Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 132


__ADS_3

"Kasihan putri,pa.mama gak tega lihat dia seperti ini." adu Wati sambil melihat anaknya.saat ini suami istri itu sedang duduk di sopa ruangan itu,Wati datang saat Vian mengabari keadaan putri.


"Papa juga,ma.hati papa sangat hancur melihat anak papa seperti ini." Vian sangat sedih dia berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.


"Kasihan nasib,dia.waktu kuliah dia di perkosa ,lalu ketika menjadi seorang ibu.Mimi malah meninggalkan nya,pasti dia sangat menyesal dan juga sangat marah pada dirinya sendiri." jelas Wati membuat Vian mengangguk mengerti.


"Kita harus membuat dia bangkit dari masa terpuruknya,buat dia mengikhlaskan mimin untuk pergi." usul Vian sambil sesekali memandang wajah putri nya.


"Oh ya,bagaimana keadaan key?apa dia sudah mengetahui bahwa Kelvin diculik?." tanya Wati membuat Vian terkejut karena dia tahu bahwa istrinya sangat tidak menyukai key,tapi sekarang tiba tiba dia menanyakan tentang keadaan key,sungguh suatu keajaiban pikir Vian.


"Mama gak kesambet kan,mama barusan menanyakan key?." tanya Vian memastikan.


"Ia pa,mama ingin tahu bagaimana keadaan dia?papa jangan berpikir mama udah baikan dengan nya,ya.mama hanya kepo tentangnya bukan peduli." ucap Wati Masi menjunjung tinggi harga dirinya sedangkan suaminya hanya tersenyum.


"Dia tadi sudah sadar,tapi karena putri masuk kedalam sana dan memberi tahu Mimin udah tiada dia pingsan kembali." jelas Vian.


"Apa putri menyalahkan key atas kematian Mimin,makanya key pingsan kembali?." tebak Wati membuat Vian mengiyakan nya.


"Astaga anak ini bisa bisanya dia marah pada key,padahal ini bukan salah key.nanti mama akan bujuk putri agar dia mau meminta maaf pada key." ucap Wati membuat Vian semakin yakin bahwa istrinya itu sudah mau menerima key.


"Tapi mama ngomong nya pelan dan lembut ya,papa takut putri menyalahkan artikan perkataan mama.nanti dia menyangka mama lebih menyayangi key dari pada dia." pesan Vian.


"Oke pa." balasnya.


***


"Udah sadar." seru Rey ketika melihat pergerakan dari istrinya.


"Rey." ucap key pelan dengan suara seraknya.


"Ayo duduk,kamu harus minum air putih dulu." Rey membantu istrinya duduk bersandar di ranjang itu.


"Rey aku ingin pergi menemui Mimin,bawa aku kesana ya." pinta key setelah meminum segelas air.


"Kamu Masi sakit,tunggu sembuh saja baru kita kesana." ucap Rey lembut sambil mengelus kepala istrinya.


"Ta..Pi aku maunya sekarang." kekeh key dengan mata mulai berkaca kaca.

__ADS_1


"Gak bisa,sayang.nurut ya!kita gak bisa kesana jika keadaan mu seperti ini.jadi lebih baik kamu fokus untuk sembuh,agar kita dapat menemui Mimin Kapan pun kamu mau." bujuk Rey membuat key langsung menangis.


"Shuttt jangan nangis,ikhlas kan Mimin ya." Rey membawa key kedalam pelukannya.


"Aku mau Mimin hiks hiks." adu key membuat hati Rey ikut sedih mendengar nya.


"Kelvin mana?." tanya key sambil melepaskan pelukan itu tak lupa dia menghapus air mata di pipinya.


Deg.


Jantung Rey langsung berdebar saat istrinya menanyakan keadaan anaknya,rasanya dia tak sanggup berkata jujur pada istrinya.mengetahui kepergian Mimin saja membuat istrinya sesedih apalagi mendengar Kelvin di culik,bisa bisa key menangis semalaman.


"Kelvin ada dirumah." bohong Rey sedangkan key langsung menatap Rey.


"Beneran ada dirumah,kamu gak bohong kan?." tanya key membuat Rey langsung menyembunyikan raut wajah bohong nya,agar istrinya percaya dengan perkataan nya.


