Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 48 ( Teman baru )


__ADS_3

Hari ini pertama kalinya Kelvin bermain dengan anak seusia nya,biasanya dia hanya bermain dengan ku,pak man atau pelayan disini.


Karena belum pernah berteman dengan sebaya nya dia merasa canggung,tapi yang namanya anak anak jika sudah bermain,kecanggungan itu akan pudar dengan hitungan jam.


"Mainnya sama sama nak ya, jangan berkelahi." ujar key sambil mengawasi anaknya yang bermain dengan Dira dan Anton.


"Siap bunda.ini untuk Anton,ini untuk Dira kita main tayo ya,aku jadi tayo nya ok." ujar Kelvin sambil memberikan mobilan kepada teman barunya.


Aku tersenyum melihat mereka,aku memutuskan agar Dira dan Anton tinggal disini.kalian pasti bertanya kenapa aku memilih Anton maupun Dira?aku memilih mereka atas saran dari pak man.


Kalian tahu bahwa Dira dan Anton adalah kakak beradik yang ditinggal ke Rahmatullah oleh kedua orang tua nya ketika masih bayi.mereka tinggal di panti asuhan Anugerah tempat Bayu dan pelayan lainnya.mendengar cerita itu membuat empati ku langsung muncul sehingga aku memilih mereka dan memberikan tempat tinggal serta pendidikan untuk menjadi teman Kelvin dari usia dini hingga dewasa.


"𝑌𝑎 𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ ℎ𝑎𝑚𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑦𝑢𝑘𝑢𝑟 𝑎𝑡𝑎𝑠 ℎ𝑎𝑙 𝑙𝑎𝑖𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 ℎ𝑎𝑚𝑏𝑎,ℎ𝑎𝑚𝑏𝑎 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 ℎ𝑎𝑚𝑏𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑛𝑔𝑠𝑎𝑟𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 ℎ𝑎𝑚𝑏𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑚𝑏𝑎 𝑟𝑎𝑠𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡 𝑘𝑒ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑟𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑡𝑜𝑛.𝑠𝑒𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑘 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑖𝑡𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑢𝑑𝑖 𝑙𝑢ℎ𝑢𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑠ℎ𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑠ℎ𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎.ℎ𝑎𝑚𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑦𝑢𝑘𝑢𝑟 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑛𝑖𝑘𝑚𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑖𝑛𝑖." 𝑠𝑎𝑚𝑏𝑖𝑙 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑡𝑒𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑖𝑟 𝑚𝑎𝑡𝑎.


"Kenapa kamu menangis,kamu pasti merasa berdosa padaku kan." ujar Willy yang baru datang entah dari mana.


"Jangan sok tahu jadi orang,emangnya aku pernah buat apa denganmu.malah kamu yang sering jahat pada anakku." key membalas ucapan Willy.


"Kelvin nya aja yang nakal makanya aku sebagai mommy nya menegur nya,kamu gaya alim tapi sifat pelakor ada pada dirimu." celetuk Willy sambil melipat tangannya dengan gaya arogan.


"Jangan sembarang jika bicara,emangnya aku merebut suami siapa ha?apa kamu punya bukti?.jangan sebar fitnah seenaknya dong." key membatah cepat tuduhan Willy padanya.


"Wah masih menutup kelakuan buruknya.lalu kenapa kamu mencium suami ku semalam.bukan hanya wajah mu saja yang jelek ternyata hati mu juga sama." ucap Willy dengan ketus.


"Apa salahnya jika aku mencium suami ku sendiri,itu adalah hak ku kenapa kamu marah,kamu ini sangat lucu." key sambil tersenyum sinis.


"Suami hahahaha kamu sedang mimpi atau gimana,kamu tahu istri Rey itu cuma satu yaitu aku,tidak ada yang lain.jangan mentang mentang Kelvin memangil mu bunda jadi kamu mengaku sebagai istri dari suamiku.mimpi jangan ketinggian entar kalau jatuh bukan hanya sakit tapi bisa mati sekalian." mencemooh key dengan senang nya.


"Tertawa lah sepuas mu.aku ingatkan ya,kamu itu lupa ingatan jadi kamu tidak ingat apa yang terjadi kan.lebih baik kamu tanyakan pada suami ku jika dia pulang nanti, omongan siapa yang akan benar disini aku atau kamu." key menantang dengan mantap.


"Ok kita lihat saja nanti,fisik mu terlalu dasar untuk menjadi saingan ku." sambil berlalu pergi.

__ADS_1


"Dasar NYI Blorong suka banget cari masalah denganku,semoga cepat dapat hidayah biar menjadi wanita yang lebih baik." gumam key.


