Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 50 ( Mandi Hujan )


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat tidak terasa aku menikah sudah tiga bulan,aku bersyukur hingga sampai detik ini aku di beri kesempatan pada yang maha kuasa menjalani hari hari ku di dunia ini.


"Hey boy bangun.hari sudah subuh, mari kita sholat bersama!." ajak ku pada kelvin yang masi terlelap.


"Kelvin bangun nak sudah subuh,katanya ingin meraton bersama Dira dan Anton." panggil ku sambil membisikkan di telinga nya.


"Hmmm,bunda Kelvin Masi ingin tidur." ucapnya dengan mata terpejam.


"Bunda pergi meraton ya,kamu bobo aja hingga siang." Kelvin langsung terduduk mendengar Ancaman ku.


"Tunggu bunda.Kelvin ingin berwudhu dulu." Kelvin bergegas lari ke kamar mandi.


"Dasar bocah, tunggu bundanya marah baru bangun dari tidur nya." gerutu key membentang sajadah.


Mereka melaksanakan sholat subuh bersama, dikamar baru mereka.kamar yang di inginkan key sudah jadi dan dia ingin menjadikan markas untuk menyusun rencana melindungi Kelvin atau lainnya.


"Kalian lagi sarapan apa tu,boleh cicip gak." ujar Bayu tiba tiba nongol.


"Kalian gak kerja,santai betul seperti nya kayak pengganguran aja." balas key sambil memakan kue bingka.


"Udah selesai nona,kami sengaja mengerjakan pekerjaan itu subuh buta,biar bisa ikut meraton dengan nona." ucap Angel sambil duduk mendekati key.


"Emang kalian di bolehkan dengan pak man,gak kena marah gitu." tanya key.


"Ya enggak lah,jika pekerjaan kami udah selesai,lagi pula pak man kan geng kita mana mau dia marah pada kita kita.bener gak?." ucap Helen menimpali.


"Bener banget." ucap Bayu sambil mencomot kue ku.


"Ih Bayu gak sopan banget sih, makan kue nona gak izin lagi." omel angel.


"Gak apa apa makan saja aku buat banyak kok." ujar key.


"Nona aja gak marah hu,am nyam nyam enak banget." sambil makan dengan centil nya agar angel ngiler.


"Kalian makan juga,nanti baru kita meraton.lagi pula ini Masi jam enam tunggu jam setengah tujuh baru kita pergi." ujar key yang saat ini sudah siap dengan pakaian olahraga nya.


"Waduh berarti bentar lagi donk, gue siap siap dulu ya bay bay." berlari dengan langkah seribu.


Setelah sarapan mereka sudah berkumpul di halaman rumah dan menunggu Bayu yang sedang bersiap siap dari tadi,tapi yang di tunggu tunggu seperti tidak muncul dari tadi.


"Ni banci mana sih,kita tinggalin aja yuk." ujar angel yang bosan menunggu Bayu.

__ADS_1


"Iya nih bentar lagi jam delapan,entar kita kesiangan lagi." ujar Helen.


"Kita tunggu aja sepuluh menit lagi jika Bayu gak datang juga baru kita pergi." saran key.


"Awas tu banci jika dia kesini tak sentil dahi ne." kesal angel yang disambut senyuman oleh yang melihat nya.


"Kelvin coba kamu panggil Om Bayu,suruh kemari dengan cepat,bilang bunda udah nunggu."ucap key pada Kelvin yang sedang duduk bersama teman nya.


"Ok bunda,ayo kita panggil Om Bayu!." ajak Kelvin pada kedua temannya.


"Da da bunda kami pergi dulu." pamit Dira pada key.


Tak lama anak anak itu kembali dengan Bayu di belakang mereka.melihat Bayu datang langsung dapat tatapan tajam dari para gadis yang menunggu nya.


"Lo ngapain aja sih lama banget?." tanya Angel kesal.


"Gue tadi berak cuy perut gue mules jadi lama deh." jawab Bayu jujur.


"Sudah jangan ribut,ayo kita pergi." ajak key menengahi.


Mereka pun pergi meninggalkan teras rumah itu,tapi baru mereka berjalan mendekati gerbang sudah hujan deras turun membasahi mereka,alhasil mereka putar balik sambil berlari menuju rumah kembali.


"YAH hujan,gak jadi pergi dong." keluh Kelvin.


Mereka bubar dengan perasaan kecewa karena semua aktivitas yang telah mereka susun gagal karena hujan mendadak.


"Anak Daddy kenapa cemberut begitu?." tanya Rey melihat anaknya duduk di depan layar tv dengan wajah masam.


"Tadi kan Daddy,kelvin mau pergi meraton dengan bunda rencana nya sekalian jalan jalan.tapi gak jadi karena di luar hujan padahal Kelvin udah semangat dari tadi." curhat Kelvin pada sang Daddy.


