
Boboiboy galaxy,begitulah akhiran nyanyian Boboiboy di televisi.ya Kelvin seperti biasa menonton kartun kesukaan nya itu sebelum tidur siang,dia menonton dengan Leo di pangkuan nya sedang di elus elus kepalanya oleh kelvin.
"Bunda kedapur dulu nak ya,bunda mau masak cemilan untuk mu." ucap ku.
"Gak mau bunda,Kelvin gak mau di tinggal sendirian." ucapnya.
"Ya udah kamu ikut bunda ke dapur,bunda bosan kalau diem aja." ucapku sambil mengeluh.
"Tapi Boboiboy nya gimana Bun? nanti dia nangis kalau kelvin tinggal." ucap nya dengan alasan tak masuk akal.
"Ya udah kamu di sini aja,bunda mau pergi kedapur." meninggalkan nya di kamar.
Samar samar aku mendengar suara tv di matikan juga suara kandang yang ditutup,tak lama aku merasa ada seorang yang mengikuti ku dari belakang.
"Kenapa ikut bunda,nanti Boboiboy nya nangis lagi kamu tinggal." ucap ku tersenyum.
"Gak apa apa bun, Boboiboy kan gak cengeng dia kan super Hiro." ucapnya.
Sampai di dapur aku langsung menyiapkan bahan bahan untuk membuat bolu kukus pisang untuk cemilan,dan juga rencananya aku ingin membuat empek empek Palembang, membayangkan nya saja liur ku sudah ingin menetes.
"Bunda ada yang bisa Kelvin bantu." ucapnya mulai bosan.
"Tolong kupaskan kulit pisang berangan nya,sepuluh buah aja." ucapku sambil mengukus adonan yang sudah jadi.
"Kata bunda cuma sepuluh,tapi ini ada sesisir, berarti sisanya untuk ku makan saja." sambil mengupas pisang dan memasukan kedalam mulutnya.
"Ternyata enak,seger dan manis." terus memakan pisang tanpa ingat tujuan awal mengupas pisang.
"Ya Allah pisang nya kenapa kamu makan semua,bunda kan suruh kupas kan cuma, bukan dimakan sampai ludes." sambil menggeleng geleng kan kepala ku.
"Iya pisang kamu nakal banget,gak mau di masak sama bunda,malah minta di kunyah sama Kelvin,pisang nya nakal ya Bun?." Ucapnya mengkambing hitamkan pisang.
"Ya Allah anak Reyhan,macam macam aja kelakuannya,kue nya cuma jadi satu loyang nak,kamu makan aja gak cukup.astafirullah." ucap ku.
"Ganti dengan jeruk aja Bun,nanti jadinya. bolu kukus jeruk." sambil cengengesan.
"Ada ada aja kamu yang,untung tangan bunda kotor kalau gak udah bunda cubit." ucap key geram.
Aku melanjutkan membuat empek empek Palembang,dengan merebus ikan terlebih dahulu,agar mudah di campur kan dengan tepung.
"Bunda." ucapnya memangil ku.
"Ya rasul." ucap ku kaget di sambut cengiran olehnya.
"Bunda kaget ya.ikannya kebal bunda ya?." ucapnya tanpa dosa.
"Kamu ya ngagetin bunda aja deh,tu ikan kenapa kamu bilang kebal?." ucap ku.
"Udah di siang,di sayat sayat,di kukus lagi,tapi Masi hidup." ucapnya dengan polos membuat aku terbelalak seketika.
__ADS_1
"Ini ikan udah mati Kelvin,kamu ni ada ada aja,duduk sana jangan ganggu bunda masak." ucapku mulai kesal.
"Tapi bunda tu ikan matanya melek terus,bukanya kalau mati matanya tertutup ya." ucapnya polos.
"Ya rasul anaknya reyhan.semua ikan selalu melek mau hidup apa mati.udah ah kamu main sana,jangan ganggu bunda." ucap ku mengusir nya.
"Ya elah bunda gitu aja marah,orang mau nanya doang kok." sambil berlalu pergi entah kemana.
Aku kembali fokus dengan adonan empek empek yang ingin ku buat,aku menambah kan porsi nya karena bolu yang ku buat hanya satu gara gara pisangnya di makan oleh Kelvin,tak lama aku ingin mengambil tepung kanji untuk menambahkan sedikit pada adonan ku.tapi ada pemandangan yang membuat seseorang melihatnya akan emosi mendadak.
"Kelvin apa yang kamu lakukan ha,itu tepung kamu apa kan.astaghfirullah." ucapku mengusap dada.
"Bunda tadi suruh main,Kelvin main masak masak aja." ucapnya enteng sambil mengaduk tepung tersebut dengan air dan pewarna hijau,belum lagi pakaiannya serta wajahnya cemot Terkena tepung.
"Ini anak nakal banget ya." ucap ku sambil menarinya dari kursi dan memukul pelan pantatnya.
"Kamu kenapa jadi nakal gini nak,kamu kalau gak tidur ada ada aja yang kamu perbuat." ucap ku kesal padanya.kalian tahu ekspresi Kelvin mulutnya sudah menahan tangis sedangkan matanya sudah berair.
