Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 37


__ADS_3

Di markas Dark Devil, Gege menjadi orang pertama yang mengerti kenapa ada api di kamar Ryan dan langsung mengambil teleskop untuk melihat sosok yang sedang terombang-ambing oleh gelombang laut. Namun tiba-tiba saja Will yang berada tak jauh dari Gege juga memiliki kesimpulan yang sama dan melihat Gege berlari menuju dermaga. Selembut mungkin, Will menghantam kepala Gege hingga pingsan. Setelah menurunkan tubuh Gege di atas gazebo dengan perlahan, Will berteriak dari atas bahunya kepada salah satu anak buah Dark Devil yang ada di dekatnya, "Ambilkan rantai dan ikat Gege, sampai gadis itu diselamatkan atau mati. Dan jangan melihatku begitu. Gadis itu berada jauh dari kita. Terlalu jauh."


Will mengambil teleskop dari tangan Gege dan mengamati Farah yang menggapai-gapai di tengah laut dengan perasaan cemas sekaligus bersalah. Ia berusaha untuk memperkirakan apakah perahu yang berangkat dari kapal asing intelijen bisa mencapai Farag tepat pada waktunya. Guyuran hujan membuat jarak pandangnya pendek, dan Ia tidak tahu siapa yang berada di atas perahu itu, tapi Ryan pasti ada di sana, dan Ryan, dengan kemampuannya yang melebihi rata-rata, akan melakukan segala cara yang mampu dilakukan untuk menyelamatkan Farah.


Jika hati Will diibaratkan buah apel, maka belum pernah ada wanita yang pernah menggigitnya. Kebiasaan telah menghapuskan emosi yang ditimbulkan oleh ketidakberdayaan Farah. Farah bukan siapa-siapa untuknya, hanya wanita secara acak, yang menjadi hiburan untuk para anak buah Dark Devil, meskipun Gege pernah menyiratkan bahwa sang pemimpin Dark Devil lah yang merencanakan semua itu. Mustahil. Keith tidak akan pernah melibatkan dirinya untuk menjodohkan Ryan, apalagi jika menilai dari betapa seringnya Ryan tidak tidur di kamarnya sendiri.


Will mengangkat teleskopnya lagi, berusaha mengenyahkan bayangan seorang gadis ramping yang mengenakan pakaian pria dan topi berukuran sangat besar, dengan canggung memegang bola meriam saat itu.


Gio. Nama itu memasuki pikirannya seperti bunyi alarm tanda bahaya. Will berbalik dengan cepat dan berlari dengan jantung berdetak kencang kembali ke dalam mansion.. Ia mencapai ruang utama di tengah suara teriakan dan melihat Kevin berusaha menarik Gio, tetapi dihalangi oleh pisau mengkilap yang ada diacungkan oleh Gio. Dalam waktu sepersekian detik, Gio berlari sangat cepat keluar mansion menuju dermaga. Sambil memaki, Will memerintahkan anak buah yang lain untuk segera pergi mengejar Gio.


Tanpa pikir panjang, Gio terlihat sudah menceburkan dirinya ke laut di susul oleh Will dan Dennis. Gio adalah perenang yang hebat sehingga mereka kesulitan untuk mengejarnya. Mereka berteriak kepada Gio bahwa Farah sudah diselamatkan, bahwa Ryan sudah berhasil menarik Farah dari dalam air, tetapi entah Gio tidak bisa mendengarnya karena kerasnya suara deburan ombak atau kekhawatiran telah menumpulkan akal sehatnya. Pada akhirnya, mereka harus memaksa Gio naik ke perahu dan memukulinya dengan keras untuk mencegah Gio kembali ke laut hingga akhirnya perahu yang mereka tumpangi sudah di ikat kembali ke dermaga.

__ADS_1


Saat Ryan membawa Farah naik ke dermaga dan melem- parkannya ke kayu dermaga dalam keadaan basah kuyup, mereka masih berusaha menyadarkan Gio. Dengan langkah ringan, Ryan melintasi dermaga menuju ke tempat Gio berbaring tak berdaya. Bulu mata Gio yang panjang bergerak-gerak di pipi yang membiru karena dinginnya air laut. Di belakangnya, Ryan mendengar Keith menjawab pertanyaan yang ada di dalam pikirannya.