"Tentu saja ada dirumah,memangnya kelvin pergi kemana lagi selain dirumah?." Tanya rey balik membuat key terdiam berpikir.


"Jika Kelvin dirumah,lalu apakah ucapan nenek mustika itu bohong? perkataan siapa Yang harus ku percaya?."


"Berhenti berpikir Yang macam macam, sekarang ayo makan aku suapi." ajak Rey mengambil bubur di atas meja.entah kapan bubur itu ada disana,mungkin suster yang mengantarkan nya ketika key pingsan tadi.


"Jika kamu tidak mau makan,lalu kapan kamu akan sembuh dan melihat Mimin?." tanya Rey membuat key langsung menunduk sedih,Rey melihat istrinya sedih kembali.membuat dia menyesal telah berkata seperti itu.


"Maaf jika ucapan ku membuat mu sedih,tapi aku ingin kamu makan.kamu udah pingsan dua hari perutmu belum terisi,jadi ku mohon makan lah meski hanya sedikit." bujuk Rey sambil memeluk key lagi.


"Makan,ya?." ucap Rey membuat key mengangguk.


Rey dengan telaten menyuapi istrinya,key memaksakan untuk makan meski sesekali dia merasa mual.


"Sudah cukup,aku tidak sanggup makan lagi." ujar key sambil meminum segelas air untuk menghilangkan rasa mual nya.


"Baiklah,jangan baring dulu.karena kamu lepas maka dan juga mau minum obat." titah Rey seperti seorang ayah yang memberi nasehat pada anaknya.


"Dasar pak tua." gumam key sambil tersenyum tapi Rey Masi dapat mendengar nya.


"Kamu memanggil ku dengan panggilan itu,lagi.

__ADS_1


jika saat ini kamu tidak sakit mungkin aku sudah memakan mu." ujar Rey membuat key tertawa senang, banyak ide jahil saat ini bermunculan dia sudah berniat menjahili suaminya dengan memanfaatkan sakit nya.


"Pak tua galak." ejek key membuat Rey langsung melotot padanya.


"Apa melotot lotot,mau pamer biji Mata ya?hehehe." kekeh key membuat Rey semakin kesal.


"Dasar nakal." umpat Rey dia rasa nya ingin mengelitik istrinya namun semuanya hanya dapat dia tahan mengingat istrinya sedang sakit.


"Dasar pak tua galak,udah galak doyan nya daun muda pula." ejek key semakin menjadi jadi,membuat Rey sudah mulai habis kesabaran.


"Siapa yang suka daun muda,ha.orang aku sukanya pucuk daun." ucap Rey dengan senyum mesumnya,dia sudah menemukan cara agar istrinya itu tidak mengejek nya lagi.


"Apaan sih gak nyambung." ujar key.


"Masa gak ngerti,aku tu suka pucuk daun.pokoknya segala pucuk itu sangat enak rasanya." omongan vulgar Rey sangat tidak di mengerti oleh key.


"Masa sih,aku penasaran ingin mencoba rasanya." key polos menanggapi ucapan suaminya membuat Rey langsung tersenyum mengembang.


"Aku punya loh bahkan dengan batang batang nya,tapi yang aku punya ini daun nya bulat dua pula." ujar Rey sambil menahan senyum.


"Benarkah,apa ada akarnya?." tanya key dengan antusias.


"Ada seperti rambut keriting,apa kamu ingin melihatnya?." tawar Rey membuat key sedikit berpikir.


"Aku kan sakit mana bisa pergi kemana mana?." key memelas saat mengatakan hal itu.


"Tenang,pucuk nya ada disini kok.siapa tahu setelah kamu memakannya kamu akan sembuh." key langsung semangat mendengar nya.


"Oh ya,memangnya dimana pucuknya?." tanya key.


"Di sini." Rey memegang senjatanya membuat key terbelalak tak percaya.


"Jadi pucuk...Daun...akar itu adalah...." ucap key tercekat sedangkan Rey sudah tertawa terpingkal-pingkal.


"Hahahaha hahaha hahaha." tawa nya menggema sedang key merenggut kesal.


"Dasar mesum bisa bisa nya istrinya sakit malah di jahili." umpat key membuat Rey segera menjauh karena dia tahu key akan mencubit atau memukulnya.

__ADS_1


"Rasain siapa suruh mengejek ku." balas Rey lalu tertawa kembali.


__ADS_2