Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 23


__ADS_3

"Ryan bilang padaku kalau aku akan dibebaskan jika kau bisa memastikan aku masih perawan. Apa maksudnya? Bagaimana caranya untuk memastikan itu, Ge?".


Gege menatap Farah dengan tatapan syok. "Apa selama ini kau hidup di pedalaman hutan amazon bersama hewan liar dan tidak bergaul dengan satupun manusia? Maksudku, apa kau benar-benar tidak tahu apa makna dari pertanyaanmu itu, Farah? Apa kau memang selugu itu?".


Farah mengedikkan bahunya dengan acuh. "Aku benar-benar tidak tahu. Aku bahkan baru menyadari sentuhan tangan pria bisa membuatku melayang, itu karena ulah Ryan. Maksudku, aku tidak tahu apapun terkait hal itu. Aku tidak memiliki teman. Seluruh hidupku, kuhabiskan hanya di dalam rumah dan halaman rumah saja. Aku juga tidak pergi ke sekolah, aku melakukan home schooling. Dia bahkan tidak mengizinkan aku untuk bergaul atau menyapa seseoranag di linglungan rumah. Yah... Seperti itulah".


Gege terdiam. "Apa hidupmu semenyedihkan itu? Maksudku bagaimana bisa di zaman yang sudah modern, masih ada orang yang hidup seperti itu?".


"Ya. Buktiknya ada. Yaitu aku dan entah mengapa aku menikmati saja aturan-aturan yang diterapkan oleh tanteku" ujar Farah. "Oke kita kembali lagi ke topik keperawanan, apa kau tidak bisa mengatakannya saja pada Ryan bahwa aku masih perawan?".


"Cobalah untuk mengerti". Ujar Gege denga sangat serius. "Ryan tidak bodoh. Dan Keith bisa mendeteksi kapan aku berkata jujur dan kapan aku berbohong. Lagipula, kemungkinan besar Ryan yang akan memeriksanya sendiri, hanya untuk memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kau lupakan. Ryan bukan orang yang mudah. Dia berniat melemahkanmu, Farah. Dan dia akan melakukan segala cara untuk melakukannya". Gege menatap mata Farah yang berkaca-kaca. "Astaga, kau memang gadis yang cengeng. Jangan menangis dan melihatku seperti itu. Aku tidak bisa membantumu. Jangan berharap banyak padaku. Hanya ada dua cara kau bisa berdamai dengan Ryan. Pertama, kau memuaskan dia. Atau kedua, kau mengatakan apa yang ingin dia ketahui. Kau mampu melakukan salah satunya, atau bahkan keduanya".


Farah tiba-tiba saja berdiri seraya menyeka sudut matanya yang berair. Ia menatap Gege dengan frustasi. "Apa kau tahu kalau tidak selalu kebenaran bisa menyelamatkan nyawa? Jika Ryan tahu apa yang aku lakukan di club terpencil itu, dia pasti akan langsung membunuhku!"


Gege lantas ikut berdiri dengan marah. "Astaga kenapa kau keras kepala sekali?! Apa kau gila? Apa kau tidak pernah berpikir jika mungkin kau bersikap lunak, maka Ryan akan melepaskanmu? Kegilaan apa yang ada di dalam dirimu hingga kau berani untuk menutup mulut hingga akhir di hadapan Ryan?!".


"Ya! Aku gila! Dan keras kepala! Tapi kau lihat? Karena sikapku seperti itulahbaku masih bisa bernafas di sarang mafia gila seperti kalian!". Farah berteriak tanpa Ia sadari.

__ADS_1


"Apa kau selalu percaya diri seperti ini? Apa kau tidak sedikitpun berpikir bahwa mungkin saja kau masih dibiarkan hidup hingga sekarang karena semata-mata kau hanya akan berakhir menjadi wanita bergilir para anak buah Keith?"


"Apa aku terlihat seperti seseorang yang biasa mencari masalah dengan seseorang? Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang hah?!".


"Bawa Ryan ke tempat tidur sialan! Puaskan dia dengan tubuhmu!"


Farah menatap Gege dengan sorot tajam. "Ingat kata-kataku. Tidak! Aku tidak akan pernah melakukannya!".Ujar Farah. "Membayangkan apa yang dia lakukan pada tubuhku saat pertama kali aku datang ke kamarnya saja sudah sangat menjijikkan!"


