Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 85


__ADS_3

Alice Crandall adalah sosok wanita yang sulit untuk dibenci. Bertubuh mungil, tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu, dan mudah tersenyum serta suka bermain kotor-kotoran, begitu Ryan menjabarkan ibunya. Alice memiliki pembawaan yang ceria dan menawan, dan sepertinya menganggap dunia di luar kebunnya sebagai tempat yang aneh dan mengejutkan sehingga harus dihadapi dengan hati-hati. Alice terlihat pemalu di hadapan orang banyak, dan memancarkan kehangatan sekaligus kecemasan, kecuali jika sedang berada di antara teman- teman dekatnya. Tidak ada yang bisa meragukan kemurahan hatinya.


Tante Okta sudah menceritakan kepada Farah bahwa pada saat tiba di Amerika dalam keadaan takut, cemas dan sedih akibat keponakannya yang hilang, Andreas llangsung membawanya ke nenek Ryan, seorang wanita menakutkan, yang sambil berteriak kencang menuntut agar diberi tahu apa yang sudah dilakukannya terhadap keponakannya.


Semua itu menjadi mimpi buruk bagi Tante Okta, sampai Alice datang bersama Zayn untuk membawa Tante Okta tinggal di mansion utama. Di sana, Alice membuat Tante Okta merasa diterima dengan baik sebagai tamu maupun teman, karena menurut Alice semua korban nenek Ryan secara otomatis menjadi saudarinya. Selama berbulan-bulan berpisah dengan Farah, Okta tidak berdaya dan hanya bisa berusaha mencari Farah melalui jalur diplomasi yang berbelit-belit, Okta selalu mendapatkan kekuatan dari ibu Ryan. Rasanya menyenangkan sekali saat mengetahui setidaknya ada satu hal yang berjalan dengan baik. Menyenangkan. Tapi sekali lagi- ironis.


Kening Alice berkerut saat membaca sebuah surat. Alice menengadahan wajah dan berkata, "Kita harus pergi ke pesta." Kemudian, Alice menambahkan dengan seruan jengkel, "Aku sudah bisa menebaknya." Alice meletakkan surat itu di antara giginya, menggigitnya dengan ekspresi jengkel yang konyol, dan Farah mendapati dirinya sendiri berpikir, seperti yang sering dilakukannya selama tiga hari belakangan ini, bagaimana ibu Ryan itu bisa menjadi seorang istri bangsawan. Penampilan Alice menegaskan pendapat bahwa seorang wanita mungkin terlihat cantik menawan pada usia empat puluh tahun meskipun rambut Alice lebih sering terlihat mencuat ke sana-sini, kuku jarinya tidak rata karena digigiti, dan sering terlihat kotor oleh tanah, serta ada sela selebar dua jerami di gigi depannya yang biasanya digunakan Alice untuk menyelipkan ujung lidahnya, setiap kali Alice sedang berpikir serius, seperti sekarang yang dilakukannya sekarang. Alice duduk di samping Farah di kursi piano, menyusuri jarinya di atas simbol yang ada di belakang amplop.


"Ini biasanya berarti masalah," desah Alice. "Simbol keluarga Crandall."


Simbol itu berupa seekor unicorn, sama persis dengan yang ada di dalam mimpi Farah. la pasti pernah melihat simbol itu sebelumnya, di surat yang dikirimkan nenek Ryan kepada Tante Okta bertahun-tahun sebelumnya hewan mitos yang hidup dan bertahan di hati Farah. Unicorn. Simbol keluarga Ryan. Senyuman tersungging di sudut mulut Farah.

__ADS_1


"Ryan...." Farah mengambil amplop itu dari Alice, dan berjalan seperti orang linglung..


