Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 36 ( anak burung )


__ADS_3

Hari ini pekerjaan ku tidak padat seperti biasanya membuat ku bisa pulang di pukul dua siang,sebelum pulang aku teringat dengan anakku yang minta di belikan sebuah burung.


tanpa pikir aku menyuruh hens pergi ke salah satu tempat penjualan burung ternama di kota ini.


"Tidak di sangka anda datang kemari tuan muda.suatu kehormatan bagi kami anda mengunjungi tempat kami." ucap pelayan toko itu.


Tanpa peduli dengan pelayan toko itu rey langsung masuk kedalam untuk mencari burung yang bagus untuk anaknya.ketika dia mulai masuk kedalam sudah dapat terdengar suara kicauan burung yang dapat mengganggu telinganya.tapi rey tetap memaksakan masuk untuk memilih sendiri burung untuk di berikan anaknya.


"Dimana burung beo,apakah toko kalian tidak memilikinya?." tanya rey pada pelayan wanita tersebut.


"Di sebelah sana tuan,burung beo harus di pisahkan dari burung jenis lainnnya agak dia tidak stres karena burung beo menyukai tempat yang damai." sambil menunjuk pintu di sudut sana.


Rey pun mulai berjalan sesuai arahan pelayan tersebut.sampai disana rey tampak takjub dengan jenis jenis burung beo tersebut dari warna hingga kelancaran berbicara seperti layaknya manusia,belum lagi yang menunjukan aksi dari memasukan bola ke keranjang bola hingga menyusun balok balok menjadi sebuah bangunan rumah,sungguh menakjubkan bukan.


"Tidak salah kelvin memilih burung tersebut,ternyata dia jenis burung yang sangat pintar pantas saja di pelelangan harganya dapat melambung tinggi." menggerutu pelan.


"Apakah aku bisa membeli burung beo dua tapi anak dengan induknya?." tanya rey pada pelayan itu.


"Sepertinya habis tuan,kami tidak bisa menjual lagi takut induknya habis dan kami tidak bisa mengembangbiakan lagi." ucap pelayan itu sopan.


"Jadi tidak ada yang bisa ku beli.kenapa kamu tidak bilang dari tadi,kamu sadar telah membuang waktu ku di sini." ucap rey mulai kesal.


"Maafkan saya tuan,untuk sekarang kami masi menjual burung beo,tapi anaknya anda bisa membelinya satu ekor atau sepasang." ucap pelayan itu setengah takut.


Sejenak rey termenung mungkin dia memikirkan reaksi kelvin jika melihatnya membawakan burung yang tidak sesuai dengan keinginan anaknya.


"Bawa aku ke kumpulan anak burung itu,jika ada salah satu dari mereka yang dapat membuatku tertarik akan ku beli." ujar rey pada akhirnya setelah lama berdiam diri.


"Mari ikut saya tuan." sambil berjalan mendahului reyhan.


"Ini warnanya asli atau kalian warnai?." ucap rey melihat warna indah anak burung beo itu.


"Itu warna alami tuan." balas pelayan itu.


"Apa makanan nya?." tanya rey merasa bingung.


"Sama seperti induknya tuan,karena burung yang akan kami jual ini sudah bisa makan." ujar pelayan itu.

__ADS_1


"Aku ingin butung yang di sangkar putih itu aku akan membelinya beserta sangkarnya." ucap rey setelah yakin dengan pilihannya.


Setelah membeli burung itu rey langsung pulang ke rumah untuk memberikan hadiah itu untuk anaknya,rey mulai menyayangi anaknya karena rasa bersalahnya telah menyakitinya di rumah sakit waktu itu.


Tanpa terasa reyhan sampai dirumah,seperti biasa para pelayan menyambutnya.


"Pak man di mana kelvin?." ujarnya menanyakan keberadaan anaknya.


"Tuan kecil berada di ruang makan tuan,dia sedang makan cemilan." jawab pak man.


