Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 53 ( Racun )


__ADS_3

Setelah seminggu berdiam diri diatas tempat tidur,akhirnya hari ini mereka di nyatakan pulih total oleh dokter mikel dan di ijinkan untuk beraktivitas seperti biasanya.


"Akhirnya lidah kelvin tidak pahit lagi, sekarang waktunya makan yang banyak." ucap Kelvin semangat menyantap makanan di depannya.


Ayah dan anak itu makan dengan lahap seperti tanding makan saja,hal itu membuat key menggelengkan kepala.


"Nanti hujan lebat mandi lagi ya,jika perlu tidur aja sekalian di bawah hujan." ucap key yang langsung di sambut tatapan tidak suka oleh Reyhan.


"Kamu itu selalu ngomong itu terus, seperti tidak ada bahan omongan saja." balas Reyhan dengan kesal.


"Daddy bunda itu cuma kasi nasehat agar kita tidak nakal lagi." balas Kelvin yang di sambut mata berbinar Keysha.


"Tu Kelvin yang kecil aja paham masa kamu yang besar gak paham." ucap key menimpali.


"Kelvin kamu itu anaknya siapa sih,Daddy apa bunda?." tanya Reyhan dengan sedikit cemberut.


"Anaknya bunda." celoteh Kelvin yang di sambut tawa kemenangan oleh Keysha.


"Hahaha kamu dengar kan tuan,dia itu anak ku." ucap key dengan sombong.


"Kamu apakan anak ku bisa memihak terhadap mu?." tanya Reyhan dengan tatapan kesal.


"Aku kasi racun?." key menanggapi.


"Racun apa?." tanya Reyhan.


"Racun cinta dan kasi sayang,apa tuan juga mau?." sambil mengedipkan matanya.


"Ogah.saya pergi kerja dulu,jaga anak saya dengan baik." beranjak dari tempat duduknya.


"Salting ni ye,di gombali istri muda." teriak key pada Reyhan yang telah berjalan menjauhi tempat itu.


"Dasar gila." gumam Reyhan sambil tersenyum.


****


Beberapa Minggu ini,aku selalu berkunjung ketempat tegar setelah pulang kerja ataupun selesai makan malam.entah mengapa aku senang kesana,mungkin aku merasa nyaman berteman dengan mereka,walaupun mereka itu pengamen.

__ADS_1


"Wah Abang Austin kita akhirnya datang,bawa apa tu?." sahut bari melihat kedatangan Austin.


"Bawa madu dan racun." balas Austin dengan senyuman.


"Madu ditangan kanan ku,racun ditangan kiri ku,aku tak tau mana yang akan kau berikan padaku." sahut tegar dengan suara merdunya.


"Kalian pilih yang mana nih kanan atau kiri,cepatan ya tangan ku udah pegel soalnya." ucap Austin yang di sambut mata berbinar oleh mereka.


"Aku yang kanan aja." ucap tegar dengan cepat membuat teman teman nya kaget.


"Lo ya,jika makanan cepet nyahut nya." ucap Bani.


"kayak kalian enggak aja." sunggut tegar.


"Ini yang kanan sama yang kiri sama aja kok isi nya." ujar Austin dengan cengengesan.


"kalian bantu Abang bagikan ke adik adik yang lain ya?." sambung austin


"Siap bang." jawab bara.


Mereka membagikan makanan itu kepada orang orang yang tinggal di sekitar situ,setelah membagikan makanan itu mereka berkumpul di sebuah kardus yang sudah di gelar untuk mereka duduki,mereka menikmati makanan dari Austin secara bersama sama,begitu pula dengan Austin dia ikut makan di tempat itu Tampa rasa jijik dan kotor.


"Enggak kok.malahan aku menyukainya itu karena ada kalian disini.jika kalian tidak risih mengapa aku merasa risih." jawaban itu membuat yang mendengar nya menjadi kagum.


"OOO baguslah bang,mari di lanjut makannya." ucap Bani.