"Kau memang tidak memiliki selera yang baik" Ejek Gege. "Kemanapun Ryan pergi, kau akan terkejut melihat berapa banyak wanita yang rela melemparkan dirinya untuk menghibur Ryan di atas tempat tidur".


Farah mendengus tak suka. Suasana lalu berubah sunyi. Saat memikirkan situasi mereka sekarang, keduanya merasakan dorongan untuk menyeringai dan tertawa. Dengan cepat kemarahan keduanya menguap. Sorot mata Gege berubah lebih hangat dan lebih ramah. "Dengar, apa kau ingin berjalan-jalan di markas Dark Devil?"


"Ya. Tentu saja boleh. Aku akan meminta izin Keith agar kau bisa berjalan-jalan di sini".


Farah mengerutkan kening dengan wajah yang ragu. "Apa yakin dia tidak akan keberatan? Maksudku, dia pasti tidak mengizinkanku keluar dari kamar ini".


"Kurasa Keith akan mengizinkanmu selama kau tidak membuat ulah seperti tempo hari. Lagipula, toh kau tidak bisa pergi kemana-mana. Untuk ke daratan kau perlu sebuah kapal kecil dengan kecepatan penuh selama satu jam. Bayangkan berapa lama waktu yang akan kau tempuh jika kau berenang? Aku rasa sepuluh menit pertama berenang di lautan pasti kau akan menyerah..." Gege menyusuri tubuh Farah dengan tersenyum mengejek. "Mengingat tubuhmu sekecil ini".

__ADS_1


"Jangan meledek! Aku sudah tahu itu, tidak perlu menegaskannya lagi". Ucap Farah jengkel. "Lalu kapan aku bisa keluar berjalan-jalan di pulau ini?" Apa pulau ini luas? Apa tidak ada ular? Hewan buas?".


"Satu-satunya yang harus kau ingat adalah, di pulau ini yang berbahaya hanyalah Keith dan anak buahnya. Termasuk aku dan Ryan. Jangan pikirkan tentang hewan atau.apapun itu, karena kami semua pun bisa menjadi hewan buas di momen-momen tertentu". Ujar Gege dengan santai sementara Farah justru menutup mulutnya dengan rapat.


Dari sela pintu kamar yang tidak tertutup rapat, Keith cukup lama mengintip interaksi antara Farah dan Gege hingga membuatnya mengulum senyum. Keith lalu mendorong pintu hingga terbuka. Keith tersenyum ramah saat melihat Farah terkejut sementara Gege berusaha mengendurkan otot wajahnya yang sempat menegang.


Keith berjalan dengan santai memasuki kamar dan menepuk bahu Gege dengan lembut. "Anak-anak yang manis" ucap Keith menatap silih berganti pada Farah ataupun Gege.


"Apa kau tahu, Ge? Kurasa daripada kita menjualnya ke seseorang, apa lebih baik kita pertahankan saja?" ujar Keith.


"Kurasa Ryan akan setuju saja. Dia sempat menghubungiku dan akan menemui seseorang setelah urusannya selesai. Kurasa dia sudah menemukan orang yang tepat untuk menjual gadis ini. Tapi jika melihat interaksi kalian berdua sejak tadi, aku jadi berpikir, kurasa kita pertahankan saja dia dan menjadi wanitamu. Bagaimana?".


Gege menatap tajam Keith. "Jangan bermimpi. Aku tidak tertarik untuk memilki wanita simpanan. Kau sangat tahu itu".


Keith tertawa. "Ya. Kurasa sudah seharusnya kau hentikan sikap kuno mu itu, Ge." Keith lalu menatap Farah dengan seksama. Menyadari ketakutan dalam wajah gadis itu. "Kau tidak akan menyesal melakukan petualanganmu bersama wanita jika bersama dia. Aku bisa jamin itu".


Gege lantas berdiri dan mengajak Keith untuk keluar kamar meninggalkan Farah. "Lebih baik kita keluar dan berhenti mengatakan omong kosong tuan Keith!". Ujar Gege kesal hingga Keith suara tawa Keith semakin besar seraya melangkah keluar kamar.

__ADS_1


...♤♤♤...


__ADS_2