
"Non non bangun!!hari sudah menjelang pagi nanti waktu subuh nya keburu habis." mengusap punggung ku.
Sayup sayup aku mendengar suara bik Surti memangil ku dan aku mulai terbangun dari tidurku.
"Emmmm....hoammm bibi ada apa."mengucek mata sambil menguap.
"Hari sudah menjelang pagi,non key ayo cepat sholat subuh sebelum waktu subuh habis!." ucapnya.
"Ia bibi, key mau berwudhu dulu." berlalu pergi ke kamar mandi.
Setelah berwudhu bik Surti memberikan mukenah beserta sajadah kepadaku,aku pun langsung melakukan sholat subuh.selesai sholat aku pun berdoa dan berdzikir.
"Ya Allah tuhanku yang maha esa,hamba mu yang banyak dosa ini memohon kepadamu untuk mengampuni dosa dosa orang tuaku,ampunilah ya Allah,mudahkan lah urusanku,kuatkan lah aku dalam menghadapi cobaan yang kau berikan,hamba yakin engkau tidak mungkin memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambamu,Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasana waqinaa ‘adzaabannar wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihii wasallam, walhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin." berdoa dengan khusyuk.
Aku pun membereskan perlengkapan sholat,dengan diperhatikan bik Surti yang duduk ditepi dinding kamarku.
"Non key mandi dulu,mandi di subuh hari dapat menyehatkan tubuh kita." ucapnya.
"Ia bik kalau gitu key mandi dulu ya bik." ucapku.
"Ya non bibi juga mau masak untuk sarapan,nanti sarapan non key bibi antar kekamar ya?." ucapnya.
"Oke bik terimakasih udah bangunkan key untuk sholat." sambil tersenyum.
"Sama sama non." membalas senyuman ku.
Aku pun bergegas ke kamar mandi,paman tidak mengurungku lagi tapi diluar rumah diperketat keamanannya Agar aku tidak dapat kabur lagi.selesai mandi aku mengenakan pakaian gamis polos berwarna kuning Langsat beserta jilbab instan yang panjang berwarna hitam.aku tidak banyak memiliki baju karena aku tak sanggup membeli lantaran tidak punya uang.
"Non ini bibi bawa makanan dan obat untuk non key." menyerahkan makanan kepadaku.
"Terimakasih bik,bibi udah sarapan,kalau belum bibi makan dengan key aja.'' ucap ku menawarkan makan.
"Udah non tadi,sini biar bibi suapi biar makin lahap makannya." sambil tersenyum.
Akupun makan dengan lahapnya setelah selesai makan bibi pun mengoleskan salep untuk luka ku.
__ADS_1
"Ahhh... perih bik nanti kalau udah selesai mengoles salep di punggung key,key minta tolong olesin pitadin ke luka siku key ya bik." ucapku dengan sopan.
"Iya non nanti sekalian bibi perban siku non supaya lukanya tidak terkena air." ucapnya.
"Oh ya bik waktu key pingsan dicambuk paman semalam,lalu apa yang terjadi selanjutnya?." ucapku penasaran.
Flash Back
"Tuan hentikan!!!!! nona key pingsan tuan hentikan hiks hiks hiks."ucapnya memohon.
"aku tak peduli mau dia pingsan ataupun mati,cter cter cter." memukul ku dengan kesetanan.
"Pa hentikan! dia akan menikah untuk melunasi hutang kita,nanti kalau dia mati kita akan terlilit hutang pa dan juga tuan Rey akan murka ke kita." ucap bibi Ami.
Seketika itu paman menghentikan cambuknya,sambil memikirkan ucapan istrinya.
"Jangan sampai dia mati atau terluka parah,kalau tuan rey tahu bisa mampus aku." ucapnya dalam hati.
"Bik Surti bawa key kedalam kamarnya,dan juga obati luka lukanya,jika dia bangun nanti beri makanan empat sehat lima sempurna!apa bibi mengerti?." perintah nya pada bik Surti.
