
Keesokan harinya...
Gege sudah tidak mengunci pintu kamar sejak hari keenam. Ia merasa Farah sudah sadar akan situasi yang dialaminya saat ini. Gege masuk ke kamar dan mendapati Farah sedang menatap keluar melalui jendela yang terbuka lebar.
"Pagi" Ucap Gege seraya meletakkan semangkuk sereal dengan topping berries dan madu. "Cepat habiskan sarapanmu".
Farah berbalik menatap Gege dengan raut murung sekaligus jengkel. "Aku tidak mau makan. Berikan saja pada ubur-ubur!".
Gege bersedekap dada. "Dengar. Jangan mulai pertengkaran di pagi hari. Dan ada apa dengan raut wajahmu itu?".
"Apa kau berharap aku tertawa riang setelah mengetahui aku benar-benar akan dijual?! Aku pikir Ryan bercanda saat mengatakannya padaku!".
Gege menghela napasnya dengan kasar. "Farah, Ryan tidak akan menjualmu pada siapapun".
Farah tersenyum sinis. "Oh ya? Itu katamu! Mungkin saja dia melakukan kesepakatan rahasia dengan orang yang akan membeliku! Buktinya dia tidak kembali selama hampir dua pekan!".
"Apa kau merindukannya?"
"Rindu? Tidak! Aku hanya berpikir semalaman. Daripada aku dijual, lebih baik aku tetap di markas Dark Devil dan menjadi wanitamu seperti ucapan Keith!"
"Oh? Benarkah?" Ujar Gege dengan suara tenang. "Kenapa kau memilih untuk menjadi wanitaku? Bukan wanita Ryan?".
"Karena aku membencinya!" ujar Farah terdengar meyakinkan.
Gege menatap Farah sejenak. Tidak ada untungnya meladeni perdebatan dengan Farah di pagi hari, pikir Gege.
"Farah. Aku bisa mengatakan padamu seperti apa aku di tempat tidur" Ucap Gege serius. "Ini memalukan, tapi aku sangat cepat dan kau tidak akan terpuaskan. Lebih baik kau memilih Ryan yang sudah terkenal memilki kemampuan luar biasa dalam hal itu".
__ADS_1
Farah menaikkan alisnya dan berkata dengan asal, "Bagus. Lebih cepat lebih baik, kan?".
"Demi Tuhan, Farah! Sudahlah! Aku yang stress menghadapi tingkahmu!"Ujar Gege jengkel. "Sekarang cepat habiskan sereal ini dan kau bisa berjalan-jalan keluar!".
Farah terperangah. "Benarkah? Apakah Keith mengizinkan? Lalu bagaimana dengan para anak buahnya? Aku takut. Ryan bilang padaku jika dia akan melemparkan aku pada anak buahnya untuk dinikmati"
Gege tertawa geli. "Ada perbedaan antara kau pergi berkeliling markas atas seizin dan di bawah perlindungan Keith dengan kau yang sengaja dilemparkan ke anak buahnya". Ujar Gege. "Bagaimanapun juga, kau adalah barang milik Ryan yang tidak boleh dilukai. Lagipula jika kau berpikir para pria disini kehilangan akal sehatnya begitu saja karena seorang gadis lugu sepertimu, kau salah besar. Gairah mereka sudah cukup terpuaskan".
Tak membuang waktu lama, Gege yang akhirnya berhasil meyakinkan Farah kini harus melihat gadis itu berdiri seperti mayat di balik batang pohon kelapa. Gege memberikan Farah sebuah jaket beludru berwarna cokelat yang di ambilnya dari lemari Ryan dan topi model cowboy yang bisa menutupi hampir seluruh area setengah wajah Farah.
Angin laut yang dingin dan langit luas yang cerah menghidupkan kembali indera Farah yang selama ini mati rasa. Farah menatap ke sekitar di mana para anak buah Keith berlalu lalang. Mereka mengedipkan mata, tersenyum, dan menggodanya dengan melontarkan beberapa lelucon.
"Gege..."
"Aiisshh cobalah untuk terlihat berani, nona! Rasa penasaranmu ternyata sangat dangkal." Ujar Gege memotong apapun yang akan Farah katakan kepadanya. "Aku sudah bilang, mereka tidak akan berani macam-macam. Kau tidak perlu gemetar seperti itu".
