
Apakah mimpi itu nyata,jahat sekali Willy menggunakan ilmu yang dia punya untuk menyakiti ku,Semoga saja aku bisa melawan ilmu yang dia punya.
"Bunda kenapa?apa bunda mimpi buruk lagi?." tanya Kelvin menghampiri ku.
"Iya nak,bunda bermimpi bertemu dengan nenek nenek di taman itu." balas key jujur.
"Kenapa nenek gayung itu selalu hadir di mimpi bunda?apa dia ada mau nyakitin bunda?." tanya Kelvin.
"Entah lah,bunda tidak tahu." ucap key lirih.
"Bunda jangan takut ya?Disini ada anak bujang bunda,yang akan siap melindungi bunda." kata itu sedikit menghibur key.
"Ia bunda,kami siap mempertaruhkan nyawa kami untuk melindungi bunda." sahut Anton membuat key terkekeh mendengarnya.
"Pokoknya jika nenek itu mau nyakitin bunda,kami akan ada paling depan untuk melindungi bunda." seru Dira.
"Benarkah,bunda terharu dengan keberanian kalian.kalian emang anak gadis bujang bunda." ujar key menatap mereka.
"Bunda,tadi pak man datang bawa makanan.tapi karena bunda bobo,jadi kami makan duluan,maaf ya bunda." seru Kelvin pelan.
"Gak apa apa nak,tapi kenapa kalian gak bangunin bunda?" tanya key.
"Tadi Kelvin lihat bunda tidurnya pulas banget,jadi Kelvin gak tega bangunin bunda." ujar Kelvin.
"Uluh uluh anak bunda pengertian banget." ujar key mencubit pelan pipi Kelvin.
"Ayo sekarang bunda makan,nanti makanan nya dingin gak enak lagi." pinta Kelvin.
"Oke.tapi bunda cuci muka dulu ya?." ucap key.
"Ia bunda,Kelvin tunggu di meja makan ya bunda." ucap kelvin.
Kelvin dan kedua teman nya pergi kemeja makan,sedangkan aku menuju kamar mandi untuk mencuci muka,saat aku membasuh muka ku,aku melihat kearah cermin.tapi bukan wajah ku yang ku lihat melainkan seekor ular dengan mulut terbuka ingin melahap ku.
"Akh..." teriak ku sambil menutup kedua mata ku.
"Bunda kenapa?Apa nenek itu mengganggu bunda?." tanya Kelvin setelah ada di dekat ku.
"Tidak ada nak,bunda tadi hanya terpeleset...
..iya terpeleset." balas key dengan jantung Masi berdegup kencang.
"Benarkah.apa bunda tidak apa apa?Ada yang sakit?Ayo kita ke rumah sakit." ucap Kelvin khawatir.
"Tidak apa apa,tolong bantu bunda berdiri." pintaku.kelvin dan kedua teman nya membantu ku berdiri.
"Beneran bunda gak apa apa?Wajah bunda pucat Lo." sahut Dira.
__ADS_1
"Itu karena bunda belum makan,makanya bunda lemas jadi jatuh deh." balas ku.
"Ayo bunda makan,Kelvin gak mau bunda sampai jatuh lagi." ajak Kelvin sedikit memaksa.
"Oke anak bujang bunda." key menuruti keinginan anaknya.
Sebelum key meninggal kamar mandi,key berbalik untuk melihat cermin itu lagi,Setelah dia lihat ternyata tidak ada ular di sana.apa kah ular itu teror yang di maksud nenek mustika?sangat sulit untuk menjalankan saran nenek mustika,karena key pasti akan sering terkejut dengan teror itu yang muncul tiba tiba.
Apakah dirinya sanggup menghadapi teror itu?Semoga saja dia bisa.
***
"Hahaha lihatlah wajah si jelek itu,membuat isi perutku terguncang, hahahaha." tawa Willy.
"Ini baru pemanasan,aku pastikan si jelek itu gila karena teror dari kita." ujar Ika.
"Cemerlang,ide mu Memang cemerlang.jalankan terus teror itu sampai si jelek itu mampus." pinta Willy sambil mengeratkan giginya.
"Tanpa kakak pinta,aku Pasti melakukan hal itu.utuk kali ini aku akan berusaha agar rencana kita tidak gagal." ucap Ika.
"Berhati hatilah saat melakukan teror itu,jangan sampai Rey mengetahui nya." saran Willy.
"Semoga saja tuan Rey,tidak mencium rencana kita." ucap Ika.
****
"Kenapa berhenti bunda?Ayo makan lagi,bunda baru makan sedikit loh." seru Kelvin melihat key hendak mencuci tangan.
"Bunda udah kenyang." balas key.