"Untuk kalian berdua,gaji kalian akan saya potong atas kelalaian kalian menjaga keamanan!." hardiknya sambil menunjuk kedua bodyguard.
"Tapi tuan kami tidak salah,bik Surti yang salah karena menyuruh kami kedapur benerin saluran air." ucap bodyguard 2.
"Alah jangan kebanyakan alasan pokoknya saya tidak mau tau,kalian mau potong gaji atau saya pecat?diluar sana Masi banyak orang lain yang mau menjadi bodyguard saya." ucapnya dengan sombong.
"Beri kami kesempatan untuk memperbaiki kelalaian kami,kami janji akan melakukan yang terbaik untuk tuan." ucap bodyguard 1.
"Ok mulai besok ada dua bodyguard datang kemari agar rumah ini semakin kuat keamanannya, saya harap ini yang pertama dan terakhir kalian melakukan kesalahan." ucapnya dengan ketus.
"Baik tuan." sambil menunduk.
"Ayo sayang kita masuk kedalam." sambil memeluk pinggang istrinya.
Flash Off
__ADS_1
"Sepertinya tuan takut dengan calon suami non key." ucap bik Surti.
"Ternyata Masi ada orang yang ditakuti paman." ucapku dengan tersenyum sinis.
"Tok tok tok key buka pintunya,paman mau berbicara dengan mu." sambil mengetuk pintu.
"Cklek masuk paman." sambil membuka pintu.
"Ternyata ada bik Surti,apakah paman menganggu kalian?." ucap nya basa basi.
"Tentu saja tidak paman,paman ada keperluan apa kemari?." ucapku penasaran.
"Ini surat dari tuan Rey,tolong tanda tangani." sambil menyerah pena kepadaku.
"Tapi paman key tidak mau menikah." ucapku menolak.
"Tinggal tanda tangani saja apa sulitnya,kamu itu sudah cukup matang untuk menikah. paman tidak sanggup lagi menampung mu dirumah ini,sudah cukup dua tahun ini saja,anggap saja ini sebagai balas budi mu atas kebaikan paman yang telah mengurus mu selama ini." ucapnya dengan sadis.
"Ya Tuhan inikah takdir hidupku,jika ini yang terbaik untuk hamba.hamba akan menerima dengan lapang dada." ucap ku dalam hati sambil menandatangani surat itu.
"Oke terimakasih key.surat ini akan paman serahkan kepada hens dan mungkin lusa kamu akan menikah." ucapnya sambil berlalu pergi.
"Bik Surti apakah ini sudah takdirnya key harus menikah dengan tuan Rey?." ucapku dengan menahan tangis.
"Non yang sabar ya, coba nanti malam non sholat istikharah meminta petunjuk kepada Allah,semoga ini yang terbaik untuk non, yang namanya jodoh, ajal dan rejeki itu telah diatur oleh yang maha kuasa,kita sebagai hambanya harus menerima ketentuannya." ucapnya menasehati ku.
"Nanti malam key akan coba sholat istikharah, berarti setelah menikah key akan pergi dari rumah ini dan pisah sama bik Surti?."ucap ku dengan air mata berlinang.
"Ya gak apa apa non nanti non bisa menjenguk bibi kok,kapan pun non mau, bibi gak kemana mana,bibi akan tetap berkerja disini." ucapnya berusaha menenangkan ku.
"Makasi ya bik atas kebaikan bibi selama ini,bibi adalah orang tua kedua key setelah ayah ibu key,key sangat menyayangi bibi hiks.. hiks." ucapku sambil memeluk nya.
"Non key udah bibi anggap sebagai anak sendiri,nanti disana non jangan lupain bibi,jangan lupa sholat,dan jangan lupa jenguk bibi disini." ucapnya.
"Iya bik makasih.key sayang bik Surti." ucapku dengan tulus.
__ADS_1