Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 15


__ADS_3

Tidak diragukan lagi suara tembakan yang dilepas oleh Farah pasti terdengar hingga ke ruangan Keith dan anak buahnya mengingat kamar Ryan tidak kedap suara. Semua telinga akan mencari tahu darimana sumber suara itu, dan Ryan menyeringai saat memikirkan berbagai spekulasi yang akan beredar di antara anak buahnya. Untung saja tembakan yang dilepas Farah tidak melukainya walau sebenarnya itu hanya meleset sepanjang ibu jari saja dari kepalanya.


"Nyaris saja. Jika kau membunuhku, aku takut Keith akan melemparkanmu ke aula untuk dinikmati oleh anak buahnya, dan setelah itu kau akan dilempar ke laut untuk menjadi santapan ikan hiu".


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan! Aku memiliki hak untuk melindungi tubuhku! Kau berjalan ke arahku dan itu membuatku berpikir kau akan melakukan hal menjijikkan padaku!"


"Aku tidak yakin Keith akan menganggapnya sebagai alasan yang patut ditolerir. Ada sesuatu yang perlu kau ketahui disini" Ujar Ryan dengan ketus. "Bahwa orang-orang disini tidak terlalu peduli pada wanita yang lugu atau liar. Perawan atau tidak perawan. Selama mereka bisa menikmatinya". Ryan menatap Farah dengan tajam. "Tapi melihatmu sebagai wanita Andreas, aku tidak yakin kau selugu itu bukan?".


Setelah semua yang terjadi, Farah harus mengulang nama itu di otaknya hanya sekedar untuk mengingat. "Andreas?".


"Aku dengar kau adalah wanita nya Andreas. Kalian berdua sangat dekat, bahkan pergi ke singapura bersama dan menikmati festival hingga berjalan sore hanya berdua sekaligus yang terakhir kudengar, kau bahkan akan pergi ke benua lain bersamanya" Ucap Ryan. "Aku yakin pria itu membuatmu nyaman di atas tempat tidur, kan?".


Pipi putih Farah tiba-tiba saja merona. "Hubunganku dengan Pak Andreas bukan hubungan menjijikan yang seperti kau pikirkan! Dia adalah sepupu teman lama tanteku! Aku bahkan bepergian tidak berdua dengannya, tanteku pun ikut serta!"


Ryan tersenyum miring. "Hmm.. Kau pandai bercerita rupanya. Untuk apa kau ikut pergi dengan tantemu dan apa tadi kau bilang? Andreas adalah sepupu... Teman.. Lama... Tantemu...?" Ryan menekankan kata demi kata seraya menatap Farah. "Jika merunut kembali, kau tidak ada kaitannya sama sekali dengan Andreas tapi fakta yang kudengar kau tersenyum, tertawa dan bergurau dengan pria itu. Pria yang kurasa lebih cocok untuk menjadi ayahmu. Dengar sayangku... Aku tidak akan melantur kemana-mana... Pembicraan ini....."

__ADS_1


"Kau yang melantur kemana-mana!" Sentak Farah kesal. Kelelahan mengguncang tubuh serta pikiran Farah. "Aku sudah dipukuli, dibius, diikat seperti hewan, ditelanjangi begitu saja tanpa seizinku, lalu aku disuruh menghirup serbuk entah apa itu! Sebaiknya kau berpikir ulang jika aku hanya akan berdiri diam mendengarkan hinaanmu!".


"Kasihan sekali" Ujar Ryan. "Kalau begitu kita akhiri saja. Berbaringlah di tempat tidur, aku akan membawakan sesuatu untuk kau makan. Obrolan yang tertunda bisa kita lanjutkan besok."


Sayang karena suasana hati yang buruk serta pikiran yang masih sedikit dipengaruhi serbuk putih Keith serta tubuh yang lelah, Farah justru marah. Sangat marah. Ia tidak menyadari bahwa Ryan mengatakan itu dengan tulus.


"Kalau kau macam-macam denganku di kamar ini, aku bersumpah, aku akan mencungkil matamu!".


Ryan berdiri diam menatap Farah dengan serius. "Aku tidak mengatakan apapun yang menyiratkan aku akan macam-macam denganmu. Aku hanya akan membawakan makanan untukmu. Memangnya kau berharap aku melakukan apa? Membiusmu lagi diam-diam dan membuangmu ke laut? Belum. Aku belum selesai denganmu, jadi aku tidak akan melakukan itu".