"Kenyang,Dira jika makan segitu bunda rasanya seperti makan kapas,terlalu sedikit.jika Dira yang masi kecil aja belum merasa kenyang,apalagi bunda?." celoteh Dira.
"Iya bunda,ayo makan lagi.jika kami makan sedikit pasti bunda langsung suruh tambah, sekarang gantian kami lagi yang minta bunda makan banyak." seru Anton.
"Oke bunda makan lagi." ucap key menambah nasi beserta kangkung.
Key mulai menyatukan apa yang ingin dia makan,saat makanan itu masuk kedalam mulut nya key memejamkan mata menahan mual yang tiba tiba muncul.saat dia membuka mata dia kaget saat melihat isi piring didekatnya penuh dengan belatung dan lintah,membuat key langsung memuntahkan makanan nya.
uehk uehk uehk
"Bunda kenapa?." tanya anak anak itu serentak.
"Ulat Kelvin ulat,ada ulat nak." ucap key histeris.
"Ulat.dimana bunda?sini biar Kelvin bunuh." tanya Kelvin sambil matanya mencari ulat yang di maksud key.
"Disan...." key terdiam saat di dalam piring itu adalah nasi dan lauk pauk,tidak ada ulat dan lintah yang dia lihat tadi.
__ADS_1
"Di mana bunda?." tanya Anton.
"Bunda salah lihat nak,mungkin bunda kekenyangan jadi enek makan makanan ini,makanya jadi lihat yang Aneh aneh." ucap key lirih.
"Astaghfirullah,maafin kami ya bunda.udah maksa bunda untuk makan lagi." ucap Kelvin menyesal.
" Ia gak apa apa,bunda hari ini emang gak selera makan.jadi percuma jika kalian paksa pun itu gak ada guna nya." seru key.
"Yaudah sekarang bunda istirahat lagi ya?Kelvin rasa bunda kecapean,Kelvin gak mau sampai bunda kenapa napa." pinta Kelvin.
"Oke,bantu bunda pergi ke ranjang ya? kepala bunda agak pusing." pinta key.
Kelvin dan Anton membantu key menuju tempat tidur,sedang kan Dira membereskan makanan.setelah sampai di ranjang key langsung bersandar,hari ini rasanya dia tidak enak badan karena beberapa kali terkejut karena teror itu yang muncul tiba tiba.
"Terima kasih,jangan tinggalkan bunda nak ya,bunda nanti merasa kesepian." pinta key.
"Oke bunda,kami tidak kemana mana kok,kami nonton tv.nanti jika bunda butuh apa apa, panggil kami ya?." ujar Anton.
"Oke." key sambil tersenyum.
Tiba tiba kantuk mendera menghampiri key,membuat key langsung tertidur.dengan keringat di keningnya.
"Bagaimana cu?apa teror mereka menakutkan?." suara itu membuat ku langsung membuka mata.
"Nenek mustika.apa kamu memanggil ku lagi?." tanya balik key.
"Tentu,hehehe" nenek mustika tertawa.
"Soal teror,mereka muncul tiba tiba.membuat aku terkejut,aku bingung bagaimana cara melakukan saran darimu.karena aku keburu takut duluan." ucap key.
"Aku lupa memberimu tahu mu sesuatu,pakailah cincin ini,jika cincin ini tiba tiba bercahaya,kamu langsung memejamkan mata mu dan lakukan saran dari ku." nenek mustika memberikan cincin bermata merah delima.
"Apa mereka tidak curiga dengan cincin ini?soalnya jika aku memakainya akan nampak mencolok di kulit hitam ku." tanya key.
"Tentu saja tida hehehe,karena cincin itu tidak dapat seorang pun lihat,selain kamu dan aku.hehhehe." jelas nenek mustika membuat key kaget.
"Benarkah,hebat sekali.aku akan segera memakainya,sudah cukup hari ini aku terkejut dan takut karena teror itu." gumam key sambil memakai cincin itu.
"Hahaha,kasihan sekali kamu." ejek nenek mustika.
"Ini juga karena mu,aku bingung setengah mati memikirkan bagaimana melakukan saran mu.namun ternyata kamu lupa memberi ku cincin ini." seru key sedikit kesal.
" Hehehehe maaf kan nenek,tadi nenek kebelet pup,jadi tergesa gesa memberi saran pada mu." ujar nenek mustika cengengesan.
"Sempat sempat nya mau pup berbicara padaku,untung dia tidak kentut di hadapan ku." gumam key kesal.
Karena keberadaan cincin di jari manisnya,key yakin bisa menghadapi teror itu.dia bersyukur ada nenek mustika yang memberi saran dan melindunginya.
__ADS_1