
Pembicaraan aku dan pak man hari itu membuat aku sedikit gelisah,aku tidak masalah jika para arwah itu mengincar ku.tapi pak man bilang bahwa Kelvin memiliki darah istimewa yang dapat membahayakan nya dari para arwah itu,aku tidak bisa membayangkan bahwa Kelvin akan di ganggu atau di culik oleh mereka, memikirkan itu semua membuat kepala ku berdenyut.
"Bunda,kenapa melamun terus?ayo main sama Kelvin!!." ajak nya menghampiri ku yang sedang duduk di sebuah bangku.
"Anak bunda tahu aja jika bunda melamun, emang nya Kelvin mau main apa?." balas ku jujur.
"Main apa aja,biar bunda gak melamun.kata om Bayu kita gak boleh bengong nanti bisa kerasukan." celoteh nya.
"Ah masa,bunda gak percaya tuh." balas ku.
"Emangnya kamu tahu,apa itu kerasukan?." tanya ku padanya membuat dia terdiam.
"Kerasukan itu mungkin sebuah penyakit." jelasnya membuat aku terkekeh geli.
"Penyakit sejenis apa?." tanya ku ingin tahu jawaban dari nya.
"Mungkin meriang." balasnya membuat aku tertawa keras.
"Kenapa bunda tertawa?ada yang lucu kah?." tanya nya bingung.
"Kamu bilang kerasukan itu penyakit meriang,hahaha anak reyhan,anak reyhan." balasku Masi tertawa sambil memegang perutku.
"Kan itu menurut Kelvin bunda,kan Kelvin belum sekolah jadi belum tahu." jelasnya.
"oke anak bunda yang ganteng, sekarang mari kita main." ajak ku.
"let's go." ujar nya dengan semangat.
Kami menuju taman belakangan untuk bermain dengan Leo dan burung kesayangan anak ku,setiap para pelayan yang melihat ku pasti mereka langsung bergegas menjauh dari ku termasuk angel dan Helen.
Itu semua membuat ku bingung dan hanya mampu menebak nebak dalam hati,kalau mereka menghindari ku karena mengganggap aku orang jahat atau pencuri,tapi aku tidak ambil pusing,itu pilihan mereka berburuk sangka padaku,aku tidak bisa melarang mereka.
"Assalamualaikum." ucapku berbarengan Kelvin.
"Waalaikum salam." balas pak man menghampiri kami.
"Pak man tolong bawa Leo dan dua burung itu." ucapku dengan Kelvin di sampingku.
"Baik nona." ucap pak man meninggal kan kami mengambil Leo dan dua burung itu.
"Bunda bunda,kenapa Daddy tidak ada menemui kita?." tanya Kelvin mungkin dia rindu dengan Daddy nya.
"Gak tau sayang,mungkin Daddy mu sibuk." ucapku sambil mengusap rambutnya.
"OOO sibuk ya,nanti jika Kelvin besar,Kelvin akan bantu Daddy kerja,biar pekerjaan Daddy cepat selesai,biar gak sibuk lagi." celetuk nya membuat ku gemas.
__ADS_1
"Oh ya,terus bunda sendiri dong.bunda kesepian di rumah gak ada yang jagain bunda." ujar ku pura pura sedih.
"Gak sendiri kok bunda,kan ada Leo,Ipin Upin,om Bayu,kak angel dan kak Helen,Masi banyak lagi yang jagain bunda.bunda jangan sedih ya jika Kelvin tinggal kerja?." celoteh nya membuat ku tersenyum.
"Kamu ini sekolah aja belum,udah mikirin kerja." ucapku terkekeh geli.
"Ya gak apa apa dong,kan setiap orang berhak memikirkan masa depan nya." ucapnya sok bijak.
"Anak bunda bijak ya,siapa yang ajarkan kmu?." tanya ku menatap nya.
"Om Bayu dong,guru terbaik Kelvin." pujinya bangga.
"Bayu lagi Bayu lagi,bisa lemes ni bibir anak ku jika berguru dengan nya." gumam ku pelan.
Tak lama pak man datang membawa Leo dan Upin ipin,membuat Kelvin menatap mereka dengan antusias.
meong meong meong.
Kelvin Kelvin Kelvin.
Suara binatang itu dapat kami dengar,nampaknya mereka senang karena bertemu dengan Kelvin,aku salut dengan pak man berkat dia burung Upin Ipin itu bisa memanggil kelvin dan akur dengan Leo.