Rey pun langsung masuk kerumah dengan membawa sangkar burung yang telah di tutupi oleh kain hitam.


"Kelvin anaknya daddy,lihat dadd bawa apa?." sambil memamerkan barang yang di bawanya.


"Burung.apa itu untuk kelvin?." ucapnya dengan antusias.


"Bukan,tapi untuk leo." ucap rey yang langsung membuat wajah anaknya murung.


"Daddy hanya bercanda lihatlah ini untuk mu." sambil membuka kain penutup kandang itu.


"Nanti daddy akan taruh yang tinggi agar gak dimakan leo lagi." ujar daddy.


"Astaga daddy udah kembali.anda berganti profesi sekarang menjadi tukang burung." ujar key dengan sepiring bakwan di tangannya.


"Jangan tegur aku,aku tidak mau berbicara padamu." ujar rey malas meladeni key.


"Wah anda membawa burung kemari,pergi sana kami tidak punya uang untuk membelinya suami ku pengangguran,jangan rayu anakku dengan burung milikmu." ucap key.


"Dasar wanita.bawa burung ini ketempat yang aman,aku ingin mandi terlebih dahulu." ujarnya.


key langsung meletakan piring yang telah berisi bakwan di atas meja dan mengambil sangkar burung itu.


"Nah kan cocok jika di pegang olehmu,jika aku yang memegangnya rasanya tak seimbang." ujar rey yang langsung dapat pelototan dari key.


"π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ π‘ π‘’π‘Žπ‘šπ‘– π‘™π‘Žπ‘˜π‘›π‘Žπ‘‘,π‘—π‘–π‘˜π‘Ž π‘ π‘Žπ‘—π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘£π‘–π‘› π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘˜π‘’ π‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘  π‘‘π‘–π‘Ž." π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘€π‘Žπ‘—π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘‘.


"Wajahmu menjadi hancur jika kamu seperti itu,kenapa bisa hancur?karena tidak sanggup lagi menampung ekspresi jelek mu itu." ujarnya membisikan tepat ditelinga key.

__ADS_1


Setelah puas membuat key tak berkutik rey pergi ke kamar mandi untuk mandi,karena tubuhnya rasanya lengket dan terdapat bau burung disana.


"Bunda turunkan sangkarnya aku ingin lihat burung itu secara dekat." ucap kelvin dengan semangat.


"Wah burungnya sangat cantik,dia laki laki atau perempuan ya." sambil memegang burung itu dan melihat belakangnya,seperti memeriksa jenis kelamin anak kucing.


"Burung sama kucing beda nak,kamu tanya sama daddy ya nanti!itu burung laki laki atau perempuan?." ujarku pada akhir nya.


"Masukan lagi burung itu ke kandang nak!." ucapku yang langsung di turuti olehnya.


"Ini kenapa burungnya berisik ya,apa dia cari bunda nya ya?." dengan polosnya.


"π½π‘–π‘˜π‘Ž π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– 𝑖𝑛𝑖 π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘  π‘˜π‘’π‘™π‘£π‘–π‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” 𝑠𝑒𝑛𝑒𝑛𝑔 π‘Žπ‘˜π‘’ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘‘π‘Ÿπ‘’π‘  π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘€π‘Žπ‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘Žπ‘› π‘›π‘¦π‘Ž,π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘˜π‘’π‘ π‘Ÿπ‘’π‘π‘œπ‘‘ π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘›π‘– π‘˜π‘’π‘™π‘£π‘–π‘› π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž 𝑑𝑖 π‘‘π‘Žπ‘šπ‘π‘Žβ„Ž π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘€π‘Žπ‘‘ 𝑑𝑒 π‘π‘Žπ‘¦π‘– π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘›π‘”,π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ π‘Ÿπ‘’π‘¦β„Žπ‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘‘.π‘π‘Žπ‘ π‘‘π‘– π‘‘π‘–π‘Ž π‘ π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘—π‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘™π‘– π‘π‘Žπ‘¦π‘– π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘›π‘” π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘¦π‘’π‘ π‘Žβ„Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’." π‘ π‘Žπ‘šπ‘π‘–π‘™ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž π‘”π‘’π‘Ÿπ‘’π‘”π‘’π‘‘ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘’π‘¦.


