Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 54 ( Uang hijau)


__ADS_3

Seharian ini aku di sibukkan oleh berkas berkas di atas meja ku,baru beberapa hari aku tidak masuk kerja sudah sebanyak ini.mungkin hari ini aku lembur untuk menyelesaikan pekerjaan ku.


"Kembalikan laporan sampah ini ke asalnya,bilang jika masih memberikan laporan seperti ini padaku,aku tidak segan untuk memutuskan kerja sama dengan perusahan itu." Rey mulai kesal dengan beberapa laporan yang acak acak itu.


"Baik tuan." Hens mengambil berkas itu dan berlalu pergi.


"kapan berkas ini akan habis,tangan ku sudah pegal menandatangani nya." gerutu Rey sambil fokus membaca dan menandatangani berkas itu.


Tak lama dering ponselnya berbunyi, Rey yang tegah sibuk merasakan kesal karena kesibukannya terganggu.


"Hallo.." ujarnya tanpa melihat siapa yang menelpon.


"Sayang,aku rindu padamu." ujar wanita yang tak asing suaranya ditelinga Rey.


"Aku lagi sibuk,jika kamu ingin mengatakan sesuatu tunggu aku pulang kerja." sambil menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Ku dengar kamu baru sembuh,jangan terlalu lelah ya sayang.aku menunggu mu dirumah." ujar wanita itu dengan nada manja nya.


"Hmm." jawab Rey dingin.


"Semangat kerjanya,aku merindukan mu." Rey hanya diam saja tidak membalas ucapan wanita itu hingga telpon berakhir.


"Dasar wanita itu,aku sakit dia hilang entah kemana,jangankan merawat ku menjenguk pun tidak.lihat waktu dia masuk rumah sakit aku langsung datang saat itu juga,dia itu sangat berbeda dengan key,walau aku tidak berprilaku baik padanya dia tetap menjalankan kewajibannya." gerutu Rey tanpa sadar membandingkan key dengan Willy.


***


"Burung kakak tua tinggal di jendela,nenek sudah tua giginya tinggal dua." Kelvin bernyanyi lagu itu untuk burung kesayangan nya.


"Ih pintar nya anak bunda,sudah pandai nyanyi." key menghampiri putranya sambil mencium kedua pipi Kelvin.


"Iya dong,anak bunda gitu Lo." pujinya.


"Ini Upin dan Ipin nya udah besar ya dan semakin pintar,nanti kita latih dia untuk naik sepeda,main bola dan berbicara biar dia semakin pintar." ujar ku sambil mengelus kepala Kelvin.


"Emang bisa bunda?." sahut Kelvin.


"Bisa saja,jika kita pandai melatihnya." balasku.


"Mana Leo nak,beberapa hari ini bunda gak lihat?." key memperhatikan sekelilingnya mencari keberadaan Leo.


"Leo Kelvin taruh disana,di kandang barunya." jawab Kelvin menunjuk kandang di sudut jendela.


"Seharusnya itu kandang untuk anjing nak bukan kucing." key memperhatikan kandang itu.


"Sama saja bunda,Leo nya seneng kok dengan kandang barunya.kasihan Leo nanti dia anggap Kelvin pilih kasi dengan Upin Ipin yang punya sangkar baru,sedangkan Leo Masi kandang lama." Kelvin menjelaskan membuat key salut pada anaknya itu.


"Wah anak bunda adil sekali,makin bangga deh bunda." sambil memeluk anaknya tidak lupa mencium pipi gembul nya.


"Jelas dah,kan Kelvin udah besar jadi harus makin pinter,biar bisa masuk sekolah." Kelvin memuji diri sendiri.

__ADS_1


"Emang sekarang umur Kelvin berapa?." tanya key pura pura tidak tahu.


"Lima tahun bunda,tahun depan kata Daddy Kelvin masuk TK." jelasnya dengan semangat.


