Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 139


__ADS_3

Tiba di rumah sakit key langsung mendapat kan penanganan,Rey bisa melihat melalui kaca bahwa dokter menggunakan alat pacu jantung ke dada istrinya.


"Alat itu bukankah di gunakan untuk orang yang getaran jantung nya melemah,ya Allah tolong jangan ambil nyawa istriku karena aku belum sanggup jika itu terjadi,aku belum membahagiakan nya." doa Rey untuk pertama kalinya dia memohon kepada sang maha kuasa.


"Tuan!bagaimana keadaan nyonya?." tanya Hens tiba tiba.


"Aku tidak tahu." balas Rey dengan suara lirih.hens sedikit terkejut karena selama dia mengenal tuannya tidak pernah melihat Rey sekacau ini.


Dengan penasaran Hens ikut melirik kearah dokter yang tengah menangani key.dalam hati dia langsung berpikir,pantas saja tuannya seperti itu.ternyata dokter tengah mengunakan alat pacu jantung itu.


"Semoga anda cepat sadar nyonya.anda adalah wanita terhebat yang pernah saya temui,anda pantas bahagia di sisi tuan muda." doa Hens untuk kebaikan keluarga tuan Rey.


"Kelvin,apa dia baik baik saja?." Rey teringat akan anak nya.


"Tuan kecil baik baik saja,kata dokter mungkin besok pagi dia baru sadar." jelas Hens membuat Rey mengangguk mengerti.


"Lalu siapa yang menjaga anak ku?." tanya Rey lagi,jujur di lubuk hatinya dia takut anaknya di culik kembali.


"Pak man yang menjaganya." balas Hens membuat Rey langsung menatap nya dengan tatapan tajam.


"Hanya pak man,apa kamu pikir anak ku bisa aman jika hanya di jaga satu orang.sekarang perintahkan sepuluh bodyguard handal untuk menjaga anak ku,aku tidak ingin penculikan itu terulang kembali." titah Rey dingin.hens bisa mengerti bahwa tuannya takut kejadian yang sama kembali terulang lagi.


"Baik tuan,maaf atas kelalaian saya dalam menjaga tuan kecil." pamit Hens namun tidak di respon oleh Rey mungkin dia marah pikir Hens.


Tak lama setelah kepergian Hens,dokter yang menangani key keluar.membuat Rey langsung berdiri dari duduknya.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?." seru Rey, sebenarnya dia sangat cemas karena melihat wajah sang dokter yang nampak memelas dan sedikit pucat,dari situ Rey bisa menebak bahwa istrinya tidak baik baik saja.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan muda,nona key mengalami koma.saya tidak tahu kapan dia terbangun dari koma nya?." jelas dokter itu dengan sedikit takut.rey yang mendengar hal itu langsung duduk kembali dengan kedua tangan mengusap wajahnya.


"Rey!!." panggil Wati yang baru datang bersama keluarga nya,Rey hanya menoleh sekilas.


"Apa yang terjadi?kenapa Kelvin dan key selalu berakhir di rumah sakit?." cecar Roy membuat semua mata langsung menatap tajam kearahnya.


"Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku? kenapa kalian memandang ku seolah olah ingin melahap ku?." tanya Roy tak mengerti kesalahan nya.


"Hentikan ocehan tak berguna itu,ingat adik mu sedang tertimpa musibah." nasehat Vian membuat Roy terdiam.


"Ada apa,nak?." tanya Wati lembut setelah duduk di samping putra nya,Wati tahu anaknya sedang sedih.


"Key,ma." adu Rey sambil memeluk Wati,saat ini di benar benar membutuhkan sandaran untuk menumpahkan segala kesedihan nya.


"Sudah tidak apa apa,mama yakin kok semua akan baik baik saja.benar gak pa?." ucap Wati sambil mengusap bahu Rey agar kembali tenang.


"Itu cuma pendapat dokter.dokter itu hanya manusia bisa jadi prediksi dia itu salah." celetuk Roy.


