Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 127


__ADS_3

"Kenapa melamun?apa yang sedang kamu pikirkan?." tanya Rey sambil memeluk istrinya dari belakang tidak lupa di menghirup aroma tubuh istrinya dalam dalam.


"Aku juga tidak tahu Rey,entah mengapa hatiku selalu gelisah?seperti akan ada sesuatu terjadi pada ku." ujar key sambil mengelus punggung tangan suaminya, entah mengapa dia dapat menerima pelukan Rey tidak seperti biasanya.


"Itu hanya perasaan mu saja,mungkin kamu Masi kepikiran tentang mimpi buruk mu malam tadi." Rey meletakan dagunya di bahu istrinya sedangkan key terdiam memikirkan ucapan suaminya.


"Mungkin kamu benar." key membenarkan ucapan suaminya.


Keduanya kembali diam sambil melihat pemandangan di balkon kamar itu.sedangkan anak anak bermain di bawah sana,nampak dari jauh mereka sedang gembira bermain kejar-kejaran dan jungkit jungkit.


"Oo jadi ini alasan Mimin tidak muncul dihadapan ku,ternyata dia hidup bersama wanita gak jelas itu." ucap putri sambil memperhatikan para bocil bermain.


"Jaga ucapan mu,nak.wanita yang kamu bilang gak jelas itu adalah wanita yang suka rela memberikan kebahagiaan untuk anak mu." omel Vian yang mendengar putri yang sedang mengolok menantu nya.


"Oh sekarang papa belain wanita itu dibanding putri papa sendiri.papa jahat." teriak nya membuat Vian mengelus dada nya karena kaget dengan ucapan Putri nya.


"Berani kamu teriak pada papa mu,kemana sopan santun yang papa ajarkan selama ini,kenapa kamu tidak tanamkan pada diri mu?." tanya Vian lembut agar emosi anaknya menurun.


"Bukan urusan papa,urus saja menantu kesayangan papa itu." rajuk nya membuat Vian hanya mampu beristighfar di dalam hati.


"Sabar,pa.mungkin kita terlalu memanjakan nya sehingga putri menjadi pribadi yang susah di atur." ucap Wati tiba tiba setelah kepergian putri.sebenarnya tadi dia menguping pembicaraan anak dan ayah itu.


"Iya,ma.semoga di cepat sadar dari kesalahan nya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi." vian mendoakan anak perempuan nya itu dan diaminkan oleh istrinya.


***


"Pergi keluar yuk,ajak juga anak anak.kebetulan hari ini weekend,kita bisa pergi ke taman bermain atau mall.mau gak?." ajak Rey sambil menatap istrinya itu.


"Ayok,aku ingin refreshing.terakhir keluar rumah waktu makan di warung itupun kamu telpon suruh pulang." adu key manja membuat suaminya tersenyum kecil.

__ADS_1


"Tunggu di mobil ya,aku akan menyusul setelah memanggil anak anak." pinta Rey sambil melepaskan pelukan nya.


Key segera pergi ke garasi mobil,dia memilih mobil biasa yang digunakan oleh suaminya untuk bekerja.setalah duduk di dalam mobil perasaan gelisah menyelimuti hati key di mencoba untuk tenang namun perasaan itu semakin menjadi jadi.


"Ya Allah sebenarnya apa yang akan terjadi?kenapa perasaan ku terus gelisah seperti menghawatirkan sesuatu?.lindungi kami semua dari segala macam bahaya yang ingin menimpa kami,amiin." doa key sambil menunggu kedatangan Rey dan para bocil.


Rey langsung masuk dan duduk di kemudi sedangkan para bocil duduk di belakang.rey bisa melihat raut kecemasan di wajah istrinya.


"Kenapa?." tanya Rey sambil menghidupkan mobil.


"Apanya,kenapa?." tanya balik key.


"Kenapa wajahmu pucat,seperti orang cemas saja." tanya Rey sambil menjalankan mobil.


