
"Baiklah jika itu mau mu,Hens ambil kotak biru di bagasi mobil ku." titah Rey membuat Hens bingung namun tetap melakukan perintah tuannya.
"Sebenarnya apa yang ingin tuan lakukan?kok aku jadi penasaran ya." ucap Hens membatin.
Hens segera melakukan perintah tuannya, dengan penasaran tinggi Hens segera mempercepat langkahnya dia ingin tahu apa isi dari kotak yang tuannya maksud.
"Kira kira isinya apa ya?.ah sudahlah nanti aku juga akan tahu,aku harus segera memberi kotak ini pada tuan,agar aku tahu isi kotak ini." gumam Hens setelah mengambil kotak dan menutup kembali bagasi mobil tuannya.
"Ini tuan kotak nya." Hens memberikan kotak itu dengan sopan dan langsung di ambil oleh Rey.
"Sekali lagi ku bertanya padamu,dimana anak ku di culik?." tanya Rey dengan dingin. dimatanya saat ini hanyalah kemarahan tidak ada lagi cinta untuk wanita di depannya.
"Aku tidak Sudi menjawab pertanyaan mu." kekehnya membuat Rey tersenyum jahat.
"Aku akan buka kotak ini,pasti kamu akan takut melihat isinya." Rey membuka kotak itu secara perlahan,Hens sangat memperhatikan dengan seksama apa isi dari kotak itu.
"Hanya sebuah garam kasar,apa maksud dari tuan.apa dia ingin melawak di sini?." Hens mendengus sebal setelah mengetahui isi nya.
"Hens jangan remehkan garam ini,ini bukan sembarang garam.garam ini telah ku campur kan dengan ramuan penangkal siluman ular.jadi berhenti mengejek ku,ok." jelas Rey seakan akan tahu isi pikiran sekertaris nya tuan.
"Maafkan saya tuan." Hens meminta maaf pada tuannya namun tidak dihiraukan.
"Hahahaha hahaha hahaha." tawa wanita itu menggelegar dia sungguh meremehkan benda di tangan Rey itu.
Rey melempar sedikit garam kearah wanita di jeruji itu,ketika garam itu mengenai salah satu jarinya tiba tiba tawa tadi berubah menjadi jeritan.
"Akhhhhhh.panas." pekik nya sambil meniup jari nya yang melepuh itu.
"Masi bisa tertawa,jangan remehkan perkataan ku.sekarang lebih baik kamu jujur dari pada tubuh mu ku buat melepuh semua." ancam Rey sambil memainkan garam di genggaman nya, membuat Willy meringis melihat nya.
"Aku akan berbicara jujur,tapi setelah aku memberi tahu semuanya,lepaskan aku." perempuan itu Masi mencoba melakukan tawar menawar pada harimau yang setengah terbangun itu.
"Aku tidak memintamu melakukan penawaran padaku,aku hanya ingin kamu memberi tahu ku dimana anak ku berada?." ucap Rey tegas sambil melempar kembali garam kearah Willy. tapi untungnya wanita itu segera menghindar jika tidak bisa di pastikan kulit nya kembali terbakar.
__ADS_1
"Rey ber*ngsek." umpat nya sambil mantap tajam lelaki yang pernah dia cintai itu.
"Terus lah membungkam mulutmu hingga garam ini membuat tubuh mu terbakar." Rey kembali melempar garam.kali ini dia melempar nya terus menerus membuat Willy Kelabakan dan banyak garam mengenai tubuh nya,alhasil banyak luka yang dia terima.
"Oke aku akan beri tahu,tapi hentikan lemparan garam itu." ucap nya memohon Dengan badan mulai gemetar menahan panas di tubuhnya.rey segera berhenti dan memberi waktu beberapa menit untuk wanita itu berbicara.
"Berbicaralah." bentak Rey.dia sudah habis kesabaran menghadapi wanita ini yang sepertinya sengaja mengulur waktunya.
"Anak mu ingin di tumbalkan malam ini juga oleh Datuk Waga,penumbalan itu di lakukan di gedung keramat miliknya.oh ya ritual nya akan segera di mulai jika kamu tidak segera datang menyelamatkan anak mu maka dia akan mati.hahahahaaha." tawa nya.sedangkan Rey mengepalkan tangan menahan emosi.
"Hens jaga dia,jangan sampai dia lolos.aku akan menyelamatkan Kelvin lalu memberi dia pelajaran." titah Rey membuat Hens menganggukkan kepala.
"Baik tuan,jika anda memerlukan bantuan Segera panggil saya." pinta Hens dan Rey mengiyakan nya.
"Kelvin bertahanlah Daddy akan segera datang." Rey membatin sambil berlari secepat kilat untuk menuju gedung keramat itu.
