
Lama setelahnya, Farah terbangun di ruangan yang gelap dan Ia ingat jika Ia sempat mematikan lampu. Terdengar suara berisik di luar. Farah mencoba untuk tidur lagi. Namun, ia justru terbangun sepenuhnya, mendengarkan dengan seksama dan menginterpretasikan suara ramai yang terdengar di atasnya.
Kevin yang berada di puncak menara telah meneriakkan keberadaan kapal asing, yang berada di sebelah selatan, dan jaraknya tidak terlalu jauh dari pulau. Farah mendengar perintah untuk menyiapkan meriam. la sama sekali tidak merasa takut, Ia sudah pernah mendengar perintah serupa dan tahu bahwa mereka hanya akan memberikan tembakan peringatan. Yang lebih dikhawatirkannya adalah apa makanan ubur-ubur dan ikan nemo. Ia memikirkannya sambil duduk bersila di atas tempat tidur dan menutup mulutnya sehingga ia tidak akan menggigit lidahnya sendiri dan menutup telinganya untuk bersiap mendengarkan suara ledakan meriam.
Ledakan itu terdengar, seperti teriakan yang sangat keras, dan sedetik kemudian, Farah menyadari bahwa itu bukanlah tembakan peringatan, tetapi serangan terhadap markas Dark Devil.
Farah turun dari tempat tidur dan berjalan mondar-mandir. mengambil dan meletakkan kembali barang yang berjatuhan, menjepit ember berisi ubur-ubur di lemari untuk menjamin keselamatannya, lalu ia mendengar suara meriam ditembakkan lagi. Terdengar suara ledakan yang dahsyat lagi dan memaksa Farah untuk sadar jika saat ini Dark Devil sedang menghadapi pertempuran.
Dengan jantung yang berdetak cepat, Farah mendengarkan meriam yang kembali ditembakkan, dan teriakan pada anak buah Dark Devil di halaman. Farah pun menyadari banyak langkah kaki yang terdengar di koridor, hingga membuat setiap dinding di sekitar Farah terasa bergetar. Teriakan terus terdengar dari tenggorokan yang serak. Pekikan dari halaman bercampur dengan suara persiapan persenjataan lain, dan Farah hanya bisa menahan jerit ketakutannya.
Farah membuka pintu kamar dan langsung berlari menuju ke lantai bawah. Di halaman Ia disambut dengan asap mesiu yang membakar wajah dan paru-parunya. Guncangan dahsyat yang disertai dengan suara membahana dari meriam musuh membuat Farah terlempar kembali ke dekat pintu masuk mansion.
Semua terlihat gelap, Farah hanya mendengar suara makian, teriakan marah, besi yang dibenturkan dan langkah kaki yang semakin cepat.
Menyadari gentingnya situasi, Farah bisa merasakan kakinya terasa dingin dan gemetar. Keringat ketakutan membasahi kemejanya, membuat wajahnya basah, dan menetes ke mulutnya.
Tiba-tiba saja, sesosok tubuh terjatuh dari langit, dan mendarat tepat di dekatnya. Ternyata itu adalah Fay, asisten Kevin yang terjatuh langsung dari puncak menara, tempatnya bertugas sebagai pengawas dan dengan ngeri Farah menatap langsung ke mata kosong Fay yang sudah tidak bernyawa. Tangan Fay terkulai, menjatuhkan pistol dari atas geladak dan mendarat tepat di depan kaki Farah. Ia mengambilnya. mengikuti dorongan hati.
Sekali lagi, meriam ditembakkan ke arah halaman markas Dark Devil dan sekali lagi melemparkan Farah hingga kembali masuk ke dalam mansion. Dengan tertatih Farah berusaha berdiri dan berhati-hati menaiki undakan tangga untuk kembali ke kamarnya. Namun saat di depan kamar Keith, Farah merasa lebih aman untuk bersembunyi di kamar pemimpin Dark Devil. Farah menggapai kenopnya untuk dijadikan pegangan, saat kakinya tidak bisa berpijak dengan mantap di lantai. Tiba-tiba, kenop itu berputar, dan pintu tersebut terbuka, mendorong Farah ke dalam kamar.
__ADS_1
Di dalamnya, Farah melihat asisten Will, yang sedang memegang lampu obor yang berwarna hitam, pria yang dikenal Farah hanyabdengan nama Hei, Kau!.
Asisten Will sedang berdiri di depan meja besar Keith, cahaya lilin yang berwarna kuning jatuh di atas permukaan meja yang berbentuk oval panjang dan memantulkan wajah pria itu dengan bayangan gelap. Si asisten Will berbalik, melihat Farah, dan mulai berjalan menghampirinya dengan ekspresi marah. Secara insting, tangan Farah terangkat untuk melindungi dirinya. Tangan Farah masih menggenggam pistol, dan saat melihatnya, si asisten Will langsung mundur sambil menyeringai dingin.
"Apa yang sedang kau lakukan di kamar Keith?" tanya Farahbpada asisten Will.