"πΏπ‘–β„Žπ‘Žπ‘‘π‘™π‘Žβ„Ž 𝑠𝑖 π‘—π‘’π‘™π‘’π‘˜ 𝑖𝑑𝑒 π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– 𝑖𝑑𝑒,π‘Žπ‘π‘Žπ‘˜π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘”π‘–π‘™π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’ π‘π‘Žπ‘€π‘Ž,π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ π‘€π‘Žπ‘›π‘–π‘‘π‘Ž π‘Žπ‘›π‘’β„Ž." π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘ 𝑑𝑖 π‘‘π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘¦.


"Daddy burungnya laki laki ya?." tanya kelvin yang membuat key terkejut.


"Yang kuning perempuan dan yang biru laki laki." sambil berjongkok mensejajarkan tinggi nya dengan anaknya.


"Yah kenapa tidak laki laki semua biar jadi upin ipin." ucapnya memelas.


"Ya udah suruh daddy mu kembalikan saja,jika kamu tidak menyukainya." dengan mata berbinar.


"Gak mau,biar aja gak apa apa mau laki laki atau perempuan semuanya bagus,kelvin akan mencoba untuk bersyukur.biar kelvin selalu bahagia,benar kan bunda." ucap anak bujang ku.


"Ia sayang." sambil tersenyum.


"π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Žπ‘‘π‘Ž 𝑠𝑖 π‘—π‘’π‘™π‘’π‘˜ 𝑖𝑛𝑖 π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘—π‘Žπ‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘’ β„Žπ‘Žπ‘™ π‘π‘Žπ‘–π‘˜,π‘ π‘’π‘šπ‘œπ‘”π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘‘π‘’π‘šπ‘π‘’β„Ž π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘‘π‘– π‘ π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘Žπ‘–π‘˜ π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘€π‘Žπ‘› π‘›π‘Žπ‘˜. π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘‘π‘Žπ‘‘π‘‘π‘¦ π‘šπ‘’ 𝑖𝑛𝑖." π‘ π‘Žπ‘šπ‘π‘–π‘™ π‘šπ‘’π‘›π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘ π‘™π‘’π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜π‘›π‘¦π‘Ž.


"Kenapa daddy melihat kelvin seperti itu,apa ada sesuatu di wajah kelvin?." bertanya pada daddynya.


"Tidak ada,daddy hanya merasa kamu semakin berisi semenjak sembuh.dan juga kamu sudah besar tak terasa oleh daddy." sambil merengkuh anaknya.


Pemandangan di depan ini membuat hati key tersentuh,bukan hanya key pak man dan para pelayan yang lainnya juga merasa takjub dengan perubahan tuan muda mereka.


"π‘Œπ‘Ž π‘Žπ‘™π‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘’π‘šπ‘œπ‘”π‘Ž π‘˜π‘’β„Žπ‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› 𝑖𝑛𝑖 π‘šπ‘Žπ‘ π‘– π‘˜π‘’ π‘™π‘–β„Žπ‘Žπ‘‘ π‘’π‘ π‘œπ‘˜ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘–,π‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘ π‘’β„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘’,π‘‘π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘™π‘Žπ‘™π‘’ π‘π‘’π‘˜π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘› 𝑝𝑖𝑛𝑑𝑒 β„Žπ‘Žπ‘‘π‘– π‘‘π‘’π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘’π‘¦ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘ π‘– π‘ π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜π‘›π‘¦π‘Ž,β„Žπ‘Žπ‘šπ‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘¦π‘’π‘˜π‘’π‘Ÿ π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘›π‘–π‘˜π‘šπ‘Žπ‘‘ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘Žπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘– π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘– 𝑖𝑛𝑖."

__ADS_1


__ADS_2