"Benar nak.kamu jangan pikirkan ucapan dokter,sekarang yang harus kamu lakukan merawat istrimu.sering sering lah ajak dia berbicara agar lekas sadar,lakukan hal yang sama ketika key merawat Kelvin ketika koma dulu." nasehat Vian membuat semua yang mendengar nya setuju.


"Jika kamu cengeng seperti ini,bagaimana bisa adik ipar bisa cepat sadar?." seru Roy membuat Rey tidak senang mendengar nya.


"Kamu akan mengerti bagaimana perasaan ku saat ini,jika kamu pernah berada di posisi yang sama seperti ku.rasanya menangis pun tidak dapat menenangkan hatimu,jika seandainya aku bisa menangis darah saat ini,mungkin Masi tidak dapat menenangkan hati ku." jelas Rey membuang Roy terbungkam.


"Bayangkan,istriku tiba tiba menjadi Dewi siluman dan menghancurkan batu siluman.ditambah anak ku yang ingin di jadikan tumbal,kamu tahu kan apa resikonya jika seseorang ditakdirkan dapat menghancurkan siluman?dia akan mati,dan semua itu di alami oleh wanita yang aku cintai.jika kamu mengalami nya perasaan mu akan hancur seperti perasaan ku,hiks hiks." Rey langsung menangis setelah menjelaskan apa yang terjadi pada keluarga nya.


"Istrimu Dewi siluman,tapi kenapa bisa?bukankah Willy?." tanya Vian terkejut mendengar penuturan sang putra.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu,pa?aku juga kaget melihat key tiba tiba berubah saat itu." ungkap Rey membuat semua termenung mendengar nya.


"Sudah jangan pikirkan tentang siluman lagi,lagipula siluman itu sudah musnah.yang terpenting saat ini keselamatan key." ujar Wati memecahkan lamunan semua orang.


"Mama benar,lebih baik sekarang kita masuk untuk melihat key." usul Vian sambil berjalan lebih dulu masuk kedalam ruangan itu,lalu di susul yang lain.


Sedih itulah perasaan pertama kali yang hinggap di hati Rey,melihat raut wajah yang pucat,bibir yang mulai mengering yang biasanya selalu mengomeli nya,memarahi nya. sekarang wanita itu tengah terbaring lemah tanpa bisa melakukan apa apa.


"Maafkan aku." ucap Rey sambil mencium punggung tangan istrinya,semua ikut sedih melihat Rey terpuruk.


"Pa,mama gak sanggup lihat Rey terpuruk seperti ini." adu Wati dengan mata berkaca kaca.


"Papa juga ma,kita sebagai orang tua hanya bisa berdoa agar Rey bahagia dan istrinya serta anaknya cepat kembali pulih." ucap Vian sambil mengelus bahu istrinya.


"Semoga ini terakhir kali nya musibah yang menimpa keluarga Rey,semoga kedepannya mereka hidup bahagia." doa Roy yang langsung di amin kan oleh orang tuanya.


Tiba tiba tidak ada suara yang keluar dari Rey,karena penasaran Roy mendekati sang adik dengan perlahan.setelah berada lebih dekat, Roy dapat melihat Rey sedang tertidur lelap sambil menggenggam erat tangan key


"Dia tidur,ma." ucap Roy pelan.


"Lebih baik kita pergi ke kantin.agar tidur Rey tidak terganggu." usul Vian.


"Apa tidak apa apa Rey kita tinggal sendiri?." ujar Wati cemas.


"Tidak apa apa,ma." ucap Roy meyakinkan.


"Tapi bagaimana jika seandainya ada orang jahat yang masuk kesini untuk menyakiti Rey dan key,lebih baik mama tetap di sini agar semua itu tidak terjadi." ucap Wati mulai cemas berlebihan.

__ADS_1


"Mama tidak perlu memikirkan itu semua.pikiran buruk mama itu tidak akan terjadi karena di depan sudah ada bodyguard yang menjaga Rey." seru Vian membuat Wati langsung tenang dan mau pergi ke kantin.


__ADS_2