
"Sebentar lagi bulan purnama akan muncul, hahahaha.akhirnya aku menjadi kaisar siluman, hahahaha." pekik pria tua itu kesenangan, sedangkan pengikut nya hanya mendengar, sambil sesekali mereka juga ikut tersenyum.
Datuk Waga mulai menyusun batu mustika emas dan batu mustika mutiara,dia mengarahkan batu itu ke arah Kelvin yang terbaring.
"Jika bulan purnama nanti,kedua batu itu akan memancarkan energi yang dapat menimbulkan batu sumber kekuatan.pada saat itu aku akan menyerap energi nya agar aku semakin kuat, hahahaha." ucap Datuk Waga.
Waktu terus bergulir sekarang sudah pukul 23.00,Datuk Waga mengambil salah satu belati lalu mulai mendekati Kelvin.
"Anak kecil aku akan mengambil darah istimewa yang ada di dada mu,ini akan sakit sebentar saja,lalu setelah nya kamu tidak akan merasakan sakit untuk selamanya." Datuk Waga mulai mendekat sambil membawa belati di tangannya,saat ia akan menusukan belati itu ke dada Kelvin ada sebuah suara yang mengehentikan nya.
"HENTIKAN!." teriakan itu berhasil menghentikan Datuk Waga.
"Kau,bagaimana bisa masuk kedalam daerah kekuasaan ku?." bentak Waga sambil berdiri tegap sambil menatap tajam kearah tamu tak di undang itu.
"Itu hal kecil bagiku,sekarang lepaskan anak ku!." titah Rey membuat Waga tersenyum sinis.
"Jika aku tidak mau,lalu kamu mau apa?." tantang Waga,dia tidak takut sama sekali dengan tatapan mematikan yang Rey tunjukkan.
"Aku tidak akan mengampuni mu." ucap Rey lantang,sudah habis kesabaran yang ia miliki kerena kejahatan yang dilakukan waga pada keluarga nya.
"Aku yang tidak akan mengampuni mu.karena kamu sudah masuk ke sini,maka aku tidak akan membiarkan mu keluar dalam keadaan hidup hidup." ancam waga namun Rey tidak takut sama sekali.
"SERANG!!." titah Waga membuat anak buahnya langsung menyerang Rey yang seorang diri.
Rey menghadapi anak buah Waga,meski dia sendiri.namun dia dapat mengimbangi serangan itu sehingga saat ini dia belum mendapat luka sama sekali.
"Ternyata dia masih sehebat dulu.untung kekuatan ku sudah bertambah,dengan begitu aku bisa mengalahkan siluman harimau ini." Waga memperhatikan perkelahian itu dari kejauhan.
Tidak memerlukan waktu yang lama untuk Rey menghabisi lawannya,para musuh yang tak berdaya diam diam memuji kemampuan Rey.
"Masi tidak ingin melepas kan anak ku." cetus Rey sambil melihat pria tua itu.
"Ini baru permulaan,langkahi dulu mayat ku baru Ku serahkan anak mu." ucap Waga membuat Rey geram mendengar nya.
"SERANG!." suara teriakan tiba tiba terdengar dengan di iringinkan langkah kaki banyak orang.
__ADS_1
"Sialan." umpat Waga melihat kehadiran sekertaris Hens yang membawa pasukan untuk menyerang gedung keramat miliknya.
Rey langsung melayangkan tinju kearah Waga,Waga yang lengah langsung tersadar ketika wajahnya berhasil terkena pukulan itu.
Dimalam itu perkelahian terjadi,Rey berkelahi dengan Waga sedangkan hens berkelahi dengan Burhan.
"Kenapa datuk Waga bisa sekuat ini?sudah beberapa menit berlalu tapi energi yang dia miliki Masi utuh.jika seperti ini terus aku bisa kalah melawannya." pikir Rey dengan nafas memburu.
"Kenapa?terkejut?ia aku memang sudah kuat tidak seperti dulu lagi.jadi lebih baik kamu sudahi peperangan ini sebelum nyawamu melayang." ucap Waga sombong.
"Tidak akan,aku rela mati berjuang untuk menyelamatkan darah daging ku." ucap Rey lantang.
