Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 59 ( Memasang Umpan )


__ADS_3

Berkat semangat yang diberikan Ika pada ku,aku bisa bangkit dari keterpurukan ku dan menjalani kehidupan seperti sebelumnya.


"Mana Rey pak man,apa dia sudah sarapan?." tanyaku pada pak man.


"Tuan muda Masi tidur nyonya." jawab pak man.


"Bangunkan saja dia.kasihan Rey belum sarapan." perintah ku.


"Saya tidak berani nyonya,mengganggu istirahat tuan muda." bantah pak man.


"Lalu apa yang kamu bisa,hanya berdiri di sini melihat ku makan." teriak Willy marah.


"Kenapa bukan kamu saja yang bangunkan tuan Rey,jangan suruh pak man." sahut key yang baru datang.


Pak man nampak senang karena nona key membela dia dan melindungi nya.


"Kamu jangan ikut campur,aku nyonya rumah di sini.jadi kalian semua harus patuh pada perintah ku." ucap Willy sombong.


"Jangan sombong,tanpa ada nya pelayan di sini. rumah mu menjadi sarang debu dan kamu tidak bisa makan enak seperti ini.Kami bisa saja meninggalkan tempat ini dan menghasut orang orang agar tidak bekerja di rumah mu." sahut key geram melihat kesombongan Willy.


"Lakukan lah,aku yakin pelayan rendah seperti kalian ini,tidak bisa terpisah dari uang yang ku berikan." ucap Willy semakin sombong.


"Dasar nyonya sombong,kamu dengar ya? kami bisa saja hidup tanpa bekerja dengan mu,tapi kamu tidak bisa hidup tanpa pelayanan kami." ujar key membuat siapa saja yang melihatnya membenarkan perkataan nya.


Seketika Willy bungkam tidak bisa menjawab perkataan key,merasa dia telah kalah,Willy memutuskan untuk pergi meninggalkan ruang makan itu dengan wajah kecutnya.


"Terimakasih nona." ucap pak man setelah kepergian Willy.


"Untuk apa pak man." tanya key.


"Karena anda telah melindungi saya dari amukan nyonya Willy." ujar pak man.


"Oh itu.pak man jangan berterimakasih padaku seperti itu karena pak man juga sering membantu ku dan Kelvin." balas key sambil tersenyum hangat.


***


Willy berjalan cepat menuju kamarnya,Sampai dikamar nya Willy langsung melempar benda benda di kamarnya.dia mengamuk seperti orang kesetanan membuat suasana kamar yang rapi menjadi seperti kapal pecah.ika yang mendengar itu segera masuk untuk melihat apa yang di lakukan Willy.


"Kak apa yang terjadi?." tanya Ika menghampiri Willy yang sedang terduduk di lantai.


"Pokoknya kamu cepat jalan kan rencana itu,aku muak dengan si jelek itu." ucap Willy dengan napas turun naik menahan emosi.


"Apa yang di lakukan si jelek itu pada kakak?." tanya Ika penasaran.

__ADS_1


"Kamu tahu dia mempermalukan aku dengan mulut beracun nya itu." jelas Willy dengan wajah merah padam.


"Si jelek itu berani berbuat seperti itu." ucap Ika tak percaya.


"Ia Ika,dia mempermalukan ku.aku baru tahu ternyata dia memiliki lidah setajam itu.ternyata aku selama ini terlalu meremeh kan nya." ucap Willy.


"Wah si jelek itu benar benar harus di singkirkan kan seperti Nino." ujar Ika.


"Ia dia harus musnah,aku benci dia ada di dunia ini.kita harus memasang jebakan itu sekarang juga." ucap Willy membuat Ika terkejut.


"Baiklah semakin cepat semakin baik." ucap Ika dengan senyum misterius nya.


"Pergilah aku akan mengecoh ya lain agar tidak melihat mu.jangan lupa pasang umpan terlebih dahulu." ucap Willy beranjak berdiri.


"Asiiiap." balas Ika dengan semangat.


Willy menuju kebawah sedangkan Ika menuju lokasi dimana dia akan memasang jebakan itu.


"Pak man...pak man...oooo pak man." teriak Willy seperti Mak lampir membuat siapa saja risih mendengarnya.


"Iya nyonya." balas pak man setelah berlari cukup kencang menghampiri nyonya nya itu.


"Kumpulkan semua pelayan sekarang juga." perintah Willy tegas tanpa ingin di bantah.


Setelah memakan waktu beberapa menit, akhirnya pak man berhasil mengumpulkan semua pelayan di rumah ini.


"Kalian tahu kenapa aku mengumpulkan kalian di sini." tanya Willy pada para pelayan itu dan di jawab gelengan oleh mereka.


