
"Ika tolong kakak,hiks hiks." seru Willy melalui telepon.
"Ada apa kak?kakak kenapa?." tanya Ika khawatir.
"Kakak di usir dari rumah,orang tua kak marah besar karena Rey menceraikan kakak." adu Willy dengan suara seraknya.
"Tuan Rey benar benar menceraikan kakak. kakak tidak di lukai oleh papa kakak kan?." tanya Ika sambil berjalan lalu lalang.
"Ia ika.tadi rey mengirimkan surat cerai itu kerumah papa.kebetulan papa yang menerima surat itu sehingga langsung murka pada ku." cerita Willy,membuat Ika semakin panik mendengar nya.
"Papa mengusirku bahkan dia ingin menghapus nama ku dari kartu keluarga,sekarang aku harus kemana,ik?aku tidak punya tujuan.tubuh ku juga sakit karena di pukul oleh papa tadi,hiks hiks." tangis Willy pecah saat selesai mengatakan hal itu pada Ika.
"Tenang lah kak,aku akan segera kesana.kakak Jangan kemana mana." pinta Ika sambil memutuskan panggilan tersebut.
Ika pergi ketempat sepi dia memilih hutan di taman belakang,setelah memastikan tidak ada yang mengikutinya.dia segera berubah menjadi seekor anak ular.
"Kak tunggu aku.aku berjanji akan membalas dendam kepada wanita itu dan tuan Rey karena mereka kakak tersakiti." ucapnya sambil keluar dari gerbang.
Ika dapat melihat Willy duduk di trotoar sambil sesekali menghapus air matanya.ika segera menghampiri Willy ketika sudah berubah wujud di belakang pohon.
"Kakak!!." pekik Ika sambil memeluk kakak nya itu.
"Ika hiks hiks,mereka menyakiti ku lagi.dia mengusir ku,hiks hiks...mereka menanggap aku anak yang tidak berguna,huhuhuhu." adu Willy sambil menangis pilu.
"Sabar kak,semua ini ujian.aku berjanji akan selalu berada di sisi kakak,jadi jangan nangis lagi ya?." bujuk ika.ika tahu kakak nya itu sangat terluka dengan sifat orang tuannya yang selalu keras padanya,padahal kakaknya itu sangat sayang pada kedua orang tua itu.
"Ayo sekarang kita pegi ke hotel,kakak harus beristirahat." ujar Ika sambil membawa koper.
"Akhhhh...sakit sekali,hiks hisk.aku tidak bisa berjalan Ika kakiku sakit,hiks hiks." adu Willy terduduk kembali sambil memegang kakinya.
"Astaga kaki kakak kenapa?kenapa sampai membiru begini?." tanya Ika dengan mata berkaca-kaca.
"Papa tadi memukul ku dan menendang ku,hiks hiks.dia tega melakukan itu pada anak nya sendiri,huhuhuhu." Ika menangis melihat keadaan Willy saat ini,rambut acak acakan, makeup yang berantakan di tambah mata yang mulai membengkak.
"Biar aku gendong kakak.ayo kita pergi,sebelum malam semakin larut." ajak Ika sambil jongkok di hadapan Willy.
__ADS_1
Ika mengendong kakak nya itu,koper Willy berjalan sendiri karena digerakkan oleh kekuatan Ika.
Willy tidak mau saat Ika mengajak nya menginap di hotel,kakak nya itu ingin menginap di kosan saja.
"Kakak yakin tinggal di tempat seperti ini?." tanya Ika setelah mengobati luka Kakak nya.
"Yakin Ika.kakak yakin beberapa hari lagi kota ini akan heboh karena berita perceraian ku.pasti banyak wartawan yang mencari ku,makanya aku ingin tinggal di tempat pelosok seperti ini." jelas Willy.
"Baiklah jika itu keinginan kakak.oh ya apa kakak sudah makan?." tanya Ika menatap kakaknya itu.
"Belum.kakak tidak ada selera makan." ujarnya.
"Kakak harus makan.kakak ingin makan apa?biar aku Carikan." bujuk Ika.
