
Mimin tidur bersama Rey,hari ini Rey harus bangun awal karena dia harus bekerja.masa cutinya telah usai kini dia akan menjalankan rutinitas seperti biasanya.
"Udah masuk kerja Rey?." tanya sang mama melihat Rey yang ikut bergabung sarapan.
"Ia ma,hari ini aku masuk kerja." seru Rey sambil makan menu sarapan itu.
"Oh ya kak putri,apa kemarin kamu memarahi Mimin lagi?." tanya Rey sambil menatap sang kakak.
"Anak itu selalu saja mengadu pada mu.mungkin dia senang jika aku kena omel oleh mu." sungut putri kesal pada Mimin.
"Dia tidak mengadu,tapi aku yang memaksa nya untuk memberitahu alasan dia menangis.aku tahu kakak memarahinya kan." tutur Rey membela ponakan nya itu.
"Sudahlah Rey jangan membela nya terus,anak nakal seperti dia pantas mendapatkan amarah ku." protes putri.
"Kakak ini bagaimana sih,dia itu anak kandung kakak.seharusnya kakak menyayangi nya bukan memusuhinya." Rey mulai emosi suaranya sudah mulai meninggi.
"Anak haram seperti dia ingin mendapat kasih sayang dari ku,jangan harap." cibir putri.
"Jangan katakan itu lagi,dia anak yang suci.justru itu kesalahan kakak,seandainya kakak tidak pergi ke tempat laknat itu,semua ini tidak akan terjadi." cetus Rey membuat putri mengeram kesal.
"Kakak tidak akan di perkosa,dan Mimin tidak hadir di dunia ini.kakak yang terlalu nakal bukan Mimin." lanjut Rey sedikit membentak kakak nya itu.
"Salahkan aku terus Rey." seru putri meninggalkan meja makan.
"Sudahlah Rey tidak baik mengungkit masa lalu putri,kasihan dia." sahut Vian.
"Dia itu salah pa,dia menjadikan Mimin pelampiasan nya.kerap kali dia melakukan kekerasan pada Mimin,dia berprilaku kasar pada Mimin." balas Rey.
"Rey kamu jangan sok bijak.sebelum kamu memberi nasehat pada putri,introspeksi dulu diri kamu sendiri.sudah benar kah kamu memperlakukan Kelvin sebagai anak mu,sudah kamu beri kasih sayang dengan benar.jangan mengomentari perilaku putri pada anaknya,jika dirimu saja belum benar memperlakukan putra mu." celetuk Roy menangapi,membuat Rey seakan akan mendapat sekak mad dari nya.
"Aku punya cara tersendiri dalam mencurahkan kasih sayang ku pada Kelvin,kadang apa yang kita lihat belum tentu itu benar.hal baik itu tidak perlu kita umbar,ibarat prilaku baik kita itu bongkahan emas yang di kubur,meski tidak terlihat namun suatu hari orang lain dapat mencium nya." tutur Rey lalu pergi meninggalkan meja makan.
"Keluarga ku kenapa menjadi seperti ini,ya tuhan.kasihan cucu cucuku hidup tanpa dapat kasih sayang.putri di perkosa sedangkan roy menderita karena perjodohan itu dan Rey terjebak dua wanita.ya tuhan bantu kami mengakhiri penderitaan ini semua." doa Vian sambil melihat anak,cucu dan menantunya.
"Dasar Mimin sialan,anak itu harus ku beri pelajaran.ini semua gara gara pria baj*Ingan itu, dia berani memperkosa ku dan membuat aku malu seumur hidup.tidak ada pria yang mau menikah dengan ku,cita cita ku hancur karena ulah nya.AKH..aku benci takdir hidup ku." umpat putri,seperti biasa dia akan membanting benda benda di kamarnya jika dirinya sedang marah.
__ADS_1
"Aku harus segera menemui Mimin,mumpung Rey pergi kekantor.aku akan mengancam nya,jika dia berani mengadu aku memukul nya.akan ku bakar seluruh mainan nya." gumam putri lalu segera pergi dari kamar nya,yang sudah menjadi Kapa pecah.
Mimin yang sedang tidur pulas kaget,karena suara pintu yang di tendang seseorang.anak itu langsung duduk dan melihat mama nya menatap nyalang ke arahnya.
"Dasar anak tak tahu diri,plak plak plak." umpat putri langsung memukul tubuh Mimin.
"Ampun mama...hiks hiks...Mimin gak nakal lagi..hiks hiks..jangan pukul Mimin... huhuhuhu." Mimin melindungi wajahnya dari pukulan sang mama.
"Berani kamu mengadu dengan Rey ha,plak plak plak." umpatnya sambil kembali melancarkan aksinya.
Key yang ingin menemui Rey merasa heran,karena dia dapat melihat dari kejauhan para pelayan yang berkerumunan di pintu kamar tamu,key penasaran dan segera mempercepat langkah nya.
Key menerobos kerumunan itu,matanya langsung terbelalak melihat pemandangan di kamar itu.
