Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 82 ( Masalah Awal )


__ADS_3

Setelah sarapan Oma Wati mengajak kami untuk pergi ke sebuah taman,dia ingin melihatkan sesuatu kepada kami.


"Bun..kita kembali ke kamar saja,Kelvin gak mau pergi ke taman." pinta Kelvin dengan suara pelan.


"Gak bisa Kelvin,gak enak dengan Oma mu,nanti dia tersinggung jika kita tidak pergi kesana." balas ku dengan suara kecil.


"Tapi cuma sebentar aja ya Bun,Kelvin gak mau jika kita berlama lama di sana." tutur Kelvin sambil menggenggam tangan kanan ku.


"Lihat dulu lah nak,bunda belum bisa mengiyakan permintaan mu." balas key.


Setelah Sampai di taman,kami dapat melihat beberapa permainan seperti ayunan dan jungkit jungkit.anak anak yang melihat itu langsung berlari berebut mainan itu,hanya Kelvin,Dira dan Anton saja yang berdiam diri tidak berani pergi kesana.


"Loh Kelvin kok Masi di situ,ayo kesana main." seru Oma wati tapi Kelvin hanya diam sambil menarik ujung jilbab key.


"Maaf nyonya mungkin Kelvin Masi canggung dengan suasana baru,mohon anda memaklumi sikap Kelvin." sahut key mewakili Kelvin.


"Dari mana kamu tahu jika cucu ku canggung,asal kamu tahu ini bukan pertama kalinya Kelvin ke sini.saya lebih mengenal Kelvin di banding kamu." ujar Oma Wati kesal.


"Maaf atas kelancangan saya nyonya." ucap key sambil menunduk sopan.


"Pergilah ajak Kelvin bermain,aku tidak mau sampai dia tidak betah berada di rumah ku." tutur nya dengan wajah kesal nya.


"Baik nyonya,saya permisi dulu." key melangkah pergi dari sana.


"Ternyata Oma mu pemarahan ya,Kelvin." seru Dira setelah duduk di bangku taman itu yang jauh dari kerabat Kelvin.


"Ia dia memang seperti itu,makanya aku tidak mau bersikap ramah dengan nya." seru Kelvin.


"Kalian kecil kecil sudah pandai membicarakan orang lain,gak baik tau gak." sahut key yang mendengar pembicaraan itu.


"Biar aja bunda,emang Oma Kelvin itu gak ramah kok.anton aja gak suka dengan dia." celetuk Anton.


"Tapi gak usah di omongin juga,nanti jika ada yang dengar,lalu di adukan ke Oma wati.pasti kalian di marahin dengan nya,bunda gak mau sampai itu terjadi." saran key sambil melihat kiri dan kanan.


"Maaf bunda kami hilaf,soalnya kami kesal dengan nya,makanya gak lihat tempat membicarakan Oma itu." seru Dira.


Suasana hening,kami terdiam dengan pikiran masing masing,sedang di sisi lain nampak suara riuh anak anak bermain.aku yakin tiga bocil ini ingin juga bermain,maka aku memutuskan untuk mencari ide untuk menghibur mereka.


"Main juga yuk?." tutur key membuat tiga bocil menoleh.

__ADS_1


"Main apa bun?jangan bilang bunda meminta kami untuk bergabung bermain dengan anak anak nakal itu." tebak Kelvin.


"Ya enggak lah Kelvin,kita main berempat aja.main kucing kucingan atau yang lainnya." saran key membuat tiga bocil memikirkan perkataan key.


"Gimana jika kita main kejar kejaran,batasnya dari bangku ini hingga pohon itu.masih jauh dari yang lainnya bukan." sahut Dira sambil menunjuk salah satu pohon.


"Oke siapa takut." seru Kelvin dan Anton.


Mereka melakukan gambreng untuk menentukan siapa yang menjadi pengejar,cara bermain nya cukup mudah,bila pengejar berhasil menyentuh salah satu anggota tubuh pelari,maka pelari tersebut langsung menjadi pengejar.


"Yah bunda jadi polisinya,awas kalian bunda akan kejar hingga dapat,kalah jangan nangis ya?." seru key sambil memasang aba aba.


Tiga bocil mulai berlari menjauhi key,mereka berpencar.melihat key mulai berlari mengejar mereka,mereka langsung menghindar dari sentuhan key,hal itu terus terjadi hingga suara riuh mereka mulai terdengar menandakan bahwa permainan yang mereka mainkan mulai seru.


"Aku tidak menyangka bahwa Kelvin akan sesehat ini,bahkan dia bisa berlari." ucap Oma Wati.


"Ia aku juga tidak menyangka Kelvin dapat keajaiban seperti ini,karena kehadiran wanita hitam itu." celetuk Roy.


"Wanita hitam itu,jika dia tidak di sayangi cucuku mungkin aku sudah menyuruh rey untuk menceraikan nya." ucap Oma Wati.


"Kasihan sekali kamu Rey punya istri muda sejelek itu,selera mu begitu rendah sekali." sahut putri.


"Segitu cintanya kamu dengan Willy,sehingga rela menikah dengan wanita jelek itu." seru Roy dengan senyum mengejek.


"Awalnya aku menikah dengan nya hanya Sampai Kelvin sembuh,tapi melihat Kelvin begitu menyayangi wanita itu.membuat aku mengurungkan niat ku." curhat Rey.


"Kelvin bisa sayang dengan si jelek itu,aku yakin wanita hitam itu telah meracuni pikiran cucuku sehingga Kelvin begitu menyayangi nya." ujar Oma Wati yang melihat Kelvin dari kejauhan.