"Kenapa tidak sekarang saja?." tanya key sambil memperhatikan wajah kelvin yang menurut nya menggemaskan.


"Kan kata bunda belum beli baju sekolahnya,jadi Kelvin tidak bisa sekolah." key terkekeh geli mendengar penuturan anaknya.


"Daddy mu itu pelit tidak ada kasih bunda uang,jadi kita tidak bisa beli seragam sekolah." gumam key masih terkekeh.


"Benarkah.nanti Kelvin minta uang sama Daddy biar bisa beli baju sekolah dan jajan eskrim." key makin tertawa kecil mendengar hal itu,sudah terbayang bagai mana reaksi Rey melihat anaknya meminta uang padanya.


Malam ini Kelvin tidak tidur cepat,karena menunggu kedatangan sang Daddy untuk menjalankan misi berencana.dia menunggu Daddy nya itu di ruang tamu sambil memakan cemilan dan menonton DVD kartun.


Aksi Kelvin tidak di ketahui oleh key karena saat ini key sudah tertidur pulas.awal mula key berniat menidurkan anaknya tapi malah dia yang ketiduran.hal itu di manfaatkan Kelvin untuk kabur dari kamar dan menonton di ruang tamu.


"Tuan kecil mengapa anda tidak tidur?." tanya pak man sambil menaruh susu.


"Kelvin lagi nunggu Daddy kek,ada hal penting yang harus Kelvin bicarakan pada Daddy." pak man tersenyum kecil mendengar penuturan Kelvin,bocah itu seperti ingin membahas proyek besar saja dengan Daddy nya.


"Apa sebaiknya tuan kecil berbicara hal itu besok pagi saja,karena ini sudah pukul sepuluh malam.jika nona key mengetahui nya dia akan marah pada tuan kecil." Kelvin terdiam mendengar perkataan kakeknya.


"Tidak bisa kakek karena Kelvin sudah terlanjur menunggu,pasti sebentar lagi Daddy akan datang." bantah nya.


"Tuan muda kemungkinan akan pulang jam satu malam,masi lama jika tuan kecil menunggu nya." membujuk Kelvin agar tidak begadang.


Deru mobil dari arah luar terdengar sewaktu pembicara pak man dan juga Kelvin.


"Selamat datang tuan muda." pak man menunduk hormat dengan Kelvin di sisi kanannya.


"Kenapa kamu tidak tidur nak?ini sudah malam." Rey melihat putranya itu langsung jongkok mensejajarkan tinggi badan nya dengan Kelvin.


"Kelvin menunggu daddy.kenapa Daddy lama sekali pulangnya?." tanya anak itu yang langsung di gendong oleh Daddy nya.


"Daddy banyak pekerjaan jadi lembur,kenapa kamu menunggu Daddy hm?." sambil mencium pipi Kelvin.


"Mau minta uang." Rey terkejut mendengar perkataan Kelvin,sedangkan pelayan lainnya menahan senyuman mendengar permintaan tuan kecil mereka.


"Untuk apa nak?siapa yang suruh kamu minta uang ke Daddy?." Rey menatap putranya itu.


"Kata bunda Daddy tidak memberi bunda uang,sehingga tidak bisa membelikan Kelvin baju sekolah dan Kelvin tidak bisa jajan." Rey terkejut mendengar hal itu,dia seperti suami yang tidak bertanggung jawab akan anak dan istrinya.


"Dasar wanita jelek itu,kerjaannya meracuni pikiran anak ku saja." Gumam Rey pelan.


"Nanti Daddy kasi kartu kredit card padamu ya nak,biar kamu bisa belanja sepuasnya ok." ucap Rey mengacak pelan rambut anak nya.


"Kelvin maunya uang daddy bukan kartu,kartu itu tidak laku jika Kelvin membeli es krim." semakin tersenyum saja para pelayan dengan perkataan tuan kecilnya.