Key selalu mendoakan orang orang yang selalu menyakiti nya,dia akan mendoakan agar orang itu bisa mendapatkan hidayah agar pintu hatinya terbuka dan menyadari kesalahannya.


kita tidak bisa mendoakan hal buruk untuk seseorang karena katanya doa itu akan berbalik pada kita atau tidak akan di kabulkan oleh yang maha kuasa pesan dari nenek ku yang aku pegang hingga sekarang.


_________________


"Dasar si jelek itu berani dia membalas ucapan ku.aku kira dia akan diam dan menangis seperti yang di film film sinetron itu tapi dugaan ku salah.si jelek itu melawan padaku.awas saja aku tidak boleh kalah darinya." gumam Willy berbicara sendiri.


"Sayang kamu kapan pulang?." sambil menelpon Rey.


"Emangnya ada apa?." tanya balik Rey dari sebrang sana.


"Aku ingin menanyakan sesuatu tentang si jelek itu.cepat pulang ya?." ucap Willy dengan memaksa.


"Ok aku akan pulang mungkin sore nanti." ujar Rey.


"Kenapa aku merasa tak senang ketika Willy menyebut bunda Kelvin seperti itu.ahhh pasti aku sudah gila jika mulai menyukai nya." Rey mengacak rambutnya.


"Hehe kenapa kecupan itu manis sekali,hingga sekarang masih begitu terasa, jantung ku akan berdebar kencang jika mengingat hal itu." key tersenyum sambil memegang bibirnya sendiri.


"Lama tidak bertemu sekali bertemu kenapa Abang jadi gila?" celetuk seseorang yang baru datang yang tak lain adalah Austin.


"Kenapa kamu kemari,sudah tidak permisi mengatai ku gila lagi,mana sopan santun mu." ucap Rey kesal lamunan nya terganggu oleh Austin.


"Abang aja yang budek,dari tadi itu pintu aku ketuk hingga engselnya mau lepas gak ada sahutan,makanya aku inisiatif masuk sendiri takut Abang kenapa kenapa." ucap Austin sambil duduk tanpa di persilahkan.


"Kenapa kamu kemari?." tanya Rey jutek.


"Aku ingin curhat bang hehehe." ujar Austin cengengesan.

__ADS_1


"Maaf kita tidak sedekat itu untuk melakukan hal itu." ujar Rey ketus.


"Makanya kita enggak dekat aku datang kemari biar hubungan kita mesra seperti dulu.lupakan lah hal yang terjadi waktu lampau cobalah untuk berdamai." Austin membujuk abangnya.


"Lupakan kata mu,kamu enak ngomong karena bukan kamu yang mengalami hal itu,coba kamu yang ada di posisi ku pasti kamu melakukan hal sama denganku." Rey mulai marah pada adik nya.


"Bukan kah aku tidak salah, mengapa Abang menjauhi ku dan memusuhi ku." tanya Austin penasaran.


"Tidak salah katamu,lalu siapa yang memberikan minuman sialan itu pada ku?." tanya Rey memicingkan mata ke arah Austin.


"Sumpah demi Allah aku tidak melakukan itu bang,tidak mungkin aku menjerumuskan orang yang ku cintai pada peristiwa itu." ucap Austin meyakinkan.


"jadi kamu mencintai nino.tapi Bukan kah kamu mengajak ku ke tempat itu,dan kamu juga yang memberikan minuman itu,jika kamu tidak tahu lalu siapa dalang di balik ini semua?." tanya Rey bertubi-tubi pada adiknya.


"Aku juga tidak tau bang,jika ini musuh dari luar alangkah baiknya kita bersatu untuk menghadapi nya?." usul Austin.


"Jika musuh dari keluarga kita sendiri bagaimana, bukankah lebih bahaya musuh didalam selimut dari pada yang lainnya." Rey bertanya dengan nada mencurigai.


"Abang jangan curiga padaku bukankah Abang lebih mengenalku dari siapa pun." Austin meyakinkan.


"Aku percaya padamu tapi tidak dengan orang tua mu." balas Rey.


"Aku juga tidak percaya pada mereka bang." ucap Austin lirih.


"Aku tidak mau berurusan dengan mu kagi,sekarang silahkan keluar dari ruangan ku." usir Rey.


"Tapi aku belum selesai bicara pada mu." protes Austin.


"Tidak ada yang perlu kamu bicarakan pada ku,keluar atau aku tidak ingin bertemu dengan mu selamanya." ancam Rey yang begitu menakutkan di telinga Austin.


Austin meninggalkan ruangan Rey dengan wajah masam karena pengusiran mentah mentah yang dilakukan oleh Rey.

__ADS_1


__ADS_2