"Aku...bisa kita tidak usah jalan jalan,kita kembali saja kerumah." pinta key ragu membuat Rey langsung mengerem mendadak dan menghentikan mobil yang sedang melaju itu.


"Key sudah ku bilang jangan pikirkan mimpi itu.anak anak sudah semangat saat aku mengajak nya keluar dan sekarang kamu meminta rencana ini di batalkan,kamu tidak pikiran perasaan anak anak.mereka akan sedih,key." ucap Rey lembut berusaha menekan kemerahan nya.


"Baiklah kita akan jalan jalan,tapi nanti kalian gak boleh pisah ya,harus sama sama terus." pesan key membuat mereka langsung setuju.


"Nanti kita ke mall ya om,tapi dekat permainan nya.mimin mau kesana untuk terakhir kalinya." ujar Mimin membuat key aneh dengan ucapan bocah perempuan itu.


"Terakhir kalinya,memangnya Mimin mau kemana sampai gak bisa pergi kesana lagi?." tanya key sambil memutarkan badannya melihat anak anak yang duduk di belakang.


"Mimin mau pergi,tante.pergi jauh banget." adu anak itu membuat key tersenyum menganggap ucapan Mimin lulucon.


"Pergi kemana nak,tunggu besar aja perginya.bunda gak bisa jauh dari Mimin jangan pergi jauh jauh ya?." pesan key membuat Mimin menggangguk.


Tak lama mobil tepakir disalah satu mall ternama di kota itu,membuat anak-anak antusias turun dari mobil untuk masuk kedalam.sedangkan key dengan teliti mengatur jalan para bocil agar tidak tertabrak kendaraan karena mereka masi di area parkir.

__ADS_1


"Ubah posisi,target berada di mall xxx mereka tidak dirumah." adu pria asing melalui ponselnya.


"Bagus.biarkan mereka bersenang senang dulu,saat mereka pergi dari sana baru kita serang di jalan sepi.awasi target." ucap pria itu.


"Baik bos." ujar nya sambil mematikan sambungan telpon.


"Bunda mau main mandi bola." rengek Mimin menarik baju key.


"Dira mau naik kincir angin Bun,kesana yuk." rengek Dira sambil menarik tangan key.


Anak anak mulai banyak permintaan membuat key pusing tujuh keliling,seperti ibu ibu pada umumnya jika membawa anak ke pasar atau mall pasti ada tingkah anaknya yang harus dituruti,jika tidak maka mereka akan menangis.


"STOP!." teriak key mengundang perhatian para pengunjung,sedangkan anak anak kembali diam dengan wajah menunduk.


"Kalian semua harus nurut dengan bunda,jika tidak kita pulang sekarang juga." ancam key.


"Padahal Masi muda ya?tapi udah punya banyak anak,repot kan jadinya."


"Dasar cewe sekarang,gak mikir dulu jika mau punya anak,gak mikir kedepannya dia sanggup atau tidak mengurus jika memiliki banyak anak."


Begitulah bisik bisik pengunjung namun key tidak menanggapi nya karena apa yang mereka pikirkan tidak sesuai kenyataan nya.


"Ada apa?kenapa berhenti?." tanya Rey baru menghampiri key sambil meminum es boba nya.


"Kamu dari mana?tega kamu ninggalin aku sendiri ngurus anak anak sedangkan kamu enak enakan minum es." omel key sambil merebut Boba di tangan Rey yang masih setengah itu.


"Aku tadi haus key.anak anak ayo kita cus!." ajaknya membuat key langsung melotot tajam membuat siapapun tidak berani melangkah kan kaki nya.


"Kita ke permainan mandi bola dulu,baru ketempat lainnya,ayo let's go." titah key sambil menyeruput es boba nya.

__ADS_1


Rey mengawasi anak anak yang berjalan kearah permainan itu,jujur dia risih membaur dengan para pengunjung.ingin rasanya dia mengosongkan tempat ini dengan uang yang dia miliki,namun mengingat key lebih suka hidup bermasyarakat membuat Rey mengurungkan niat nya.


__ADS_2