
Pada pagi harinya, Farah terbangun di tempat tidur yang kokoh di dalam kamar Ryan, yang sudah dianggapnya sebagai kamarnya sendiri. Sinar matahari masuk melalui jendela yang terbuka dan angin berhembus masuk ke dalam kamar yang membuat Farah menyadari kalau Ia merindukan kamar ini.
Gege duduk di atas tempat tidur dan sepertinya Gege sudah berada di sana untuk waktu yang cukup lama. Berat tubuh Gege menekan kasur di kaki Farah. Gege menopang tubuhnya sendiri dengan siku, kemejanya terbuka hingga ke pinggang. Cahaya lampu membuat sosok Gege terlihat lebih lembut, membuat tubuhnya bercahaya dengan kilau putih dan membuat tulang pipinya tampak merona dengan kesensualitasannya. Mata Gege menatap seraya menilai Farahbdengan tajam, seolah mampu menarik informasi dari dalam pikiran Farah. Gegebmenunggu dengan sabar sampai Farah berbicara terlebih dulu, dan Farah pasti akan melakukannya jika ia bisa memikirkan sesuatu yang cerdas untuk dikatakan. Akhirnya, Gege mengangkat bahu dan memberikan gelas dari atas meja kepada Farah. Sambil mengamati Gege dari tepi gelas, Farah meminum isinya dan membuat ekspresi jijik.
"Iih! Apa itu?" tanya Farah.
"Jangan tanya. Aku melihat kau jauh lebih kurus. Aku pikir setelah berminggu-minggu tinggal di markas, kau sudah tahu untuk selalu makan tidak peduli apa pun yang terjadi. Jika kau berguling tengkurap, aku pasti bisa meletakkan telur di punggungmu dan telur itu tidak akan berguling jatuh."
Farah merasakan Gege menarik pakaian tidurnya untuk menyingkirkan kakinya. Farah tersenyum di atas bantal saat Gege merawat luka bekas gigitan serangga dengan alkohol yang terasa dingin di kulitnya. Tangan Gege terasa cekatan dan lembut.
"Seharusnya, mereka melakukan sesuatu terhadap masalah serangga di pulau-pulau yang ada di sekitar sini," ujar Farah."Pasti akan meningkatkan pertumbuhan industri."
"Aku tidak peduli dengan industri yang harus ditingkatkan. Kau sendiri sudah cukup menderita karenanya."
Setelah selesai, Gege beranjak ke samping tempat tidur dan mendorong Farah agar berbaring dan pria itu duduk di samping Farah sambil memegangi kedua sisi pinggangnya. Ekspresi wajah Gege pasti bisa membuat diri Farah yang empat bulan menjadi ketakutan.
__ADS_1
"Aku berharap kau bisa berhenti melakukan hal gila," ujar Gege. Sambil merebahkan kepala di atas bantal, Farah berusaha memberikan senyum menenangkan kepada Gege. Namun, tidak ada tanggapan dari Gege. Jadi, Farah meniru salah satu isyarat tangan bermakna kasar yang dipelajarinya dari Gio.
"Itu," ujar Gege dengan kering, "bahkan bukan jari yang tepat untuk melakukannya."
Farah bisa merasakan senyumannya mulai berubah menjad ringisan. "Apakah kau akan mengatakan betapa leganya dirimu bisa bertemu denganku lagi?"
"Tidak." Gerakan kepala Gege begitu intens. "Aku berharap kau berhasil sampai ke kota asalmu. Tentu saja, dengan Mike, itu mustahil terjadi. Apakah Ryan sudah mengatakan kepadamu bagaimana kami bisa menemukanmu?" Setelah Farah menggelengkan kepala sebagai jawaban tidak, Gege melanjutkan. "Beberapa bulan yang lalu, Mike pernah menunjukkan secarik kertas menyedihkan yang disebutnya sebagai peta kepada Will. Syukurlah Will orang yang cerdas. Dia hanya melihat peta itu selama beberapa detik, tapi dia bisa menggambarkannya kembali berdasarkan ingatan. Alasan kenapa butuh waktu lama sekali bagi kami untuk menemukanmu adalah karena kami menghabiskan waktu berhari-hari untuk menemukan Satan Place dan meneror penduduknya, sebelum Keith berpikir untuk memutar peta tersebut. Dan itulah yang membawa kami kepadamu, Dengan sengaja. Gio dan Will berusaha menyebarkan kisah bahwa Mike mendobrak pintu kamarmu dan memaksamu untuk ikut pergi bersamanya."