"Kau". Ujar Ryan. "Jadi kita kembali lagi ke masalah tubuh sucimu ya? Yang kau klaim kau perawan? Aku mengerti sekarang apa yang kau takutkan. Kau pikir darahku yang panas tidak bisa dikendalikan jika hanya berada sepuluh menit berduaan denganmu di kamar ini? Kau memang cukup cantik, tapi apa yang membuatmu yakin kalau aku memiliki ambisi untuk meniduri setiap wanita cantik yang kucium saat aku mabuk?" Ryan sudah menduga jika Farah akan bersikap seperti itu, mengingat wanita ini merupakan salah satu pengikut Andreas, tetapi Ryan tetap bersabar menunggu trik lain yang mungkin akan dilakukan Farah, yaitu menyerahkan dirinya, yang biasanya dilakukan oleh wanita-wanita Andreas yang lain, sebelum ini Andreas pun pernah mengirimkan wanita kepadanya.


Walau kali ini sedikit berbeda, karena Farah diculik, bukan ditawarkan kepada Ryan. Ada sesuatu yang terasa nyata dari penolakan Farah yang membuat Ryan bertanya-tanya apakah Farah benar wanita simpanan Andreas dan mencintai pria itu? Jika itu benar, maka merudapaksa Farah tidak akan menjadi pembalasan setimpal bagi Andreas. Ryan memikirkan semua asumsinya seraya menatap Farah dengan lekat, meskipun Ia sangat membenci Andreas, Ia bertanya-tanya seberapa besar Ia mampu menyakiti umpan yang terlihat rapuh ini, dengan kulit putihnya yang pucat. Saat melihat langkah Farah yang tak bersuara, Ryan bergerak dengan cepat untuk menangkap tubuh Farah. Lutut Farah tidak mampu lagi menopang tubuhnya.


Ryan menangkap Farah, menopang tubuh gadis itu. Farah bersandar di dada Ryan, seluruh penolakannya tiba-tiba saja buyar, Farah sama sekali tidak berat untuk Ryan. Saat Farah bersandar di dadanya, Ia sangat menyadari setiap lekuk tubuh Farah. Kelembutan dua bola kenyal Farah yang menempel ke dadanya, paha Farah di pahanya...

__ADS_1


Dengan suara pelan, Ryan berkata, "Aroma khas kemeja Keith. Aroma sandalwood, opium dan Kayu manis" Ryan menatap Farah. "Aku menyesal dia harus menyakitimu".


Farah terdiam dan keduanya saling menatap. "Bisakah kau melepaskan aku? Kumohon..."


"Sayang... Aku tidak bisa melakukannya". Ryan mengangkat tangannya untuk memiringkan kepala Farah, telapak tangan Ryan yang kekar berada di leher Farah, bibir Ryan terasa hangat di bibirnya. Lengan Ryan memeluk tubuh Farah dengan erat, dengan tekanan yang lembut, bibir Ryan memaksa untuk membuka bibir Farah. Darah mulai berdesir di leher Farah.


"Setiap kali kau mencium, seolah kau baru melakukannya untuk pertama kalinya" Ujar Ryan dengan nada yang lembut.


"Kau sudah membalaskan dendammu, sekarang lepaskan aku"


"Tidak sayangku.. Kita akan lihat apakah kita bisa membuat tubuhmu berkhianat. Cium aku lagi, dan setelahnya kau bisa mengatakan padaku apakah rasanya lebih buruk daripada mati".


Farah memalingkan wajahnya dan menekankan tangannya di dada Ryan. Ryan menarik wajah Farah dengan pelan dan memaksakan mulutnya ke mulut Farah, tekanan tangan Ryan dan ciuman bibir pria itu terlalu kuat untuk ditolak dan bibir mereka saling menarik lalu terlepas, menarik lagi dan terlepas lagi. Bibir Farah terasa mendamba sentuhan bibir pria itu.


Sial.. Kenapa seperti ini rasanya? Sangat memabukkan dan membuatku mmmmm...

__ADS_1


...♤♤♤...


__ADS_2