"Aku ingin makan daging wanita itu." ada tatapan membunuh saat Willy mengatakan hal itu.
"Baiklah,kakak tunggu disini.aku ingin membunuh wanita itu." seru Ika,membuat Willy tersenyum.
"Apa kamu yakin,bisa membawa daging wanita itu untuk ku?." tanya Willy memastikan.
"Hati hati." pesan Willy ketika Ika berubah menjadi seekor ular korba.
***
Seperti malam sebelumnya key akan tidur bertiga dalam satu ranjang dengan Kelvin tidur ditengah ia dan Rey.
Mereka sudah tidur pulas,tanpa menyadari ada seseorang yang ingin berbuat jahat pada keluarga yang mulai harmonis itu.
"Nyenyak sekali mereka tidur,setelah menyakiti kakak ku.aku bersumpah tidak akan membiarkan ada ketenangan di dalam rumah tangga wanita itu." gumam Ika dengan wujud ularnya.
"Tamatlah riwayat mu malam ini,pelakor." sosok ular itu mulai mendekati key.
Tiba tiba Ika terkejut karena key terbangun,ular itu bersembunyi di kolong ranjang.
"Sepertinya akan lebih menyenangkan jika aku bermain main dengan nya terlebih dahulu,sebelum membunuhnya."
__ADS_1
"Panas sekali,mana air putih dikamar habis lagi.terpaksa aku turun kebawah untuk minum." gumam key sambil melihat Kelvin tidur memeluk Daddy nya itu.
Key keluar kamar,Ika mengikuti key dari belakang.karena key merasa ada keanehan di belakang nya dengan segera dia menoleh kebelakang.saat dia menoleh dia melihat seekor ular,key segera berlari dengan kencang namun naas ular itu malah mengejarnya.
"Ya Tuhan kenapa ada ular mengejarku,aku harus lari kemana.mana semua orang tengah tidur lagi." ucap key membatin.
"Lari lah sejauh mungkin,semakin kamu pergi jauh dari rumah ini.semakin banyak peluang untuk ku membunuhmu."
Key terus berlari.tanpa terasa dia lari ke taman belakang,karena panik dia tidak bisa berpikir apa pun,beberapa kali dia menoleh kebelakang dan ternyata ular itu Masi mengejarnya.
"Sampai kapan aku berlari terus,ular itu asli atau siluman sih.yaa Allah tolong hamba mu dari ular berbisa yang mengejar hamba." doa key sambil berlari berputar arah ke kolam renang.
"Sudah habis waktu bermainnya,saat nya untuk ku membunuhnya."
"Au." key terjatuh karena tersandung,melihat hal itu Ika langsung mendekati key.
"Jangan... jangan gigit aku." pinta key pada Ika.
"Aku akan tetap membunuhmu." seru Ika setelah berubah menjadi manusia,key terkejut melihat hal itu.
"Ka....mu sil...Uman." ujar key tergagap.
"Ia aku siluman.malam ini aku akan membunuhmu dan menjadikan kamu makanan lezat untuk kakak ku." seru Ika semakin mendekati key, sedangkan key terus mudur menjauhi Ika.
"Apa salah ku padamu?." tanya key.
"Salahmu karena hadir di hidup Rey dan mengganggu kakak ku." cetus nya.
"Aku akan membunuh mu." ujar Ika berubah kembali menjadi seekor ular.
Key terus menjauh dari siluman itu,dia berharap ada seseorang yang menolongnya.dia tidak mau mati di sini,apalagi di jadi bahan santapan untuk siluman,sungguh key tak rela.
"Kak Willy pasti senang jika aku dapat membunuh wanita ini malam ini,aku yakin kak Willy akan sangat lahap makan daging wanita ini." ucap Ika membatin.
"Ya Tuhan di mana semua orang,kenapa tidak ada yang muncul membantu ku.apa sudah takdirnya aku meninggal malam ini." gumam key dalam hati sambil terus menjauh dari siluman itu.
__ADS_1