Keith tertawa saat melihat Farah. "Angkat dagumu, Sayang. Aku akan mengenalkanmu pada seseorang". Ujar Keith. "Ini Mr. Kevin, kepala keamanan di markas Dark Devil. Farah masih bergeming sedikit menunduk. Topi yang dipakainya saat ini jadi mendukung wajahnya tak terlihat. "Apa aku harus mengajarimu bagaimana cara mematuhi perintah?" Dengan satu hentakan tangan besarnya, Keith menyingkap topi yang dipakai Farah. "Bagaimana, Kevin?" Keith beralih pada sang kepala keamanan.
Bibir Kevin menyunggingkan senyum. "Pria sialan itu... Ryan hanya perlu jalan ke pusat kota dan para wanita akan memujanya. Yang ini hmmmm... Aku heran kenapa Ryan sanggup meninggalkannya begiu lama ke daratan, Keith? Sebagian anak buahmu tidak begitu senang mendengar kabar keberadaan wanita ini. Kau tahu... Membawa seorang wanita ke markas....."
"Apa?" Keith menyeringai. "Membuat fokus anak buahku terganggu?".
"Ya. Anggap saja seperti itu". Ujar Kevin terang-terangan.
"Aku jamin yang ini tidak akan mengganggu siapapun, kecuali Gege." Suara Keith terdengar sangat keras hingga beberapa anak buahnya yang sedang berlalu lalang melakukan beberapa hal, mendengarnya. "Katakan pada para anak buahku, mereka semua hanya perlu menahan nafsu jika berada di dekat gadis ini. Dan jika ada salah satu dari mereka yang keberatan dengan adanya gadis ini di markasku, aku harap kau langsung mengirimnya untuk berbicara langsung padaku".
Kevin menaikkan alisnya. "Aku tidak akan keberatan jika Gege ingin mengajaknya berkeliling markas ini. Hanya saja, aku harap dia bukan gadis pembawa masalah".
__ADS_1
"Jika dia membuat masalah, dengan izin ku kau boleh......" Keith melemparkan senyum sinis pada Farah hingga membuat Farah berpikir yang tidak-tidak. "meminta dia untuk kembali ke dalam kamar".
Kevin menganggukkan kepala. Sang kepala keamanan tidak memiliki alasan lain untuk kuatir jika seperti itu. Keith dan Kevin lantas pergi meninggalkan Farah yang berdiri dengan gugup di sisi Gege. "Apa kau baik-baik saja?" Tanya Gege menatap sekilas pada Farah yang diam membisu.
Sambil memakai topinya kembali, Farah mengangguk. "Tentu saja. Tapi, Gege....."
"Apa?".
"Kenapa ada pria tua di sini?" Tunjuk Farah pada seorang pria yang berada tak jauh darinya.
"Apa kau pikir semua orang di sini adalah pria muda bertubuh tegap seperti yang kau lihat di club terpencil pada malam itu?".
"Bukan begitu, hanya saja kau tahu.. Seorang pria tua di markas mafia..." Gumam Farah. "Keith memberikan tugas apa padanya? Tidak mungkin membunuh orang atau mencekik, menyiksa dan hal mengerikan semacam itu kan?".
Gege terkekeh. "Jika kau penasaran, kenapa kau tidak menghampiri dan bertanya langsung padanya?".
"Aku--- takut"
Gege tertawa terbahak-bahak. "Hahahahahaha kau sungguh aneh. Wah sepertimya aku akan menceritakan banyak tingkah konyolmu pada Ryan selama dia pergi!".
Farah memberengut kesal. "Apa pentingnya menceritakan tentangku padanya. Dia tidak akan tertarik mendengarnya".
Gege lantas berhenti tertawa dan menatap Farah dengan serius. "Jika dia tertarik bagaimana?".
Farah terdiam tak menjawab apapun hingga akhirnya Ia memberanikan diri untuk menghampiri sang pria tua yang membuatnya cukup penasaran.
...♤♤♤...
__ADS_1
Ryan aku umpetin dulu~