Mereka berdua kembali berkelahi,jika dilihat dari kejauhan kedua tidak seimbang seperti sebelum peperangan tadi,jelas terlihat Datuk Waga lebih dominan dari perkelahian itu.
"Rey!Kelvin!." gumam seorang wanita yang baru mengintip dari balik tiang bangunan itu.
"Akhhhhh." Rey terbaring menyamping sambil memegangi perutnya yang terkena pukulan Waga.
"Sudah ku bilang,aku tidak akan membiarkan mu keluar dari sini hidup hidup." ucap Waga sambil mendekati Rey yang sudah tak berdaya.
"Ya Allah sebentar lagi jam dua belas,apa yang harus kulakukan?." gumam key panik melihat Waga yang semakin mendekati Rey.
"Aku tidak boleh membiarkan pria tua itu membunuh suami ku dan anak ku." ucap key lirih.
"jika kamu dalam keadaan terdesak,panggilah namaku tiga kali.tapi ingat nyawa mu taruhan nya."
Pesan nenek mustika tiba tiba tergiang di ingatan key,tanpa rasa keraguan dan berpikir panjang key ingin melakukan nya,dia berpikir hanya itu cara satu satunya untuk menyelamatkan keluarganya.
"Hentikan!." cegah key saat Waga ingin menekan dada Rey dengan salah satu kakinya.
"Key!." panggil Rey lemah,dia tidak menyangka istrinya bisa ada disini.
"Gadis manis,berani kamu datang kemari." ucap Waga sambil menarik kembali kakinya.
"Jangan sakiti suamiku dan anak ku.aku akan membunuh mu jika kamu berani menyentuh mereka." seru key membuat Waga tertawa geli,wanita kecil dan lemah di hadapan nya ini beraninya mengancamnya,pikirnya.
__ADS_1
"Oh aku sangat takut." ejek waga dengan ekspresi menyebalkan.
"Jika kamu mau menjadi istri ku,aku tidak akan membunuhmu.jika kamu tidak mau maka siap siap lah mati di tangan ku." ucap waga membuat key muak mendengar penawaran itu.
Cuih.
Key meludah di hadapan Waga sambil memandang nya dengan jijik,Waga yang tak terima dengan penghinaan itu langsung mencekik leher key dengan satu tangan nya.
"Jangan menantang ku." ucap waga lalu melepaskan tangannya dari leher key.
"Uhk uhk uhk." key terbatuk karena cengkeraman itu,rasanya tadi dia kehabisan nafas saat lehernya di cekik.
Waga meninggalkan key dan menuju pembaringan Kelvin,batu yang di letakan tadi mulai mengeluarkan cahaya yang dapat menyilaukan mata.
"Aku harus segera memanggil nenek mustika sebelum Datuk waga benar benar mengambil darah istimewa dari tubuh Kelvin."
Key mulai berdiri dengan merentangkan kedua tangannya,dia memejamkan matanya dan mengambil nafas sebanyak mungkin.setelah pikirannya tenang dan dia sudah berkonsentrasi,barulah dia mulai memanggil nenek mustika.
"***Nenek mustika."
"Nenek mustika."
"Nenek mustika***."
Tepat pada panggilan ketiga,ruangan itu tiba tiba berangin kencang seakan akan ada kekuatan yang dahsyat yang masuk kedalam tubuh key.
"Akhhhhhh akhhhhh." teriak key sambil membuka matanya.mata kirinya berwarna kuning sedangkan di sebelah kanan nya putih.lalu secara perlahan keluar sayap dari punggungnya membuat Waga terperangah melihat nya.
"Dewi siluman,bagaimana bisa?." ucap Waga tercekat.
"Key Dewi siluman." gumam Rey lirih.
Saat pukul dua belas malam,dua batu itu memancarkan cahaya,sehingga memunculkan batu sumber kekuatan di tengah nya.
"Padahal jika aku menetes kan darah istimewa di batu sumber kekuatan maka sudah tercapai impian ku,tapi Dewi siluman ada disini,pasti dia tidak memberikan peluang untuk ku melakukan hal itu." umpat Waga kesal.
__ADS_1