"Aku mengumpulkan kalian disini ingin memberikan kalian bonus.karena berkat perkataan key aku tersadar bahwa kalian sangat berjasa dalam mengurus aku dan rumah ku.maka dari itu kalian akan aku kasih bonus berupa hadiah,kalian bisa memilih nya nanti." ujar Willy lembut yang membuat pelayan bergedik ngeri mendengar nya.


Belum sempat keterkejutan mereka hilang.sudah mereka di buat terkejut lagi dengan kedatangan orang orang dari bren ternama membawa pakaian dan aksesoris lainnya.


"Ini adalah bonus hadiah yang akan ku berikan pada kalian.tapi satu orang satu ya,aku akan sebutkan nama kalian satu persatu,yang merasa nama nya di panggil silahkan maju." ujar Willy sambil membuka buku yang isinya nama nama pelayan yang bekerja di rumah ini.


Rencana kak Willy mengecoh pelayan nampaknya berhasil terlihat dari rumah yang sepi,entah apa yang kakak ku lakukan.


"Aku harus segera meletakan ini semua ke sudut sudut dimana si jelek itu kemungkinan lewat." gumam Ika sambil memegang benda kecil persegi empat itu.


Setelah semua nya terpasang Ika mengaktifkan handphone nya untuk melihat keadaan ruangan yang dia taruh alat canggih tadi.


"Akhirnya wanita jelek itu lewat,aku harus mulai pasang umpan ni." gumam Ika kesenangan.


"Bunda...bunda...tolong... kelvin." teriakan Kelvin membuat key panik.

__ADS_1


"Kelvin kamu di mana nak?." ujar key panik sambil mengikuti arah suara itu.


Suara teriakan itu berulang kali key dengar. sampai key tidak menyadari bahwa dia telah berada di suatu tempat yang sangat asing baginya.dan menendang sesuatu di kakinya.


"Apa tadi yang tertendang di kakiku." gumam key sambil mencari sesuatu di lantai.


"Apa itu?." tanya key setelah melihat kotak persegi panjang sudah berada di sebuah sudut pintu kamar.


"Apa ini.?" gumam key sambil memegang dan membuka kotak itu.


"Wah ternyata sebuah keris,tapi kenapa bisa retak seperti ini.'keris emas'." key membaca tulisan di keris itu.


"Apakah ini emas asli,wah jika itu benar.bisa kaya mendadak aku jika menjualnya di pelelangan.hihihi." ujar key cekikikan dengan ide konyol nya itu.


"Tapi ini milik siapa? sebaiknya aku simpan saja.jika ada yang mencarinya nanti akan ku kembalikan." ujar key sambil menutup kembali keris itu dan memasukan ke saku gamis nya.


"Oh ya,Dimana suara teriakan kelvin tadi.dan aku dimana?kenapa aku jadi merinding ya? ini tempat serem amat.atau jangan jangan tadi itu bukan suara Kelvin tapi suara makhluk halus.aku harus kabur dari sini." gumam key bergegas pergi dari sana meski bolak balik karena ia sering ter sesat.


Bruk.


"Aww." ucap key menabrak sesuatu.


"Apa nona tidak apa apa?." tanya Ika membantu key berdiri.


"Ya aku tidak apa apa." jawab key.


"Nona kenapa sampai disini?kenapa anda dari sana?." tanya Ika menunjuk arah yang di lalui key tadi.


"Itu tadi aku tersesat,aku tadi mendengar Kelvin memanggilku sehingga aku sampai di tempat itu." ucap key jujur.


"Saya sarankan anda jangan kesana lagi,karena tempat itu tempat terlarang di rumah ini.hanya tuan muda Rey yang sering kesana." ujar Ika memberi tahu.


"Oh ya.tapi kenapa?." tanya key heran.


"Saya juga tidak tahu nona,pelayan di sini tak pernah menginjakkan kaki disana,bahkan yang membersihkan tempat itu tuan muda Rey sendiri." jelas Ika membuat key semakin penasaran dengan tempat itu.


"Wah Tempat itu sangat misterius." balas key.


"Bisa di bilang begitu nona,mari cepat kita menjauh dari tempat ini!! sebelum tuan muda mengetahui jika anda kesana." ajak Ika sambil melangkah kan kakinya.


"Baiklah." ujar key mengikuti langkah Ika.


"Apa tuan Rey menggunakan ilmu hitam untuk persugihan ya? pasti tempat itu untuk memberi sesajen dengan para tuyul atau sejenisnya.astafirulloh kenapa aku jadi sok uzon begini, pasti aku kebanyakan nonton Suzanna jadi berpikir seperti itu." Key menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran buruknya.

__ADS_1


"Akhirnya si jelek ini memakan umpan ku, rasanya aku tidak sabar melihat pertunjukan heboh esok hari." sambil tersenyum miring.


__ADS_2