"Pak man tolong kemas itu semua,aku geram jika melihat itu.dan kamu Kelvin ikut bunda ke kamar." ucapku sambil memimpin tangannya.
Kami pergi menuju kamar sebelum sampai di kamar kami bertemu dengan Daddy Kelvin.
"Kamu dari mana Kelvin?kenapa tubuhmu banyak tepung." ucapnya mengintrogasi anaknya.
"Ha ha hiks hiks hiks,bunda." langsung menangis takut kena marah dengan Daddy nya.
"Siapa suruh nakal.dia habis main tepung dad makanya kayak gitu." ucap ku menjawab pertanyaan Daddy nya.
"Gak mau bunda tolong Kelvin hiks hiks." takut sambil menarik baju ku.
"Daddy jangan terlalu dekat nanti jas nya kotor,Kelvin biar di mandikan sama bunda aja." ucapku.
"Mandi yang wangi nak ya,biar ganteng nya gak hilang." sambil membersihkan wajah anaknya dari tepung dengan sapu tangan miliknya.
Aku memutuskan untuk menggendong Kelvin biar cepat sampai dikamar.sesampainya di kamar aku langsung memandikannya dan mengganti bajuku.selesai mandi dia aku tidurkan di ayunan milikinya.tapi ia memberontak.
"Ya Allah nak kamu maunya apa?." ucap ku sambil mengangkat dari ayunan dan menggendong nya.
"Gak mau huhuhuhu,gak mau bobo hiks hiks." sambil berteriak nangis.
"Ya Allah nak kamu kenapa jadi kayak gini,Bunda jadi ingin nangis Lo nak." ucap ku putus asa mendiamkan dia menangis.
Aku memutuskan untuk pergi ke arah dapur sambil menggendong Kelvin yang menangis.sampai disana aku melihat Reyhan duduk sambil memakan bolu kukus yang ku buat tadi.
"Kenapa nangis sampai sesegukan gitu,kamu di pukul oleh bunda ya." sambil menatap ku tajam.
"Mana tega aku mukul anak sendiri." sambil meletakan Kelvin di pangkuannya.
"Bunda gendong hiks hiks,bunda BUNDAAA." ucapnya berteriak memanggil ku.
__ADS_1
Aku meninggalkan Kelvin untuk membuat susu untuknya.
"Bunda nya pergi sembentar nak,ni makan bolu buatan bunda ya enak Lo." membujuk sambil memakan bolu tersebut.
"Gak...ekh ekh..gak mau hiks hiks" ucapnya sambil sesegukan karena terlalu lama menangis.
"Kasihan nya gantengnya bunda nangis sini sini bunda peluk." ucapku meraihnya dari pangkuan Reyhan dan memeluknya sambil memberikan sebotol susu.
"Pak man tolong pasangkan ayunan di sekitar sini!." ucap ku sambil menepuk nepuk pantat Kelvin yang mulai tertidur.
"Uh anak bunda jarang nangis tapi kalau sudah menangis susah untuk berhenti." ucapku sambil meletakan perlahan Kelvin di ayunan.
"Kenapa dia menangis seperti itu?." ucap reyhan.
"Dia mau tidur tapi dia tahan tahan,ya jadi bawaannya nangis." ucapku santai.
Aku pun melanjutkan aktivitas ku membuat empek empek Palembang, setelah jadi aku meletakan di atas meja yang langsung di tatap aneh oleh Rey.
"Lo tuan anda Masi disini,anda tidak kembali ke kantor." ucapku kaget.
"Kamu ngusir saya." dengan memicingkan matanya kearah ku.
"Biasa aja kali,orang cuma nanya sensitif amat." menggerutu pelan.
"Saya gak budek ya." ucapnya ketus.
"Dibanding sensitif terus tuan,lebih baik anda cicipin masakan buatan saya hehehe." ucapku cengengesan.
"Ini gak ada racunnya kan?." sambil memotong empek empek tersebut.
"Kalau ragu gak usah di makan tuan." ucapku mulai kesal.
"Lumayan apa nama makanan ini,bentuknya aneh aneh." ucapnya terus memasukan empek-empek tersebut kedalam mulutnya.
"Itu empek empek Palembang tuan." ucapku sambil melihat nya makan.
"Kamu gak makan?." ucapnya
"Ni mau makan." sambil mengambil empek empek kapal selam.
"Oh ya kalian kalau ingin makan empek empek tinggal goreng aja ya,itu semua punya kalian soalnya tadi aku buat banyak." ucapku kepada para pelayan.
"Terimakasih nona key." ucap pak man mewakilkan pelayan lainnya.
"Tuan ini bolu memang sigini lagi." ucapku sambil melihat bolu yang tersisa hanya dua iris.
"Iya aku tadi gak makan siang jadi aku makan banyak bolu yang itu." menutupi rasa gengsi nya mengakui bolu buatan ku enak.
"Ini untuk Kelvin dia kalau bangun bisa cari makanan." ucapku sambil menaruh kue kedalam kulkas.
__ADS_1
Tak lama tuan Rey pun berlalu pergi setelah makanan diatas meja habis diembatnya,yang membuat mulut ku terbuka seketika.ini orang gak pernah makan enak apa gimana.