Takluk Di Bawah Pesonamu

Takluk Di Bawah Pesonamu
Bab 18


__ADS_3

"Aku tidak mau makan apapun".


"Benarkah? Kau terlihat pucat. Tidakkah kau sempat melihat dirimu sendiri saat ini? Kau nyaris tidak makan sejak...hmm... hampir dua hari ya? Anggaplah begitu."


"Jangan terus membicarakan makanan denganku. Aku tidak ingin makan apapun. Apa kau tidak mengerti?" Ucap Farah dengan nada ketus.


"Ah sudahlah! Sungguh menjengkelkan berkomunikasi dengan seorang wanita yang penuh curiga! Aku tetap akan membawakanmu bubur gandum!" Ujar Gege seraya melangkah keluar. Namun langkah pria itu terhenti di palang pintu. "Kau harus habiskan bubur gandum itu agar kau tidak kelaparan! Kapal logistik milik Keith baru akan tiba sore ini, jadi kita hanya akan makan bubur hingga kapal logistik datang. Tetap disini dan jangan berpikir untuk kabur. Ryan ingin berbicara denganmu".


"Apa ada kemungkinan dia akan melepaskanku?". Tanya Farah spontan.


"Aku sudah bilang padamu tadi, kali ini perhatikan kata-katamu dengan baik" Ujar Gege. "Apa dia akan melepaskanmu? Itu tergantung seberapa manisnya kau berkata-kata di depannya".


"Angkat kedua tanganmu" Ujar Gege seraya mengeluarkan sebuah tali dari saku celana. Sontak saja mata Farah membelalak. "Tidak! Jangan ikat aku lagi!".

__ADS_1


"Aku tidak akan melakukannya jika saja kau tidak melemparkan barang atau menembakkan peluru pada kepala Ryan. Keith pasti akan merasa muak dengan ulahmu dan mungkin dia sendiri nantinya yang akan turun tanngan memberimu pelajaran". Gege lalu menarik satu tangan Farah seraya menatap wajah Farah yang terlihat murung.


Gege lantas menghela napasnya. "Kau tunggu disini. Jangan bergerak dan jangan membuat masalah". Gege kembali keluar kamar entah kemana namun itu tidak membutuhkan waktu lama hingga akhirnya pria muda itu kembali dengan membawa semangkuk bubur gandum di tangannya.


Gege menarik tangan Farah agar wanita itu duduk di sofa dan memberikan semangkuk bubur gandum itu padanya. Gege melihat Farah hanya bergeming seraya menunduk ke arah mangkuk bubur. "Kalau kau masih belum memakannya, aku akan mengambil kembali scarf itu dan membiarkan banyak pria menikmati belahan dadamu itu".Ancam Gege. "dan jika kau menangis, aku akan mengambil gaunnya".


Mau tidak mau setelah melontarkan banyak ancaman pada Farah, akhirnya Farah menghabiskan bubur gandum itu. Suara pintu kamar terbuka seraya Keith dan Ryan memasuki kamar beriringan. Farah menghindari tatapan Keith yang terasa selalu mencekam untuknya. Apa pimpinan mafia memang memiliki aura gelap seperti itu? Farah bergumam seraya menatap mangkuk yang sudah tidak terisi oleh bubur gandum.


Farah lantas mencuri pandang pada Ryan. Jantungnya berdetak cepat. Ryan yang selalu terlihat sempurna dan gagah. Bahkan di bawah sorot sinar matahari pagi yang menyelinap ke kamar membuat aura Ryan sepenuhnya berbeda. Baru kali ini Ia melihat Ryan di bawah sinar matahari. Jika Ryan ingin memperdaya, jelas sekali pria itu bisa melakukannya dengan mudah. Ryan sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang memiliki belas kasihan. Mata Farah sialnya bertatapan dengan Keith, pria besar yang memiliki tinggi yang mungkin sekitar 185 cm, yang mampu kembali membuat Farah menundukkan kepala menatap sisa-sisa bubur gandum yang sudah mulai mengeras di dasar mangkuk.