Mata Farah membelalak lebar. "Apakah Ryan berpura-pura memercayainya?"
Harapan sirna sudah. Tidak mungkin Farah bisa duduk tanpa menabrak tubuh Gege. Farah menggeliat untuk berusaha bersandar di kepala tempat tidur. "Apa yang dipikirkan oleh para anak buah yang lain?"
Dengan gerakan anggun, Gege menolehkan kepalanya sedikit ke belakang. "Kami menghabiskan waktu selama dua minggu mencarimu," jelas Gege. "Itu adalah dua minggu tanpa pemasukan, bahkan tanpa berusaha mencari pemasukan. Keputusan untuk mencarimu telah disepakati oleh semua anak buah Dark Devil, karena mereka tahu kau berada bersama orang yang tidak bisa diandalkan. Tapi tidak ada seorang pun yang suka jika pemasukan mereka berkurang. Dan ada pula sejumlah emas yang hilang, yang semua orang menduga diambil oleh Mike. Tapi bisakah kau membuatnya bahwa dia yang mengambilnya, bukan kau?".
"Yah." Merry tersenyum ceria. Setiap syarafnya terasa hidup danbtersentak. "Aku rasa semua orang tidak lagi suka kepadaku!"
__ADS_1
"Benarkah?" ujar Gege dengan tidak acuh. "Dari apa yang dikatakan Gio kepadaku dengan diam-diam, semalam kau sudah berhasil meyakinkan Ryan."
Dari senyum ceria, berubah menjadi amarah yang menyala. "Jika Gio mengatakan kepadamu itu adalah alasan kenapa....."
Gege menyela. "Gio tidak mengatakan hal semacam itu kepadaku karena, mengingat betapa polosnya dia, tidak pernah terpikir olehnya bahwa kau dan Ryan tidak pernah tidur bersama. Itu adalah bagian dari perlindunganmu, untuk membuat semua orang berpikir kau milik Ryan sepenuhnya, dan tidak ada seorang pun selain Keith, aku dan mungkin Pak Tua Yanka, tahu yang sebenarnya."
Sambil beranjak menjauh dari Farah, Gege mengangkat gelas teh herbal yang diberikan pemuda itu kepada Farah dan memegangnya dengan santai. "Semalam, jika bukan untuk meyakinkan Ryan, lalu untuk apa?"
Kemudian, setelah melihat tatapan yang diberikan Farah kepadanya, Gege berkata, "Dengar, aku juga tidak mau membahasnya. Tapi karena tidak ada orang lain yang mengatakannya kepadamu, lebih baik aku yang mengatakannya. Aku berbalik, menarik napas, dan setiap kali aku menoleh ke arahmu, perasaanmu semakin dalam terhadap Ryan. Ya kan? Lalu tentang semalam......?"
"Dengar Farah....., Jika ada anjing yang datang semalam dan membawaku pergi dari pulau itu, aku juga pasti akan mencium anjing tersebut," lanjut Gege dengan jengkel.
Kenapa, dari semua orang, harus Gio yang terpilih untuk memergokinya bersama Ryan dan mengatakannya kepada Gege? Gege, yang sudah beberapa kali menegaskan bahwa untuk seorang wanita yang mengaku membenci Ryan, ia terlalu sering ditemukan berada dekapan pria itu.dalam dekapan pria itu. Mata dan pikiran Gege memang sangat tajam. Pada akhirnya nanti, keputusasaan memaksanya untuk mengaku kepada Gege semua hal memalukan dan membuncah yang dirasakannya terhadap Ryan. Hari ini, ia masih harus berpura-pura tidak peduli, sekalipun Gege mungkin sudah bisa melihat isi hatinya yang sebenarnya.
Farah turun dari atas tempat tidur dan berdiri dengan kaki telanjang, menghadap ke arah Gege. "Ayo. Katakan kepadaku. Kenapa mencium Ryan bisa membuat bencana ini menjadi lebih buruk?".
__ADS_1
...♤♤♤...