"Hai,kita bertemu lagi,Leo kita beri makan dulu, Upin Ipin baru kita bermain,ok." ucap Kelvin pada Leo.
"Nanti dia terbang bunda,kakek bilang Upin Ipin belum terlalu jinak sehingga belum bisa di lepas." balasnya menatap ku.
"OOO begitu." ucapku sambil melihat Kelvin memberi makan burung itu.
Selesai memberi makan kelvin bermain kejar kejaran dengan Leo,aku tidak ikut bermain. hanya melihat dia bermain dari bangku yang ku duduki,tak lama pak man dan beberapa bodyguard ikut bermain membuat permainan itu semakin riuh dan seru.
Tolong...tolong .. tolong
Suara seseorang meminta tolong terdengar ditelinga ku,aku yang penasaran segera mengikuti suara itu.hingga aku melihat seorang nenek nenek terduduk dengan salah satu kakinya tertindih kayu,membuat aku mempercepat langkah ku menghampiri nya.
"Apa yang terjadi?kenapa nenek seperti ini?." tanyaku sambil melihat salah satu kakinya.
"Tolong nenek cu,kaki nenek sakit." nenek itu meringis menahan sakit.
"Sabar nek ya,aku lagi berusaha melepaskan kaki nenek dari kayu ini." key mengangkat kayu itu dengan mengerahkan seluruh tenaga ku.
"Aduh cu sakit,sakit sekali." rengek nenek itu.
"Bismillah, Allahuakbar." teriak ku.
Akhirnya kayu itu tersingkir dari kaki nenek itu,napas ku ngos-ngosan hampir saja aku buang angin karena tenaga ku terkuras mengangkat kayu berat itu.
__ADS_1
"Terimakasih ya cu,telah membantu nenek." ucapnya sambil mengelus bahu ku.
"Sama sama nek,nenek dari mana kenapa bisa sampai kesini?." tanya ku heran.
"Nenek dari dalam rumah itu,baru bebas.karena itu nenek merasa senang hingga melompat lompat hingga jatuh tertimpa kayu itu." ucapnya membuatku tak mengerti.
"Maksud nya nek?aku tidak paham." tanya ku lagi.
"Kamu tidak akan paham meski nenek jelaskan,oh ya nama kamu siapa?." tanya nya dengan tersenyum.
"Nama saya Keysha,nama nenek siapa?." tanya ku balik.
"Panggil saja nenek mustika.oh ya ambil ini, kedepannya dia akan membantu kamu." memberikan sekantung serbuk kepadaku.
"Maksud nenek apa,saya tidak akan menerima itu,karena saya ikhlas menolong nenek." key menolak halus.
"Ambilah cu,nenek akan sedih jika kamu tidak menerima nya." ucapnya memaksa.
"Tap-?." perkataan ku terpotong dengan teriakan Kelvin.
Bunda bunda bunda
"Bunda kenapa di sini?Kami dari tadi mencari bunda." tanya Kelvin setelah menghampiri ku.
"Bunda menolong nenek ini." ujar ku menoleh ke samping dan terkejut karena nenek itu tidak ada.
"Nenek apa bunda,orang gak ada siapa siapa juga?." balas Kelvin heran.
"Beneran Kelvin tadi ada nenek nenek tertimpa kayu dan bunda menolongnya dan memberi bunda ini." ujar ku melihatkan kantung serbuk itu.
"Apa sih bunda,ayo kita kembali pak man sedang mencari bunda juga." ucap Kelvin menarik tangan ku.
"Aneh,kenapa nenek itu menghilang secara tiba tiba,gak mungkin kan dia itu mahluk halus.tidak ada mahluk halus yang keluar di siang hari." sambil menatap tempat bertemu nenek itu.
"Dari mana saja anda nona,anda tahu kami cemas mencari anda.alhamdulilah anda di temukan." tanya Bayu.
"Bunda tadi duduk di pohon sakura langka itu,om Bayu." jawab kelvin.
"Loh tadi om Bayu dan pak man kesana tapi tidak melihat keberadaan bunda mu." ucap Bayu heran.
"Aku dari tadi duduk di sana bersama nenek nenek,masa kalian tidak melihat ku." ucap ku.
"Sudah sudah,sebaiknya kita masuk,karena petang Jumat tidak baik jika kita terus berada di luar." ucap pak man membuat kami melangkah kan kaki ku masuk kedalam rumah.
"Akhirnya aku menemukan keturunan wingsih,aku harus mendapatkan nya hihihi." ujar nenek itu dari balik pohon.
__ADS_1