"Abang bawain kita makanan kayak gini gak takut uang Abang habis apa?." tanya bari dengan polos.


"Kamu gak usah mikirin uang Abang,makanan itu tidak jadi masalah jika Abang belikan untuk kalian setiap hari." jawab Austin sambil memakan ayam bakar.


"Jika seperti ini terus,bisa buncit perut ku bang gak muat lagi nanti dres ku." keluh Bani.


"Ya bagus,nanti gak usah jadi biduan lagi." ucap Austin.


"Terus jika bukan aku yang jadi biduan,siapa lagi dong?." ucap Bani tidak semangat.


"Abang Austin aja." usul bari yang langsung di sambut gelak tawa dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Kamu ngomong gitu RI,besok siap siap aja gak dapat jatah nasi." sahut tegar yang disambut tatapan bersalah oleh bari.


"Bari becanda bang,maafin ya please." langsung meminta maaf pada Austin.


"Jangan mau bang." sahut bara.


"Shut diam kamu,jangan hasut Abang ku." marah bari pada kembaran nya itu.


"Abang ni ye,emang kamu adik angkatnya." balas bara.


"Udah jangan gaduh,kalian tidak malu di lihatin yang lebih muda dari kalian." si kembar melihat sekitar dan benar saja dia sedang di perhatikan oleh adik adik disana.


Sebagai yang paling tua di sana Austin harus memberikan contoh pada yang lainnya, walaupun pun dia punya sifat tengil tapi dia berusaha untuk menutupi nya karena mereka baru kenal,tapi lama kelamaan itu akan terlihat dengan seringnya dia berkunjung ke sana.


"Abang gak pulang,disini banyak nyamuk entar Abang di gigit lagi?." ucap tegar sambil minum air kaleng yang di berikan Austin.


"Enggak nanti saja,aku di rumah sendiri gak asyik.soal nyamuk aku gak takut di gigit." balas Austin yang duduk di kursi tongkrongan mereka.


"Beruntung ya kita kenal dengan Abang,ternyata Abang ini baik,sering jajanin kami kayak gini,gak risih dengan tempat tinggal kami, pokoknya abang ku ini terbaik." puji bara sambil mengacungkan jempol nya.


"Kamu bisa aja,ngomong ngomong kalian tidur di sini jika hujan kalian kena atau enggak?." tanya Austin pada mereka.


"Jika hujan perumahan yang kami bangun dengan kardus itu akan hancur dan terpaksa kami mencari tempa berlindung lain jika bagian bawah jembatan penuh." jawab bari jujur.


"Kalian akan kemana?." tanya lagi Austin.


"Bisa di teras toko,rumah orang atau tempat lainnya.yang penting kami dapat berlindung dari tetesan hujan." ucap tegar.


"Emang pemilik nya gak marah?." tanya Austin.


"Ya marah lah bang, kadang kami di usir sampai di simbur air bahkan dicaci maki." mendengar hal itu membuat Austin merasa kasihan pada mereka.


"Tapi Abang gak perlu khawatir karena kami sudah biasa mengalami hal itu." menenangkan Austin.


"Abang senang berteman dengan kalian,kalian memperlihatkan sesuatu yang tidak Abang ketahui.melihat bagaimana kalian menjalani hidup membuat Abang mulai bersyukur dengan apa yang Abang punya.dan mungkin Tuhan mempertemukan kita agar Abang bisa membagi rezeki yang Abang punya kepada kalian." Austin mengucapkan hal itu sambil memperhatikan mereka satu persatu.


"Kami juga gak nyangka Lo bang, ternyata ada orang seperti Abang.udah cakep gak pelit lagi, yang terpenting Abang mau berteman dengan kami." ucap tegar sambil merangkul Austin.

__ADS_1


"Semoga kita akan berteman selamanya." ucap Bani ikut merangkul Austin.


Mereka mengobrol dengan di selingi Senda gurau,membuat Austin merasa terhibur dan merasa hidupnya tidak kesepian lagi.


__ADS_2