"Ok besok Daddy kasi,sekarang kita tidur." Rey mulai kesal dengan permintaan anaknya itu.

__ADS_1


"Tidak mau,harus sekarang.apa jangan jangan Daddy tidak punya uang?." tanya Kelvin dengan polosnya.


"Daddy punya bahkan banyak,tapi besok saja ya Daddy kasi,soalnya sekarang sudah malam dan Daddy lelah ingin beristirahat." jelas Rey dengan lembut untuk meluluhkan anak nya itu.


"Tapi Kelvin mau nya sekarang." Kelvin mulai menangis.


"Kita ke kamar dulu,nanti Daddy kasi disana." Kevin mengangguk setuju.


Rey mengendong anaknya itu menuju kamar dimana key sudah terlelap disana,hal itu membuat Rey semakin geram.bagaimana tidak dia sudah lelah seharian bekerja setelah pulang di sambut dengan permintaan aneh dari anaknya.mana sekarang dia tidak memegang uang kes untuk di berikan pada anaknya.


"Sekarang Kelvin duduk di sini dulu ya?Daddy mau mandi dulu." Kelvin langsung menggeleng kuat.


"Gak mau Kelvin mau uang,besok siang pakde es lilin lewat.nanti Kelvin gak bisa beli,karena Daddy gak kasi uang,hiks." mulai menangis hal itu membuat Rey semakin serba salah.


"Hens apa kamu ada memegang uang kes,aku pinjam dahulu besok aku kembalikan." semua yang mendengar itu nampak terkejut soalnya tuan muda yang mereka hormati.saat ini sedang meminjam uang.


Hens memberikan selembar uang berwana merah kepada tuannya namun Kelvin langsung menggeleng kuat tidak mau mengambil uang itu.


"Gak mau Daddy,Kelvin mau nya yang warna hijau,hiks hiks bukan itu hiks hiks." tangisan nya mulai kencang.


"Tapi Daddy dan om Hans tidak punya uang seperti itu.besok saja nak ya,sekarang kita tidur dulu." membujuk anak nya.


"Enggak mau hiks hiks,besok Kelvin mau jajan hiks hiks." tolak Kelvin membuat Rey semakin putus asa membujuknya.


"Ini semua karena wanita itu,pasti dia yang mengajari anak ku makan sembarangan,lihat lah betapa pulas nya dia tidur sedangkan aku harus mengurus tangisan Kelvin huh." gerutu Rey sambil menatap tajam key yang sedang tidur.


"Pak man tolong cari kan uang warna hijau sekarang agar Kelvin berhenti menangis." perintah Rey yang sedang menggendong Kelvin.


Tak lama pak man memberikan uang hijau itu pada tuannya dan langsung di serahkan pada Kelvin,Kelvin yang sudah merasa keinginan nya terpenuhi,langsung tertidur di pundak Daddy nya sambil menggenggam erat uang hijau itu.


"Hens besok kamu bawakan aku uang hijau itu sekoper agar hal ini tidak terjadi lagi.Kalian semua keluar lah aku ingin beristirahat." perintah Rey dengan suara kecil agar tidak membangunkan anaknya.


"Selamat beristirahat tuan muda." ujar para pelayan dengan pelan dan meninggalkan tuannya.


"Akhirnya aku bisa berbaring juga,rasanya pinggang ku linu menggendong kelvin.anak Daddy langsung tidur pulas, setelah dapat uang hijau." kekeh Rey sambil mencium pipi anaknya dan mulai memejamkan mata.


Untuk malam ini Rey beristirahat di kamar anaknya dengan Kelvin berada di tengah mereka,kalian tahu mengapa Kelvin menyukai uang hijau?karena uang itu adalah uang yang sering key berikan dan itu jumlah yang sangat besar menurut Kelvin si anak polos itu.


Kelvin



burung Upin



burung ipin


__ADS_1


leo



__ADS_2