Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Par 52 ( permintaan orang sakit )


__ADS_3

"Tolong ambilkan aku minum." ujar Rey lemah.


"Lain kali mandi hujan ya,jika perlu seharian mandi nya,biar modar sekalian." omel key pada Rey.


"Aku sedang sakit kamu jangan kurang ajar pada ku." ucap Rey sambil memegang kepala nya.


"Kamu tidak akan sakit jika mendengar saran orang lain,gara gara kejahilan mu anak ku juga sakit karna mu." cerocos key yang duduk di samping suaminya itu.


"Sudah sudah jika kamu ingin mengomel tunggu aku sembuh saja,kepalaku semakin berdenyut karena suara mu." ucap Rey mulai kesal.


"Bunda dengan Daddy kenapa?." tanya kelvin yang baru bangun.


"Bunda lagi marahin Daddy mu yang nakal,dia kan yang ajak kamu mandi hujan?." tanya key yang langsung di angguki oleh Kelvin.


"Kamu jika besar jangan nakal seperti Daddy mu." saran key yang langsung dapat pelototan tajam dari Rey.


"Apa apa an sih kamu,menjelekan aku di depan anak ku.untung aku sakit jika tidak sudah ku Sentil dahi mu." ujar Rey marah


"Tapi kan itu kenyataan." ujar key.


"Ok aku akui ini semua salah ku puas,sekarang bikin kan aku makanan hijau seperti kemarin." perintah nya pada key.


"Itu namanya bubur kacang hijau tuan Rey yang Budiman dan saya tidak mau membuat kan anda buburnya ok." tolak key dengan melipat tangan di dada.


"Kelvin apa kamu mau makan bubur kacang hijau?." tanya Rey pada Kelvin dengan maksud terselubung.


"Mau.itu sangat enak daddy apalagi jika di campur durian,makin lezat." ujar Kelvin pada Daddy nya.


"Lihatlah Kelvin menginginkan nya,apakah kamu tidak kasihan pada Kelvin dia sedang sakit Lo." ujar Rey merayu key.


"Aku akan buat buburnya tapi hanya untuk Kelvin saja." ujar key yang beranjak dari duduknya.


"Tunggu." Rey mencegah Key dengan menarik tangannya sehingga key terjatuh tepat di atas dada bidang Rey mereka saling bertatapan dalam waktu yang cukup lama.


"𝑲𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒅𝒂𝒅𝒂 𝒌𝒖 𝒅𝒆𝒈 𝒅𝒆𝒈 𝒌𝒂𝒏 𝒚𝒂,𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒓𝒆𝒚 𝒈𝒊𝒍𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒔𝒆𝒕𝒂𝒎𝒑𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊 𝒋𝒊𝒌𝒂 𝒅𝒊𝒍𝒊𝒉𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒅𝒆𝒌𝒂𝒕 𝒈𝒍𝒆𝒌." 𝒌𝒆𝒚 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒍𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒍𝒊𝒗𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒆𝒃𝒆𝒓𝒂𝒑𝒂 𝒌𝒂𝒍𝒊.


"𝑲𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒎𝒂𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒂𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒊𝒏𝒅𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒃𝒆𝒅𝒂 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒑𝒆𝒓𝒆𝒎𝒑𝒖𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒊𝒏𝒏𝒚𝒂.𝒋𝒊𝒌𝒂 𝒅𝒊 𝒍𝒊𝒉𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒊𝒏𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒑𝒂 𝒅𝒊𝒂 𝒔𝒂𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒎𝒂𝒏𝒊𝒔 𝒔𝒆𝒌𝒂𝒍𝒊 𝒅𝒊 𝒎𝒂𝒕𝒂𝒌𝒖." 𝒔𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒕𝒂𝒑 𝒌𝒆𝒚 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎.

__ADS_1


"Kalian main,kenapa gak ajak Kelvin sih?." tanya Kelvin yang membangkitkan kesadaran kami.


"Eh." sambil menjauh dari Rey.


"Kamu bilang apa tadi nak,bunda gak dengar?." tanya key dengan gerogi.


"Bunda main tatapan ya,siapa berkedip matanya kena hukuman kan.kenapa gak ajak Kelvin?." tanya anak itu untuk kedua kalinya.


"Anu nak,itu,emmmm." key mulai bingung menjawab hal itu.


"Kami sangka kepala Kelvin pusing jadi Daddy dan bunda tidak ajak Kelvin main." jawab Rey mewakilkan key.


"Oh gitu ya." ujar Kelvin.


"Bunda buat bubur dulu ya?Kelvin dengan Daddy disini nunggu bubur nya Ok." key tersenyum canggung.


