuali kau ingin mencoba tidur di kamar Keith? Kamarnya lebih luas dan gelap, walau sama sekali tidak kurekomendasikan. Atau kau ingin ke area kamar para anak buahku? Kupikir mereka dengan senang hati menerimamu di setiap kamar mereka. Kau memiliki pilihan tempat untuk tidur, tapi kau tidak memiliki pilihan untuk yang lain".


Pergelangan tangan Farah masih berada dalam cengkraman Ryan. Farah mencoba untuk menggerakkan jari-jarinya dan berkata dengan penuh amarah. "Aku tidak akan menyelinap pergi untuk menemui Andreas dan mengatakan apapun. Aku mungkin tidak akan bertemu dengannya lagi, dan aku tidak akan mengatakan apa pun tentang kau dan Keith, karena aku tidak tahu apa pun". Farah merasa semakin marah. "Aku tidak punya hubungan apapun dengan Andreas! Tidak ada! Apa kau dengar aku? Aku bukan siapa-siapa bagi Andreas, dan dia bukan siapa-siapa bagiku!"


"Kenapa kau tidak bisa percaya padaku?" erang Farah akhirnya menjatuhkan seluruh air mata yang Ia tahan sekuat tenaga."Aku mau pulang. Aku ingin tidur di tempat tidurku sendiri. Dan seumur hidupku aku tidak akan mau melihat seorang manusiapun, aku tidak ingin melihat laut.. Aku membenci lautan. Aku benci berpetualang. Aku akan menghabiskan seluruh sisa hidupku hanya di dalam rumah dan halaman rumahku saja. Aku menyadari itu adalah hal teraman yang bisa kulakuka. Kenapa aku harus mengalami semua ini?"


Luapan hati Farah terdengar memilukan bagi Ryan.Awalnya memperlakukan Farah dengan lembut akan berhasil, lantas Ryan merubah taktik untuk menakut-nakuti, namun ternyata tetap tidak berhasil. Farah memang memiliki bakat untuk membuat orang kasihan dan tersentuh padanya. Farah bukanlah objek yang mudah untuk disiksa. "Kau tahu sayangku... Aku akan pergi dari markas, dan aku akan ke sebuah tempat yang mungkin disana akan ada banyak orang yang sudi untuk membelimu dengan haga tinggi. Kupikir itu akan lebih menguntungkan jika aku menjualmu saja. Aku sarankan kau memikirkannya dengan serius, apa akibat dari sikapmu yang terus menutup mulut".


Farah menundukkan kepala karena sibuk menyeka air matanya, dan setelah beberapa menit, terdengar suara pintu tertutup dan Ryan pergi keluar kamar.


Setelah waktu berlalu cukup lama, Gege datang dengan membawa sebuah nampan makanan yang pasti harus dimakan oleh Farah. Gege memberitahu Farah bahwa Ryan sudah ikut kapal logistik untuk ke daratan. Dan, Gege tidak yakin kapan Ryan akan kembali. Farah hanya menanggapinya dengan membisu. "Gege, apa kau bisa memberikanku sebuah buku dan pulpen?". Ujar Farah akhirnya.


"Untuk apa kau membutuhkan itu?".

__ADS_1


"Aku ingin menulis diari agar tidak bosan". Ucap Farah.


"Apa kau tidak melihat itu?" Ujar Gege menunjuk pada sebuah Smart TV yang berukuran besar dan hampir setinggi dirinya. "Kau bisa menonton apapun disana. Walau ini di tengah laut, tapi Keith memastikan hiburan selalu canggih".


"Aku hanya ingin menulis diari" Ujar Farah pelan hingga akhirnya Gege menyetujuinya dan memberikan sebuah buku yang cukup tebal dan sebuah pulpen bertinta hitam.


Hari ketiga penculikanku


Hari ini diisi dengan badai, awan hitam yang menggumpal menakutkan dan sepiring ayam bakar. Markas Dark Devil terdengar berisik dan tidak pernah tidur. Suara entakan kaki, suara teriakan para anak buah Keith sepanjang hari hingga tengah malam selalu terdengar. Aku bahkan bisa mengenali suara langkah kaki Gege yang selalu membawakan aku makanan atau baju ganti untukku.


Hari keempat penculikanku


Hari kelima penculikanku


Aku semakin menikmati makanan yang dihidangkan oleh Gege setiap harinya. Makanan yang di sajikan di markas mafia ternyata sangat bervariasi dan enak. Aku pikir mereka hanya akan memberikanku bubur gandum terus menerus atau steak dengan sayuran yang basi, ikan yang sudah hampir busuk. Tidak. Bukan seperti itu. Aku diberikan banyak makanan yang layak untuk dimakan. Gege sempat bilang padaku, entah dia bergurau atau dia serius tentang hal ini, tapi dia mengatakan jika tidak akan ada yang tertarik membeliku jika aku kurus kering.

__ADS_1


Hari keenam penculikanku


Sial.. Entah aku harus senang atau tidak, tapi menstruasiku datang. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak tahu apakah ada seorang wanita selain diriku di markas Dark Devil. Bagaimana mungkin para pria di sini memiliki pembalut? Tidak mungkin, kan? Tapi aku akan mengotori pakaianku dan seprai Ryan dengan darah menstruasiku jika tanpa pembalut! Apa aku harus mengatakannya pada Gege? Tapi itu terasa memalukan! Ngomong-ngomong, di mana Ryan? Dan apakah Andreas bisa menebak siapa yang mencuri dokumennya?


Hari ketujuh penculikanku


Hari ini berbeda dari beberapa hari yang lalu. Hari ini sangat cerah dengan langit biru. Tapi Farah justru merasa bosan. Ia sangat lelah berpura-pura jika Ia baik-baik saja. Pada akhirnya, aku mengatakan pada Gege tentang menstruasiku. Dan dia membantuku dengan baik. Entah darimana dia mendapatkan pembalut, tapi Gege memberikan sekardus pembalut untukku.


...●●●...


"Kepalaku sangat pusing, Ge". Ujar Farah yang sedang duduk diam seperti patung dan matanya terpejam.


"Apa kau memerlukan obat lagi? Tapi kau baru saja meminum obat dua jam yang lalu. Tahanlah sebentar".


"Hm" Hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Farah tanpa menoleh sedikitpun pada Gege.

__ADS_1


"Oh ya aku baru ingat" Ucap Farah pelan. "Ryan bilang padaku kalau aku akan dibebaskan jika kau bisa memastikan aku masih perawan. Apa maksudnya? Bagaiamana caranya untuk memastikan itu, Ge?".


...♤♤♤...


__ADS_2