Dengan suara ceria dan gestur tubuh yang santai, Ryan berucap. "Akhirnya gadis ini makan! Taktik apa yang kau lakukan ,Ge.. Hingga kau berhasil membuat dia menghabiskan isi mangkuk ini? Apa kau tak lupa memberinya sekotak penuh obat perangsang di laciku?".


Dagu Farah terangkat, matanya membelalak, tetapi terlihat jelas dari ekspresi wajah Farah bahwa gadis itu sama sekali tidak mengerti. Ryan melihat Farah mengalihkan pandangannya menatap Gege dan Ia melihat pria muda itu yang awalnya bergeming, lalu dengan mengejutkan, Gege menggelengkan kepala pelan meyakinkan Farah bahwa Ia tidak memasukkan apapun pada bubur gandum Farah.

__ADS_1


Keith dan Ryan saling melirik satu sama lain, walau bagi Farah gelengan pelan dari Gege suatu hal yang biasa, tapi tidak bagi Keith dan Ryan. Itu merupakan fenomena yang luar biasa melihat Gege bersikap baik pada wanita. Bahkan Keith pun mungkin mengakui bahwa Ia pun terkejut melihat tingkah Gege.


Ryan menatap Farah dengan banyak dugaan di pikirannya. Gadis ini adalah gadis ketiga yang di berikan oleh pria yang paling Ryan benci. Dengan lembut Ryan mengangkat tangannya dan menyusupkannya ke dalam rambut Farah, lalu menariknya kepala gadis itu dengan perlahan sampai tatapannya tertuju langsung pada Ryan.


"Kau berani makan?" tanya Ryan kepada Farah denga nada yang lembut. "Seorang tawanan pernah diberi semangkuk bubur gandum yang sam oleh Gege dan kau tahu apa? Tawanan itu mati dengan mengerikan dengan lidah yang menghitam serta matanya yang terbelalak seakan sebelum nyawa keluar dari raganya, Ia merasakan sakit yang luar biasa".


Itu adalah cara yang ampuh untuk mengintimidasi seseorang. Bubur gandum yang masih terasa di rongga mulut Farah membuat Farah terbatuk dan tersedak. Gege mendekat dan menepuk punggung Farah untuk membantunya meredakan batuk sekaligus nyaris mematahkan tulang Farah akibat tepukannya yang terlalu keras.


Ryan tersenyum miring. "Apa kau tahu? Aku berani bertaruh bahwa kau lebih menyenangkan saat mempertahankan keperawananmu daripada saat menyerahkannya nanti".


Keith sedari tadi mengamati interaksi ketiga orang di hadapannya. Keith terkekeh kecil seraya menghisap sebatang rokok dengan kuat dan menghembuskan asapnya ke udara. Sungguh hiburan yang menarik. Di luar dugaan, gadis mungil bermata hazel dan terlihat lugu itu memiliki pesona. Jadi, kau berhasil mempengaruhi Ryan, ya? Pikir Keith menatap Farah. "Hebat sekali... Aku tidak memberimu serbuk bius itu untuk sesuatu yang sia-sia"


Ryan memberikan sebuah senyuman yang menawan pada Farah. "Farah.... Hmm, siapa nama belakangmu?"

__ADS_1


Farah bergeming. Andai saja otaknya bisa berpikir dengan baik pagi ini. Farah tidak tahu.apa yang diinginkan Ryan darinya, namun Farah tidak bisa mengambil risiko dengan mengatakan nama belakangnya pada Ryan. Farah Fransiska. Selama ini orang hanya tau nama itu yang disematkan pada gadis itu, namun sebenarnya ada 1 nama yang Ia dapatkan dari sang ayah, yaitu Baldwin. Farah Fransiska Baldwin. Itulah nama lengkap Farah. Namanya bukan nama terkenal, namun nama Baldwin dikenal luas. Siapapun yang membaca surat kabar maupum berita-berita tentang keamanan atau pertahanan negara, pasti pernah mendengar tentang ayahnya. Farah tidak akan bisa menjadi orang biasa jika Ia menyandang nama Baldwin.


...♤♤♤...


__ADS_2