"Dan memangnya siapa kau hingga berani bertanya begitu kepada ku, hah? Aku juga bisa mengajukan pertanyaan yang sama kepadamu! Yang terakhir kudengar, kau seharusnya dikurung di dalam kamar Ryan. Apa yang akan dikatakan Ryan jika dia melihatmu menggenggam pistol? Aku bisa saja memanggilnya. Apa yang akan kau katakan?".
Ancaman itu tidak sampai membuat Farah berkeringat dingin. Saat ini, Ryan memiliki urusan yang lebih penting. Dan apa yang dilakukan asisten Will di sini? Secara teori, Dark Devil menunjung tinggi demokrasi. Kamar Keith bukan hanya milik sang pimpinan secara pribadi, tetapi juga milik seluruh anak buahnya. Namun, Keith Smith tetaplah Keith Smith, dan dalam praktiknya, sebelum masuk ke dalam, siapapun harus mengetuk pintu terlebih dulu, dan menunggu undangan masuk, semua orang diberlakukan peraturan itu, kecuali Gege dan Ryan.
Farah menatap asisten Will dengan tajam. Kenapa asisten Will bisa berada di sini, sementara di luar sedang terjadi pertempuran sengit dan kenapa dia mencengkeram sebuah tas berukuran sedang?
"Ini bagianku!".Asisten Will mencengkeram tasnya dengan lebih erat. "Inilah yang pantas kudapatkan."
Farah tahu tidak ada satu pun anak buah Keith yang mementingkan diri mereka sendiri. Kevin akan membagi semua barang rampasan yang mereka dapatkan secara adil kepada semua anak buah. Namun, sepertinya pria yang ada di hadapannya melarikan diri dari pertempuran, dan hukuman untuk pelanggaran itu sangatlah mengerikan dibuang ke pulau kosong dengan berbekal makanan dan minuman yang hanya cukup untuk persediaan seminggu. Tiba-tiba saja, Farah menyadari bahwa keberadaan asisten Will di sini pastilah bermaksud jahat.
Farah berkata, "Kau berencana untuk kabur!"
"Wah, ternyata kau cukup cerdas juga! Aku tidak punya waktu untuk berdiri di sini dan berdebat denganmu, jadi jangan menghalangiku. Kita akan mengambil jalan sendiri-sendiri dan tidak ada yang akan mengetahuinya. Apa yang aku lakukan sama sekali bukan urusanmu."
__ADS_1
Sedikit kekaguman yang bercampur dengan keraguan mewarnai suara Farah, saat ia bertanya, "Apa maksudmu mengambil jalan sendiri-sendiri?".
Asisten Will yang sudah tidak sabar ingin segera pergi, dan setelah beberapa saat, sepertinya pria itu memutuskan akan lebih cepat dia bisa pergi jika menjawab pertanyaan Farah daripada berdebat dengannya. "Ada speed boat yang diturunkan di dermaga, yang aku rasa sengaja disiapkan untuk membawamu pergi dari markas ini, jika situasi di sini semakin memburuk. Tapi yang bertugas menjaga speed boat itu sudah mati dan jatuh ke laut. Jadi, sementara orang-orang bodoh itu fokus bertarung di luar jauh dari dermaga, aku bermaksud menggunakan speed boat itu untuk melarikan diri."
Farah diam sejenak. "Sekarang, dengarkan aku. Aku harus segera pergi dari sini, jadi......" Tidak ada waktu untuk memikirkannya dengan lebih matang. Farah menarik napas dan berkata, "Aku ingin pergi bersamamu."
Pria pada umumnya pasti akan merasa tersanjung jika mendengarbpermintaan semacam itu, tetapi asisten Will adalah seorang pengecut. Setiap orang di markas ini tahu Farah pernah mencoba melarikan diri sebelumnya. Asisten Will berkata dengan masam, "Yah, kau tidak bisa ikut denganku. Aku sudah memiliki cukup banyak masalah tanpa harus ditambah dengan Yang Mulia dan Paling
Berkuasa Ryan mengincar nyawaku." Asisten Will mulai beranjak menuju ke pintu.
Farah sudah banyak belajar selama sebulan menghabiskan hidupnya di markas mafia paling berbahaya yang pernah ada. Sambil memantapkan kakinya untuk menjaga keseimbangan dan menambah efek mengancam, Farah memegang pistol dengan kedua tangannya dan mengacungkan moncongnya tepat ke punggung asisten Will.
"Kau!" teriak Farah, "Jika kau berani mengambil satu langkah lagi tanpa mengajakku, aku akan meledakkan kepalamu."
Itu adalah ancaman yang sudah ia kembangkan sendiri sejak terakhir kali ia mengancam Ryan dengan pistol. Keith, jika bisa melihatnya saat ini, pasti akan sama terpukaunya seraya tertawa terbahak-bahak melihat Farah dengan keberaniannya saat ini.
...♤♤♤...
Likeee, komeeenn, hadiaaahh
__ADS_1