***
"Key!." panggilan itu membuat key segera membuka matanya.
"Siapa yang membohongi mu,cu.nenek berkata jujur,suami mu lah yang membohongi mu." jelas nenek mustika membuat key tersenyum sinis.
"Nenek dengar ya?aku lebih percayalah pada Daddy nya Kelvin dari pada nenek." tegas key membuat wanita itu tertawa.
"Hahahaha.ternyata kamu sudah mencintai pria itu toh." ujar nenek mustika ditengah tawa nya membuat key salah tingkah.
"Jangan mengalihkan topik pembicaraan.sekarang aku ingin bertanya, sebenarnya apa maksud nenek membohongi ku?apa tujuan nenek?." cecar key mengintrogasi wanita tua itu.
"Sudah nenek bilang,nenek tidak berbohong.jika kamu tidak percaya silahkan lihat cermin ini." nenek mustika memperlihatkan cermin yang menampilkan Kelvin yang tengah duduk di ikat di sebuah kursi.
"*Lepasin Kelvin,kek.bunda nya Kelvin cemas jika Kelvin gak ada di rumah." pinta bocah itu.
"Kakek akan lepaskan kamu jika kamu memakan gula gula ini sampai habis." pria tua itu menyodorkan benda bulat seperti permen tapi warnanya hitam pekat.
__ADS_1
"Benar kah,kalau begitu masukan permen itu ke mulut Kelvin,Kelvin akan memakannya." anak itu dengan mudah nya percaya dan segera mengunyah permen itu hingga habis,meskipun dia merasa aneh dengan rasanya.
"Sekarang lepaskan Kelvin." pinta anak itu lemah,lalu tak sadarkan diri*.
"Kelvin!!!kenapa nenek diam saja waktu pria itu memasukan racun itu?." tanya key marah.
"Percuma cu,ini kejadian beberapa jam lalu.nenek tidak bisa berbuat apa apa." jelas wanita tua itu membuat key menunduk sedih.
"Kelvin,anak ku." gumam key lirih.
"Sekarang kita lanjut lagi melihat apa yang di lakukan si tua Bangka itu,tapi selama cermin ini menunjukan bayangkan itu.kamu jangan teriak,nanti dia akan berubah menjadi cermin bening seperti ini lagi." saran nenek mustika membuat key mengangguk.
Mereka berdua kembali melihat cermin yang menampilkan layaknya video.
"Akhirnya malam ini aku menjadi kaisar siluman,tidak ada yang bisa mengalahkan ku.hahahahhahah." tawa pria tua itu di hadapan Kelvin yang tengah pingsan.Burhan tersenyum melihat tuannya sebahagia itu.
"Burhan ganti pakaian bocah itu.pakaian serba putih,sesuai syarat ritual kita." titah nya sambil meninggalkan ruangan itu.
Setelah Kelvin di pakaian baju serba putih,dia di baringkan di sebuah batu besar di halaman gedung keramat itu.halaman nya benar benar di tata sesuai syarat dan ketentuan ritual itu.banyak bunga berbagai warna yang ditaburkan,ada juga beberapa obor sebagai pencahayaan.tidak lupa penjagaan yang sangat ketat agar ritual itu dapat berlangsung tanpa gangguan apa pun.
"Nenek bantu aku selamatkan kelvin." pinta key setelah cermin itu kembali semula.
"Aku bisa bantu kamu,tapi ingat nyawa mu taruhan nya." ujar nenek mustika.
"Aku tidak masalah jika aku meninggal asalkan anak ku selamat." balas key dengan air mata yang mulai menggenang.
"Baiklah,sekarang pergilah ke gedung keramat itu.ingat kamu hanya punya waktu dua jam untuk menyelamatkan anak mu." pesan nenek itu.
Pandangan key gelap seperti sebelumnya,sampai dia tiba tiba terbangun dengan peluh keringat di tubuhnya.
"Astaghfirullahalazim,aku harus keluar dari rumah sakit ini untuk menyelamatkan Kelvin." gumam key segera mencabut selang infus dari tubuhnya,tanpa memperdulikan keringat yang bercucuran di wajahnya.
Key perlahan keluar dari ruangan itu,dia mengenakan masker agar tidak di kenali.untung di depan pintu ruang rawat nya tidak ada bodyguard jadi dia dengan mudah bisa kabur dari rumah sakit itu.
__ADS_1
"Kelvin bertahanlah bunda akan segera datang." key menaiki sebuah taxi untuk menuju gedung keramat yang di maksud nenek mustika itu,untung nenek mustika memberinya sebuah kertas yang berisikan alamat itu.