
Brak.
Suara pintu di buka paksa oleh seseorang,membuat seseorang di dalamnya terkejut.
"Kapan kau membantu ku balas dendam?." pekik wanita itu menatap tajam laki laki tua yang duduk di kursi kebesaran nya.
"Tenang cantik,duduklah terlebih dahulu.semua bisa kita bicarakan dengan tenang." bujuk Burhan sambil menarik kursi untuk mempersilahkan Willy duduk.
"Aku tidak bisa tenang selama Rey dan keluarganya Masi hidup." sungut Willy sambil duduk di kursi itu.
"Jangan terburu buru menghabisi nya apalagi tanpa rencana yang matang,bisa Gatot semua rencana kita." seru Burhan membuat Willy sejenak terdiam.
"Aku tidak bisa menunggu lagi,adik ku pasti sedih melihat ku belum melakukan apa pun untuk membalas dendam nya." ujar Willy.
"Kita tunggu Datuk Waga,dia sedang menuju kemari.semoga dia mempunyai rencana yang baik untuk menyakiti keluarga siluman harimau itu." balas Burhan membuat Willy pasrah.
"Ada apa burhan?kenapa kamu memintaku kemari?." tanya nya tanpa menyadari kehadiran Willy di sana.
"Ini ada siluman ular yang ingin menemui mu?." tujuk Burhan kearah Willy.
"Astaga aku Tidak melihat nya." seru Datuk Waga sambil menepuk keningnya,Burhan hanya terkekeh mendengarnya.
"Datuk aku ingin kamu membantuku balas dendam atas kematian adikku." seru Will to the points.
"Kau sangat tidak sabaran,bisa kau sedikit lebih sabar." cetus Datuk Waga kesal.
"Aku tidak bisa bersabar lagi,aku ingin keluarga Rey semuanya mati. baik hari ini atau besok." terang Willy membuat Datuk Waga tersenyum senang melihat dendam yang berapi-api di mata Willy.
"Baiklah,besok kita akan jalankan rencananya.kamu harus patuhi apa yang ku ucapkan!!jika tidak rencana yang ku susun bisa berantakan." pinta Datuk Waga yang langsung
diiyakan oleh Willy.
"Apa tidak terlalu cepat Datuk?." tanya Burhan mengingat kan.
"Tidak masalah.bukan kah lebih cepat lebih baik." seru Datuk membuat Burhan hanya bisa terdiam.
***
"*Kenapa rasanya aneh ya?aku seperti merasa ada yang hilang,tapi apa?." key mengerutkan kening di ruang tamu.
"Oh ya,aku gak pernah lagi lihat Willy di rumah ini,kemana NYI Blorong itu?." key bertanya tanya dalam benak nya*.
Ketika key sedang terbengong sambil memikirkan hal itu,tiba tiba dari kejauhan dia melihat bayu sedang berjalan kearahnya.membuat key ingin menanyakan keberadaan Willy padanya.
__ADS_1
"BAYU!." teriak key membuat Bayu segera menoleh dan menghampiri nya.
"Ada apa nona ku yang syantik?." tanya nya setelah berdiri di samping key.
"Nyonya mu mana?." tanya key sambil berbisik.
"Nyonya ku lagi duduk manis di depan ku ini." seru nya membuat key langsung mencubit lengan Bayu.
"Jawab yang benar,atau daging mu lepas dari tempatnya." ancam key dengan tangan Masi setia mencubit lengan Bayu.
"Auuu nona,ampun.oke oke eiyke jawab yang bener." mendengar hal itu key langsung melepaskan cubitan nya dari lengan Bayu.
"Dasar nona kejam,nyesel eiyke lewat sini." gerutunya sambil mengelus lengannya.
"Aku tahu kamu mengumpat ku Bayu,aku bisa lebih kejam dari ini." ancam key membuat Bayu terdiam.
"Ihh nona,ah.kenapa sekarang suka main tangan.gak asyik tahu." protes nya.
"Sudah hentikan drama mu,sekarang jawab pertanyaan ku.kemana NYI Blorong itu?." tanya key untuk kedua kalinya.
"Katanya sih,dia di usir.tuan Rey juga menceraikan nya,tapi eiyke gak tahu berita itu benar atau cuma hoax." bisik Bayu sambil memperhatikan sekelilingnya.key tak menyangka hal ini bisa terjadi,secara dia menganggap bahwa Rey sangat mencinta istrinya pertama nya itu.
"Kapan dia pergi dari rumah ini?." tanya key lagi.
"Waktu pesta ulang tahun tuan kecil.katanya kecelakaan yang menimpa anda waktu itu ada kaitannya dengan dia,tuan Rey mengetahui nya dan langsung mengusir nya." jelas Bayu membuat Key menahan amarahnya karena Willy lah yang menyakiti nya dan menghancurkan pesta ulang tahun anak nya.