"Dia tidak akan mati. Si kecil Gio hanya berusaha menelan air laut, agar Farah bisa jatuh dengan selamat ke atas laut yang kering. Kau seharusnya berada di sini. Aku belum pernah melihat ada begitu banyak orang melompat dari dermaga." Keith Smith menoleh ke sekeliling, dan tatapan dinginnya berhenti di kepala koki. "Ah. Ternyata kau di sana, Will, Bukankah kau yang membuat Gege dirantai?". Keith tersenyum. "Bukankah aku tidak memerintahkanmu untuk merantai Gege? Aku tahu tindakanmu memiliki niat yang baik. Tapi, biar bagaimanapun juga, aku ingin dia dilepaskan. Jadi, tolong lakukanlah. Dia dibutuhkan."


Berlutut di samping adik tirinya di depan Gio, Keith mengamati Ryan meletakkan jari di leher pemuda yang masih belum sadarkan diri itu, untuk mencari denyut nadi dan menghitungnya dalam hati. Saat Ryan menarik tangannya, Keith berkata, "Aku mungkin harus mengatakannya kepadamu; dia melakukan tindakan nekat dengan menentang peraturan dan melompat ke laut. Dan, sayangnya, Gio melupakan posisinya saat berhadapan dengan Kevin".


Ryan mengangkat kepalanya dengan cepat. "Apa yang terjadi?".


"Bocah itu mengancam Kevin dengan pisau."


"Tidak. Jangan membuat dirimu sendiri terlihat bodoh dengan bertanya padanya." Keith terdiam. Kemudian, "Tentang gadis itu-".

__ADS_1


"Iya... Tentang gadis itu..... ", Ryan berdiri perlahan dan berjalan menghampiri Farah. Farah duduk di tempat Ryan meninggalkannya tadi, bergelung di pinggir dermaga.


Sambil menurunkan tubuhnya dengan gerakan mulus, Ryan duduk di dekat Farah yang basah oleh guyuran hujan, dan dengan perlahan menangkupkan kepala Farah dengan kedua tangannya. Rambut Farah terasa lengket dan ada rumput laut yang tersangkut di sana, saat ia menekannya rambut itu mengeluarkan air seperti spons, yang mengalir ke pergelangan tangan dan lengannya. Satu-satunya ekspresi yang bisa dilihatnya di wajah Farah hanyalah syok. Mata Farah kosong dan bengkak, dengan butiran garam menempel di bulu matanya, kulit Farah yang halus terasa sedingin es saat disentuh, bibir Farah yang kebiruan membuka dan tidak bergerak.


"Bantulah aku Tuhan," gumam Ryan, dan di dalam suara Ryan, Farah mendengar kemarahan dan kejengkelan.


"Jika kau berusaha untuk melarikan diri lagi dariku, aku akan mengikatmu di tiang meriam dan menguliti setiap inci kulitmu dari punggung."


Dengan sabar, Gege yang sudah dilepas, membawa Farah kembali ke mansion, mengeringkan tubuh dan rambutnya, memberinya makan, membantunya naik ke tempat tidur. Gege mengunci pintu kamar dan memberikannya kepada Ryan yang sedang duduk di ruang tengah yang sedang menemani Gio makan sup hangat. Gege melakukan apa yang ia bisa untuk Gio, yang sudah sadar dan, seperti yang bisa diduga, tidak berhenti mengeluh karena terlalu dimanjakan. Saat Gege menuju aula, Ia melihat Keith da Kevin yang sedang mengobrol serius. Butuh waktu lima belas menit untuk membujuk Kevin agar menunggu sampai pagi untuk memberikan hukuman kepada Gio. Satu hal lagi yang harus ia lakukan adalah meminta maaf kepada Will untuk mata lebam, yang didapatkan Will darinya segera setelah tangannya terlepas dari rantai.


Gege lalu melangkah masuk ke kamar Keith tanpa mengetuk pintu, hingga beberapa saat Keith sudah kembali ke kamarnya. Keith yang sudah berganti baju duduk di kursi berlapis kulit buaya dan tanpa membuang waktu, Gege mulai menjalankan tugas malamnya.

__ADS_1


...♤♤♤...


Likeeee, komeenn, hadiaaahh


__ADS_2