"Aku juga berpikir seperti itu,wanita jelek itu pasti ingin memanfaatkan kelvin agar selamanya menjadi istri Rey." sahut Willy meyakinkan mertuanya agar semakin membenci key.


"Willy benar ma,coba deh kita pikir.masa Kelvin tidak merasa risih dengan fisik wanita itu,anak ku saja takut melihat wanita itu.pasti Kelvin sudah di bujuk rayu oleh nya,ma." seru putri.


"Dasar wanita bedebah,aku tidak Sudi mengakui dia sebagai menantu kedua ku,mau di taruh di mana wajah ku jika Sampai orang luar mengetahui nya." ujar mama Wati.


"***Bagus bencilah si jelek itu,aku harus memanfaatkan hal ini untuk menyingkirkan si jelek itu,dengan begitu tidak ada lagi yang menyaingi ku menjadi istri Rey maupun mommy Kelvin." Willy melihat key dari jauh dengan tatapan sulit di artikan.


"Benarkah key melakukan itu semua,tapi mengapa hati ku merasa sakit mendengar mereka menjelekan key,ah pasti aku sudah gila jika Sampai ada rasa dengan nya." Rey menggeleng kan kepala mengusir pikiran itu dari kepalanya***.


Dira terus berlari menjauh dari kejaran Kelvin,tapi karena Dira menoleh kebelakang tidak memperhatikan keadaan di depan nya,membuat dia tidak sengaja menabrak mimin.mimin yang di tabrak pun langsung terjatuh dan menangis,mendengar suara tangisan mengundang semua orang di sana menghampiri bocah cilik itu.

__ADS_1


"Mimin...kenapa sayang?." tanya putri sambil membantu Mimin,sedangkan Dira berdiri diam seperti patung.


"Dia nakal.. hikss hiks...dia nabrak Mimin...Mimin jatuh gara gara dia ....hiks hiks." adu anak itu membuat Dira takut.


"Dasar anak pelayan,berani kamu menyakiti anak ku ha.kamu lupa kamu itu siapa dan sedang berada di mana?." bentak putri emosi membuat mata Dira berkaca kaca menahan tangis.


"Maaf nona,Dira tidak sengaja melakukan itu, saya minta maaf atas apa yang di lakukan Dira." seru key sambil mengelus bahu Dira.


"Tidak sengaja kata mu,anak ku terluka karenanya,emang nya dengan maaf dari mulutnya bisa menyembuhkan luka anak ku." ucap putri ketus sambil menggendong anak nya.


"Lalu apa yang anda ingin kami lakukan?" seru key sambil menahan emosi di dadanya.


"Aku ingin dia menjilat luka di kaki anak ku,baru aku puas." titah nya membuat key tersenyum masam mendengar nya.


"Perlu anda ingat nona,meski kami dari kalangan rendah tapi harga diri kami tidak serendah itu,anda sangat keji meminta Dira menjilati luka anak mu,ini semua terjadi atas unsur ketidak sengajaan,apakah harus di perpanjang seperti ini?." seru key mulai tersulut emosi.


"Aku tidak peduli mau itu di sengaja atau pun tidak,dia harus melakukan hal itu atau aku akan mencambuk nya." ucap putri.


"Kami tidak akan melakukan itu,lagi pula luka di kaki Mimin hanya goresan bukan luka parah yang perlu jahitan,lalu anda menyuruh Dira melakukan hal itu,maaf nona harga diri anak ku tidak serendah itu." ucap key membuat orang takjub mendengar hal itu.


"Siapa kamu berani menentang perintah putri ku?Ingat kamu itu hanya baby sitter cucu ku, jangan merasa menjadi nyonya kamu." celetuk Wati.


"Menurut anda aku baby sitter,apa harus saya ingatkan?Didalam negara dan agama saya telah diakui bahwa saya istri kedua tuan Rey,mau anda terima saya atau tidak yang jelas saat ini saya adalah ibu sambung Kelvin." ucap key membuat Oma Wati terdiam melihat keberanian key.


"Sombong sekali,saya pasti kan kamu menyandang status itu hanya sementara, karena saya sendiri yang akan menendang kamu dari kehidupan anak saya." ancam Oma Wati.


"Oh ya,saya akan tunggu hal itu terjadi.perlu kamu ketahui saya bukan tipe wanita lemah,jika ada seseorang yang ingin menyakiti saya atau anak anak saya.saya akan berprilaku baik pada orang yang berbuat baik pada saya,tapi saya akan berbuat lebih buruk pada orang yang berbuat jahat pada saya atau anak anak saya." seru key dengan wajah kesalnya.


"Dasar wanita jelek tidak tahu diri,kamu dengar sampai kapan pun saya tidak Sudi mengakui kamu menantu saya." ucap Oma Wati dengan nafas turun naik Karena emosi.


"Saya juga tidak butuh pengakuan dari anda atau keluarga anda.ayo anak anak bunda,kita pergi dari sini." ajak key menyudahi pertengkaran itu.


Tiga bocil mengikuti perintah key,Dira di gendong oleh key sedang kan Anton dan Kelvin mengikuti key dari belakang.


"Lihatlah wanita pilihan mu,tidak punya etika dan sopan santun,dia berani menentang ku di hadapan kalian.kamu harus segera menceraikan nya Rey." Tutur mama Wati.


"Sudahlah ma jangan di bahas,ayo kita masuk.aku sudah menelpon dokter untuk mengobati Mimin." seru Rey menyudahi pembahasan itu.


Mereka masuk sesuai ucapan Rey Karena saat ini pengobatan Mimin lebih utama dari pertengkaran itu.

__ADS_1


__ADS_2