"Iya kami semua senang tidak memiliki nyonya seperti dia,mulai saat ini hanya nona key yang menjadi nyonya kami satu satu nya di rumah ini." tutur Bayu membuat key langsung mencebikan bibir nya.
"Aku tidak ingin menjadi nyonya,aku ingin nya menjadi teman kalian." seru key membuat bayu senang dengan sifat nona nya itu yang selalu rendah hati.
"Nyonya sekaligus taman kami,wah betapa senangnya kami mengenal orang seperti anda." seru Bayu lagi.
"Pria aneh kenapa kamu mendekati istriku?." pekik Rey membuat bayu terdiam kaku melihat kehadiran tuan nya.
"Aku yang memanggil nya kemari? makanya dia dekat dengan ku." sahut key membela Bayu,Rey sangat kesal mendengar pembelaan itu.
"Oh jadi kamu membela pria tidak jelas ini dari pada suami mu." celetuk Rey menghampiri istrinya.
"Apaan sih,datang datang marah marah,gak jelas banget." sungut key kesal mendengar ocehan suaminya itu.
"Bayu pergilah dari sini,lanjutkan pekerjaan mu." titah key segera di lakukan oleh Bayu.
"Mulai sekarang kamu tida boleh dekat dengan pria mana pun,baik yang normal atau pun yang belok seperti pelayan tadi." larang rey membuat key cemberut mendengar nya.
__ADS_1
"Kamu aneh ya? semakin lama semakin posesif.gak boleh ini lah gak boleh itulah, selalu saja membatasi aktivitas ku." key mulai membantah aturan baru yang di buat oleh Rey untuk nya.
"Aku juga gak tau key,entah mengapa sifat itu muncul ketika kamu dekat dengan seorang pria." sambil melihat wanita disampingnya.
"Pergi ke taman belakang yuk!disana ada Kelvin." Rey mengalihkan pembicaraan agar key tidak merajuk padanya.entah mengapa dia sangat takut jika key merajuk pada nya.
"Pergi aja sendiri." tolak key dengan ketus.
"Jika kamu tidak mau,aku akan mengendong mu." paksa Rey sambil mengendong key ala bridal.
"Dasar suami plin plan." gerutu key di gendongan Rey.
"Biar aja plin plan asal jangan penjahat kelamin." balas Rey membuat key geli mendengar nya.
"Loh kok dibandingkan dengan itu sih,gak nyambung banget deh." protes key,membuat suaminya tersenyum.
"Shutt terima saja ucapan ku,disini yang benar hanya aku sebagai pihak pertama." seru Rey membuat key mencebikan bibir nya.
"Yang waras ngalah." gumam key menikmati gendongan suaminya itu.
"BUNDA,DADDY!!." teriak Kelvin sambil berlari kearah kami,aku melihat Kelvin berlari kencang membuat ku langsung khawatir,takut dia terjatuh.
"Astaghfirullah,nak.kenapa lari lari nanti jatuh?." tegur ku ketika Rey menurunkan ku dari gendongan nya.
"Gak jatuh kok Bun,asal kita hati hati." bantahnya membuat aku menggeleng kepala.kelvin semakin besar semakin pintar menjawab ucapan orang lain.
"Kalau lari pelan gak akan jatuh,nak.tapi kalau larinya cepat seperti tadi kemungkinan besar kamu bisa jatuh." nasehat ku membuat Kelvin cengengesan karena membenarkan ucapan ku.
"Oke lain kali gak lari sekencang itu lagi." ujarnya sambil tersenyum dengan wajah sok imutnya.
"Apa Daddy bisa berenang?." tanya Kelvin.
"Bisa dong.emangnya kenapa?apa kamu ingin Daddy mengajar kan mu berenang?." tebak Rey.
"Daddy tahu aja,nanti sore ajarkan Kelvin dan bunda berenang ya?." pinta Kelvin membuat key protes.
"Loh kok bunda?." tanya key.
"Kan bunda gak bisa berenang,jadi sekalian aja belajar dengan Kelvin." Tutur Kelvin membuat key mengiyakan saja ucapan anaknya itu.
"Jika aku mengajarkan key berenang,aku akan memintanya untuk memakai bikini.lalu aku bisa dengan sengaja mengambil kesempatan memegang tubuhnya.membayangkan saja sudah membuat aku ngiler."
Plak.
__ADS_1
"Hentikan pikiran mesum mu itu." tegur key sambil memukul bahu rey.rey hanya dapat meringis kesakitan menerima pukulan itu.
"Astaga wanita ini miliki Indra keenam,tahu saja isi pikiran ku."