Tangan Alice beralih ke tuts piano, dan memainkan melodi yang ceria, membuat tutsnya kotor dengan noda tanah. "Yah, mungkin saja surat itu dari Ryan, tapi sekarang kau pasti sudah tahu bahwa Ryan tidak peduli dengan status kebangsawanannya. Cap simbolnya mungkin sudah tertutup debu tebal karena dia tidak pernah menggunakannya. Kau tahu, kami memiliki patung perunggu berbentuk unicorn di halaman, yang dipesan oleh nenek Ryan langsung dari Italia untuk hadiah kelahiran Ryan. Sungguh hadiah yang berlebihan untuk seorang bayi."


"Apakah kau tahu banyak tentang unicorn, Farah?" .


"Tidak." Farah tidak menengadahkan wajahnya ke arah Alice.


Dengan ngeri Tante Okta berseru, "Oh, tidak!"


"Memangnya seberapa mengerikannya dia?".Tanya Farah.

__ADS_1


Farah yang terbiasa bergaul dengan anggota Dark Devil mulai tersenyum.


"Dia suka membentak," tegas Alice. "Dia suka menghina. Dia suka melempar barang. Tapi, tidak dengan pria. Aku tidak pernah mau berada di dekatnya, kecuali ada Ryan atau Zayn di sampingku. Bukan berarti aku orang yang pengecut," tambah Alice, salah menginterpretasikan mimik wajah Merry. "Tapi, jika aku bertemu dengannya sendirian, yang dilakukannya hanyalah mengkritikku untuk hal-hal yang dilakukan oleh yang sebenarnya bukan salahku. Sekarang, Ryan sudah menjadi pria dewasa, dan aku tidak mau selalu membuntutinya."


Mata besar Alice yang berwarna hazel berubah sedih. "Sekalipun mau, aku juga tidak bisa mengontrolnya. Bahkan, saat kecil dia tidak pernah membutuhkan aku. Dia selalu bergantung kepada dirinya sendiri. Tapi, sekarang dia sudah berubah." Alice menyunggingkan senyuman lebar. "Cinta. Oh, ayolah, jangan terlihat malu begitu. Aku rasa sudah bertahun-tahun aku tidak pernah merasa sebahagia ini. Akhirnya Ryan mengatakan kali ini dia pulang untuk menetap, padahal sejak ulang tahunnya yang kelima belas, dia hampir tidak pernah menghabiskan waktu lebih dari empat hari di sini. Berat untuk Ryan karena tidak memiliki seseorang untuk tempatnya berbagi, dan dia tidak menyukai hiburan yang biasa dinikmati para pria bangsawan sekelasnya. Permainan kartu membuatnya bosan, begitu pula dengan taruhan di arena perkelahian dan pacuan kuda. berjalan-jalan di taman untuk bergosip dan mengobrol tentang hal- hal tidak penting, dan dia tidak mau memiliki pelayan pribadi. Nah, kau bayangkan saja sendiri."


Sambil menyusuri tangannya di sebuah hiasan, Okta berkata, "Tapi, Alice, para gadis masyarakat kelas atas tetap mengaguminya."


"Memang benar. Mereka adalah orang-orang yang munafik! Mustahil membuat mereka tidak menyukai Ryan." Ibu Ryan menggosok hidungnya dengan tangan dan meninggalkan bekas noda di sana. "Semua karena gelarnya, dan-yah, yang lain-lain. Mereka juga memperlakukan ayahnya dengan cara yang sama. Apa pun yang dilakukan oleh almarhum suamiku menjadi tren. Saat dia menikahiku, dua pengagum beratnya benar- benar menikahi putri tukang kebun mereka masing-masing meskipun salah satunya berusia dua puluh lima tahun lebih tua dari sang pengantin pria. Dan setelah kami membeli mansion, para petani nyaris tidak bisa menemukan lahan yang masih kosong untuk mereka garap musim itu, karena para bangsawan berbondong-bondong membangun rumah juga. Aku terheran-heran dibuatnya! Ngomong-ngomong Farah, apakah kau bisa berdansa?".


...♡♡♡...

__ADS_1


__ADS_2