"HNETIKAN!!." pekik key langsung mendorong putri hingga jatuh kelantai.
"KAMU, JANGAN IKUT CAMPUR!!!." tunjuk putri tak senang melihat key,menghentikan aksinya.
"Apa kamu sudah gila?kamu memukul anak kecil,dimana otak mu?." bentak key sambil memeluk tubuh Mimin.
"Anak mu kamu bilang.dengar ya,jika dia memang anak mu tidak mungkin kamu tega memukulinya.orang tua macam apa kamu?." sungut key kesal.
"Bawa kemari Mimin,aku masi ada urusan dengan nya." pinta putri ingin mendekati Mimin.
"Aku tidak akan memberikannya,kamu sadar apa yang kamu lakukan tadi adalah tindakan kekerasan pada anak,jika pihak berwajib mengetahui nya kamu bisa di penjara." ucap key sambil menepis tangan putri yang menegang lengan mimin.
"Aku tidak takut ucapan mu,bawa kemari anak ku." seru putri.
"Masi berani kamu mengakuinya sebagai anak mu setelah memukulinya,cuih." key langsung berludah tepat di depan putri.
"Seharusnya kamu itu bersyukur di beri anak.diluar sana banyak perempuan yang ingin punya anak,bahkan ada yang tidak bisa punya anak.sedangkan kamu yang sudah mempunyai anak,malah memukulnya."
"jika kamu tidak suka keberadaan Mimin,berikan saja dia pada ku.aku akan siap menjadi ibu sambungnya." ujar key membuat pelayan takjub mendengar nya.
"Bawa saja anak sialan itu,setelah aku pikir pikir dia cocok hidup dengan mu.sama sama orang yang aku benci di dunia ini." serunya sambil meninggal kan kamar itu,pelayan segera bubar melihat putri yang hendak keluar dari kamar itu.
__ADS_1
"Ayo sayang kita ke kamar bunda." ucap key sambil menggendong Mimin.
Meski Mimin kerap kali berkelahi pada tiga bocil,namun tidak ada rasa dendam apa lagi benci di hati key.dia tahu Mimin sengaja nakal hanya untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya.
"Assalamualaikum." seru key.
"Waalaikum salam." sahut tiga bocil,mereka langsung melihat kedatangan bundanya dengan seseorang di gendongan nya.
"Anak siapa itu bunda?." tanya Kelvin, sejujurnya dia iri karena bundanya menggendong anak lain selain dirinya.
"Ini Mimin sepupu kamu." jawab key sambil duduk sedangkan Mimin semakin menyembunyikan wajahnya di pelukan key.
"Kenapa Mimin di bawa kemari,bunda tahu kan hubungan ku dengan nya tidak baik." seru Kelvin tidak senang.
"Sayang dengarkan bunda.tadi bunda lihat Mimin di pukuli dengan mama nya,jadi bunda menolong nya dan membawa nya Kemari." jelas key.
"Itu sudah hal biasa bunda,pokoknya Kelvin gak mau Mimin tinggal disini.sudah cukup dia merebut Daddy dari Kelvin,sekarang pasti dia ingin merebut bunda dari kelvin." celetuk Kelvin kesal.
"Sayang gak boleh gitu,kamu sadar sudah berburuk sangka pada nya." nasehat key.
"Tuh kan bunda udah mulai membela Mimin dari pada Kelvin,bunda mulai sayang kan dengan Mimin dan sudah mulai melupakan Kelvin." celetuk Kelvin dengan mata berkaca-kaca.
"Bukan begitu nak,sini deh bunda peluk.jujur bunda gak ada maksud seperti itu." bantah key sambil meraih Kelvin agar mendekat dengan nya.
"Dira tolong ambilkan bunda kotak obat nak." pinta key.
Key perlahan melepaskan Mimin dari pelukan nya,setelah terlepas ternyata anak itu sedang tidur.key perlahan mengobati luka memar pada tubuh Mimin,key mengumpat kesal pada putri yang telah memukul Mimin. hingga banyak memar dan legam di tubuh bocah itu.
"Kasihan Mimin banyak banget legam nya." celetuk Dira.
"Ia.mama nya tega banget ya,pukul Mimin." sahut Anton menanggapi.
"Bunda harap kalian bisa berteman baik dengan Mimin,buat dia betah tinggal di sini.karena jika dia gak betah apalagi sampai keluar,bisa bahaya.karena bertemu dengan mama nya yang galak itu." pinta key,Kelvin cemberut mendengar nya.
"Untuk anak bunda yang tampan,jangan suka salah paham.percayalah bunda sangat menyayangi mu lebih dari apa pun.jadi jangan takut bunda mu ini di rebut orang lain." key mengatakan itu sambil bertatapan pada kelvin.kelvin merasa damai mendengar penuturan bundanya itu.
__ADS_1
"Baiklah bunda ku yang cantik,mulai sekarang Kelvin akan mencoba untuk berteman dengan Mimin." seru Kelvin sambil memeluk key.