Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 82


__ADS_3

"Tentang ibunya?". Keith menghela napas pelan. "Tapi ngomong-ngomong kenapa kau hanya buang satu sepatu bot ku? Buang sekalian pasangannya."


Mendengar sindiran itu, Gege pun dengan cepat melemparkan sepatu itu untuk menyusul pasangannya ke laut dan duduk di kursi yang ada di depan jendela, menyilangkan kakinya, dan meletakkan tangannya di atas perut. Untuk waktu yang cukup lama, Keith menatap Gege tetapi tidak langsung ke matanya. Dengan siku yang ditopangkan di lengan kursi, Gege mengangkat tangannya, menjalinnya seperti orang yang sedang berdoa, dan menyentuh bibirnya seperti orang yang mengunci menunggu Keith berbicara.


"Saat aku berusia tiga belas tahun," ujar Keith secara tiba-tiba, dengan suara pelan. "Akú pergi ke Amerika untuk melihat ayahku. Benar- benar melihatnya secara langsung. Seperti orang pergi ke Mesir untuk melihat piramida. Saat musim semi datang, aku mendarat di Manhattan dengan kantung penuh dengan uang dan pergi seorang diri. Pada Minggu pagi, aku duduk di kursi depan bangunan kuno dan melihat mereka semua.... Istri ayahku yang masih muda dan cantik, Ryan yang menggelengkan kepalanya di bawah topi lebar, dan beberapa orang yang kupikir adalah pelayan mereka yang menunduk memandangi mereka seolah mereka adalah malaikat yang turun dari surga. Mereka masuk ke bangunan kuno itu tanpa menoleh ke sekeliling."


"Itu saja?". Tanya Gege dengan nada tidak percaya.


"Itu saja."


"Memangnya kau tidak menginginkan lebih?". Tanya Gege lagi.


Keith menyeringai. "Dari ayahku? Hm.. tidak. Tapi, aku ingin mengoyak balitanya yang tampan dan memotong-motong istrinya yang cantik. Aku pikir, aku tidak mungkin melakukannya. Yah, aku sudah melihat mereka dan pergi melintasi jalanan yang rimbun dengan daun yang berguguran di musim semi dengan ibu jari tangan dikaitkan di pinggang celana selututku yang sudah koyak."


Tangan Keith terjalin dengan santai di atas dada. "Sore itu, aku melihatnya. Gadis yang menjadi ibu Farah. Dia sebaya denganku, tapi masih terlihat seperti anak-anak, dan pertama kali aku melihatnya, dia sedang berjalan di parit kering dengan membawa sekeranjang stroberi. Roknya menggelembung di sekelilingnya sepeti dahan pohon yang lebar, dan rambutnya dipenuhi bunga liar yang berjatuhan ke satu sisi; dan dia memakaikan topinya di seekor anak kambing yang berusaha ditariknya dengan menggunakan pita rambut, seolah itu anak anjing, tapi kambing itu menolak untuk beranjak dan justru mengunyah pitanya. Matanya berwarna cokelat terang, dan mata itu membelalak saat dia melihatku berdiri di jalanan di atasnya. Kemudian, dia menarik tanganku dan menarikku masuk ke parit sambil meletakkan jari di bibirku dan berkata, "Sst!" saat aku hendak bicara. Dia berbisik kepadaku bahwa aku tidak boleh bersuara, karena Indian datang. Dan saat aku mengatakan padanya aku tidak pernah tahu ada Indian di Amerika, dia menyentuh bibirku dan berkata "Sst lagi. Dia bilang, Amerika dipenuhi orang Indian, hanya saja sebagian besar dari mereka bersembunyi, karena orang selalu ribut setiap kali melihat mereka. Terkadang, lanjutnya lagi, dia membiarkan orang Indian melihatnya. dan terkadang dia bersembunyi. Saat dia hendak membuka bibir pinknya untuk bicara, aku meletakkan jariku di bibirnya dan berkata "Sst....""

__ADS_1


Mata gelap Keith terlihat menerawang, irisnya yang hitam menangkap cahaya dan terlihat berkilau. "Aku tinggal di Amerika sampai akhir bulan Mei, bekerja dengan pembuat lilin di Manhattan dan aku bertemu dengannya setiap kali dia bisa menyelinap ke luar dari rumahnya. Pada hari terakhir aku berada di Amerika, hujan turun dengan deras, dan kami bertemu di bawah pohon, dia mengatakan sepertinya matahari sedang menutup tirainya."