Setelah mendapatkan anggukan dari Kelvin,key langsung menuju dapur sekilas dia melihat senyum mengejek yang di lontarkan oleh rey.mengingat kejadian itu membuat pipinya merona malu.


"Astaghfirullah apa yang aku pikirkan,ini pipi kenapa panas gini sih,ayo key jangan baper dengan hal itu." gumam key sambil mencubit pipi nya.


Mengalihkan hal tadi dari pikirannya key mencoba fokus untuk membuat bubur yang di inginkan oleh anaknya dan juga suaminya,setelah matang dia berdiam diri di dapur,rasanya dia tidak siap untuk bertemu dengan Rey mungkin dia malu.


"Keluar,tidak,keluar,tidak,keluar." sambil menghitung jarinya.


"Keluar aja deh, bismilah semoga aku bisa biasa biasa saja di depan Rey nanti." ujar key sambil membawa Napan.


"Akhirnya bubur kesukaan Kelvin datang?." ucap Kelvin dengan semangat untuk sesaat dia melupakan jika dia sedang sakit terbukti dengan dia yang duduk sendiri.


Key meletakan bubur itu di meja dan memberikan salah satu mangkuk pada Rey.


"Aku tidak ingin makan sendiri,aku ingin kamu menyuapi ku?." perintah Rey yang tanpa ingin di bantah.


"Maaf tuan saya harus menyuapkan Kelvin,jadi anda harus makan sendiri." balas key.


Kelvin yang melihat perdebatan bunda dan Daddy yang tak ada ujungnya,membuat bocah itu angkat bicara.


"Bunda Kelvin makan sendiri saja?." ujar kelvin mengalah pada Daddy nya.

__ADS_1


"Gak usah sayang,kita berdua akan makan sambil di suapi bunda,sini anak Daddy duduk di pangkuan Daddy." Rey sambil menepuk pahanya agar Kelvin duduk.


"Baiklah mari kalian makan,suapan pertama untuk bayi besar aaaaaa." ujar key sambil menyuapi Rey.


"Kenapa rasanya pahit dan tidak enak?." tanya Rey karena rasa bubur itu tidak sesuai ekspektasi nya.


"Iya tidak enak bunda." sambung Kelvin.


"Itu semua karena kalian sedang sakit,biasanya orang sakit itu banyak keinginan untuk makan sesuatu tapi lidah mereka tidak mendukung untuk mengecap rasa." jawab key sambil mencoba bubur yang di suapkan tadi pada Kelvin dan Rey.


"Enak kok,nikmat sekali apalagi tadi bunda campur dengan durian,makin sreg rasanya." key memakan bubur itu dengan lahap di hadapan orang sakit itu.


"Itu kan bubur untuk kami kenapa malah kamu yang makan." tegur Rey tak rela bubur lezat itu di lahap habis oleh key.


"Ini tidak lezat jika masuk di mulut kalian,kalian itu sedang sakit,siapa suruh cari penyakit gak bisa makan enak kan." key Masi kesal dengan kelakuan anak dan ayah itu tempo hari lalu.


"Bunda lidah kelvin pahit." adu


nya dengan menahan tangis.


"Kasihan anak bunda ya,nanti jika sembuh jangan ikut main lagi ya sama daddy.daddy mu itu nakal." ujar key sambil menggendong anaknya dari pangkuan Reyhan.


"Maafkan Daddy nak ya,ajak kamu mandi hujan waktu itu." ujar key ikut memeluk anaknya.


Tak lama mereka tidur di pelukan key,membuat key tersenyum melihat anak dan ayah itu.perlahan key memindahkan kepala Rey di bantal setelah Rey terlepas baru dia menidurkan Kelvin di samping rey.baru key berdiri disisi tempat tidur sudah dikejutkan oleh suara Rey.


"Key tolong pijatkan kepalaku?." ujar Rey pelan tapi Masi terdengar oleh key.


"Ambilkan minum."


"Elus rambut ku."


"Pijat lagi kepalaku dengan pelan."


"Oleskan minyak kayu putih ke dada ku dan juga perut ku."


Itu lah perintah sang raja harimau itu pada ku,apakah ini maksud ucapan Hans tempo hari bahwa aku harus banyak bersabar menghadapi tuannya itu.andai saja dia tidak sakit sudah ku tinju batang hidungnya dari tadi.bayangkan saja siapa yang tidak naik darah dengan permintaan nya itu yang melebihi ngidamnya orang hamil.

__ADS_1



__ADS_2