"Oh jadi anak Daddy lagi ngambek toh,Gimana jika kita mandi hujan saja." bujuk sang Daddy agar Kelvin tidak cemberut lagi.


"Tapi nanti bunda gak izinin,katanya nanti Kelvin bisa sakit jika mandi hujan." ucap Kelvin ingat nasehat sang bunda.


"Bunda mu itu berlebihan,kita bisa sakit jika mandi hujan nya terlalu sering,kita kan mandi nya baru sekali mana mungkin bisa sakit." rayu sang Daddy membuat Kelvin termenung memikirkan ucapan Daddy nya.


"Oke Daddy tapi Kelvin bilang dengan bunda dulu ya." ucap Kelvin hendak pergi dari sana.


"Gak perlu,nanti hujan nya keburu berhenti jika kamu menghampiri bunda mu." ujar Rey menghalangi kepergian kelvin.


"Emangnya gak apa apa Daddy, nanti bunda marah gak mau ngelonin Kelvin lagi." Kelvin mulai takut menerima resiko jika bunda nya marah.

__ADS_1


"Jika bunda mu marah nanti Daddy yang tanggung,kamu gak usah pikirkan hal itu." meyakinkan anaknya.


Berkat bujuk rayu sang Daddy akhirnya mereka menikmati weekend dengan bermain di bawah tetesan hujan,mereka menikmati tetesan hujan itu dengan bermain sepak bola.


"Ini dribbling atau menggiring bola hingga ke area lawan,dan GOL." ujar sang Daddy sambil menendang bola,setelah gol langsung berlari sambil merentangkan kedua tangannya layaknya pemain sesungguhnya.


Kelvin yang melihat itu langsung mengambil bola itu dan berlari sambil membawa bola ke arah gawang dan melemparnya dengan kedua tangan nya saat bola masuk ke dalam gawang dia melakukan hal sama dengan Daddy nya.


"Kenapa pakai tangan nak,itu bola kaki harus ditendang bukan di lempar seperti tadi." protes Rey sambil menepuk jidatnya.


"Tapi dad kaki Kelvin sakit jika menendang bola itu,bola nya terlalu besar." jawab Kelvin dengan polos.


"Ya sudah kita main ayunan Ban di sebelah sana saja.ayo naik ke pundak Daddy." ujar Rey sambil jongkok agar anak nya naik ke punggung nya.


"Mari berangkat,ngeeeeeeeng." ujar Kelvin menirukan suara motor melaju ketika Daddy nya mulai berlari.


"Sudah sampai,mari duduk di ayunan biar Daddy yang dorong ayunan nya." ucap Rey sambil mendudukkan Kelvin di ayunan.


Mereka menikmati suasana hujan dengan bermain sepuasnya, sekilas Key melihat itu di sebuah jendela dan langsung menghampiri mereka dengan menggunakan payung agar tidak terkena tetesan hujan.


"Kalian kenapa mandi hujan?." tanya key tiba tiba membuat Rey dan Kelvin terkejut.


"Tidak ada kami hanya ingin mandi hujan sambil bermain." Jawab Rey sambil menghentikan ayunan nya.


"Tuan berhenti mandinya.apa anda tidak lihat wajah kalian udah pucat begitu,pasti kalian mandi dari tadi kan,ayo ngaku." tuding Key pada mereka berdua.


"Tidak juga kami baru mandi sebentar." bantah Rey dengan cepat.


"Pokoknya kalian berhenti nanti kalian bisa sakit,Daddy ayo gendong Kelvin kedalam, lihat lah dia sudah mulai menggigil." perintah key yang tak ingin di bantah.


"Lebay banget jadi orang,padahal kita lagi asyik main ya nak." bicara pada Kelvin yang telah di gendongnya.


Rey mengikuti langkah key dari belakang.mereka telah berada di kamar mandi untuk bilas menggunakan air hangat yang telah di sediakan oleh key di kamar barunya.setelah selesai mandi mereka di buatkan wedang jahe oleh key agar tubuh mereka kembali hangat.


"Hacim,hacim."


"Hacim,hacim."


Begitulah suara bersim mereka saling bersautan,key memegang kening mereka ternyata hangat menandakan mereka akan sakit.


"Kalian terlalu lama mandi hujan sehingga filek. bunda yakin nanti malam atau besok hari, badan kalian akan panas dan langsung demam." ujar key pada mereka berdua.

__ADS_1


Dan tak lama Kelvin mulai merengek seperti biasanya jika dia sedang sakit,dia mengadu kepalanya sakit hal itu membuat Key langsung menatap tajam kearah sang Daddy karena perbuatan nya membuat sang anak sakit.


__ADS_2