Kesunyian bertahan cukup lama. Mata Keith kembali menatap mata Gege. Dengan suara lembut, ketua Dark Devil itu berkata, "Kau tahu, aku harus meninggalkannya. Keluarganya tidak akan pernah membiarkan aku mendekatinya secara terbuka. Pertemanan kami pun semakin dekat dan terikat, dia terlalu terhormat untuk dinikahi, tapi terlalu muda untuk ditiduri. Godaannya semakin besar, itu sebabnya aku tidak pernah mencoba menemuinya lagi, tapi aku membayangkan dia hidup dengan senang dan bahagia, dan pada waktunya.... menikah. Bertahun-tahun kemudian, secara kebetulan aku mendengar keluarganya pergi dalam kondisi melarat. Saat itu, aku sudah memiliki Dark Devil dan uang yang banyak, aku mencarinya, tapi dia sudah meninggal. Ada dua orang anak yang ditinggalkannya, Farah dan seorang anak lelaki; dan suami... Andrew Baldwin."


Gege melepaskan napasnya yang sejak tadi tertahan di paru-parunya. "Baldwin yang terkenal itu?"


"Baldwin yang terkenal. Baldwin yang fanatik. Andrew dan Zac Baldwin....", Keith tersenyum tipis. "Mungkin Baldwin menjadi suami yang lebih baik untuknya dibandingkan dengan aku. Hanya itu caraku untuk menghibur kepedihan hatiku. Aku meninggalkan seseorang untuk menjaga anak-anaknya......"


"Aku tahu. Harry. Farah pernah bercerita padaku tentang pelayan rumahnya yang sangat menyebalkan".


Sebelah alis Keith terangkat penuh kekaguman. "Sudah berapa lama kau mengetahuinya?"


"Wah, wah. Kau sudah menggali sangat dalam, ya? Dia bukan orang hebat, tapi setidaknya aku tahu aku bisa memercayainya untuk tidak merayu Farah saat sudah mencapai usia puber. Yang belum bisa aku ketahui adalah apa yang dilakukan Farah di bandara yang akan pergi ke Manhattan dengan ditemani oleh Andreas, dan kenapa Andreas sampai harus merusak reputasi Farah dengan menyebarkan rumor bohong tentang hubungan asmara di antara mereka. Meskipun aku menduga ada campur tangan Leticia dalam masalah ini."


"Nenek Ryan?"

__ADS_1


"Iya." Keith melepaskan pergelangan kakinya yang disilangkan "Dia sangat memercayai Andreas. Dan, kau tahu, aku sedang mempertimbangkan untuk membawa Farah jika situasi keluarga Crandall memburuk. Aku meminta Leticia untuk terus berkorespondensi dengan tante Farah sehingga jika aku harus memindahkan Farah, prosesnya bisa dilakukan dengan lebih cepat. Saat itu, sepertinya tidak ada gunanya jika aku membuat Farah ketakutan dengan mengetahui bahwa aku memiliki ketertarikan kepadanya. Pada akhirnya, aku memutuskan akan lebih aman jika Farah tetap berada di tempat asalnya." Morgan mengamati jari kakinya, dan mengerakkannya. "Tentu saja, kenyataannya dugaanku salah. Untung saja kau membawanya kepadaku."


"Sementara itu Ryan menunjukkan ketertarikan padanya. Farah aman seperti berada di tempat pengasingan," sindir Gege dengan sinis. "Dan kau memutuskan Farah cocok untuk Ryan. Kumohon, jika kebetulan kau menemukan seseorang yang kau ingin agar kunikahi, katakan saja, 'Nikahi dia!' dan aku akan melakukannya. Kau tidak perlu menyeretku ke dalam situasi yang menyusahkan dan membingungkan seperti ini!"


"Omong kosong!" Senyuman Keith menenenangkan. "Aku hanya menyediakan kesempatan. Mereka yang melakukan sisanya. Aku tidak akan mendorong mereka, jika sejak awal aku tidak melihat bahwa mereka saling mencintal. Kau mengkhawatirkan Farah..., kalau begitu kejar saja dia."


Kata-kata Kaith membuat Gege tercengang. Gege berkata dengan cepat, "Kau serius?"


"Tentu saja. Kau mungkin bisa mulai mencarinya di rumah Zayn Crandall. Aku meminta Ryan untuk memberikan surat kepadanya."


Itu dia. Perangkap yang disiapkan dengan sangat rapi. Mungkin sejak awal Keith sudah bisa menebaknya. Hanya dengan dudak d depan meja. Kenapa ia bisa sampai tidak terpikir ke sana?


"Kenapa kau harus selalu melakukan segala sesuatu secara tuntas?" Mata Gege bersorot dingin, lebih daripada cairan es yang tiba-tiba mengisi pembuluh darahnya. "Apakah surat itu mengenai aku?"


"Hmm... Apa lagi kesamaan yang kumiliki dengan Zayn sang orang suci? Tentu saja surat itu mengenai dirimu. Pergilah ke sana dan cari tahu apa yang terjadi dengan gadis kesayangan kita itu. Tapi, pertama-tama," ujar Keith sambil menyeringai jail, "carikan aku sesuatu untuk kupakai di kakiku. Aku tidak mau berjalan di jalanan becek hanya dengan memakai kaus kaki.”

__ADS_1


...♡♡♡...


Mohon maaf rada telat ya akhir2 ini.. Aku lagi anteng nontonin drakor horror🤣


__ADS_2