
"Kita di sini saja,jangan sering keluar.diluar sana banyak yang tidak menyukai kita,jadi lebih baik kalian main di dalam kamar." saran key pada tiga bocil itu.
"Dira ingin pulang Bun,di sini banyak nenek lampir nya." adu Dira dengan sedih.
"Sabar ya sayang,bukan Dira aja yang ingin pulang,tapi kita semua ingin pulang.jadi bunda harap kalian sabar hingga waktu liburan berakhir." ucap key sambil mengelus bahu dira.
"Dira jangan takut lagi,di sini ada aku dan Kelvin yang akan melindungi dan menjaga mu." ucap Anton menenangkan adik nya.
"Ia Dira,kedepannya aku akan lebih berani lagi untuk menjaga mu dan melindungi mu.maaf tadi aku tidak membela mu." ujar Kelvin merasa bersalah.
"Tidak apa apa Kelvin." jawab Dira.
"Oh ya kelvin.bunda ingin bertanya,apa kamu sudah mengetahui bahwa Oma dan Tante mu punya sifat seperti itu?." tanya key.
"Ia bunda,Kelvin sangka mereka sudah berubah,sehingga Kelvin senang Daddy ajak liburan kemari.tapi ternyata mereka tidak berubah malah semakin jahat." jawab Kelvin.
"Apa mereka pernah menyakitimu?." tanya key.
"Entah lah Kelvin kurang ingat,jika bunda ingin tahu lebih baik tanyakan pada Kakek." ujar Kelvin.
"Bunda tahu sebenarnya kamu tahu semua hal,tapi kamu malas menceritakan pada bunda." tebak key.
"Bunda benar,Kelvin hanya malas mengingat hal buruk dalam hidup Kelvin,bikin panas hati." ucapnya.
"Bisa aja anak bunda,lebih baik kalian bertiga nonton televisi.bunda ingin kedapur,memasak untuk makan siang kalian." tutur key.
"Bunda mau keluar,lebih baik bunda mengurungkan niat bunda.biarlah kami kelaparan dari pada bunda di apa apa in dengan nenek lampir itu." cegah Dira.
"Tenang sayang,bunda tidak selemah itu untuk mereka tindas.selama anak bunda aman,akan bunda lawan mereka jika berani menyakiti bunda." ucap key meyakinkan anak anak nya.
"Pergilah bunda,tapi jika bunda terluka saat kembali ke sini,Kelvin tidak mengijinkan bunda untuk keluar lagi." ucap Kelvin.
"Dasar bocil posesif,ya udah bunda pergi dulu.kalian baik baik ya di kamar." pinta key sebelum keluar kamar itu.
Key pergi menuju dapur,dia tidak peduli dengan tatapan para pelayan yang menatapnya.key fokus untuk tujuan awalnya yaitu kedapur untuk memasak makanan kesukaan anak anak nya.
"Dasar tidak tahu malu,berani dia keluar kamar dan berlalu lalang di rumah ini,dia pikir ini rumah nya apa?." sindir putri yang duduk di ruang tamu namun tidak di pedulikan oleh key.
"Anak kurang didikan,makanya gak punya urat malu,kak putri yang sabar ya.dia memang seperti itu,kelakuan nya membuat orang di sekitarnya kesal." ujar Willy.
"Dasar wanita ular,pintar sekali dia bersilat lidah.untung aku masi punya stok sabar yang berlimpah sehingga ucapan mereka tidak berpengaruh pada ku." key terus melangkah kan kakinya.
__ADS_1
"Nona,apa anda ingin memasak?." tanya pak man melihat kedatangan key.
"Ia aku ingin masak untuk makan siang anak anak,bisa bantu aku siapkan bahan bahan lokal?." tutur key meminta bantu pada pak man.
"Baik nona,silahkan tunggu di meja itu." ujar pak man sambil mempersilahkan key duduk di salah satu bangku.
Key dengan sabar menunggu pak man,sudah setengah jam pak man tidak datang. tidak seperti biasanya,key curiga ada sesuatu yang menghalangi pak man sehingga lama menyiapkan bahan yang dia minta.
"Aku harus susul pak man,aku takut pak man di apa apain dengan nenek lampir itu." gumam key sambil melangkah kan kaki menyusul pak man.
Sesuai dugaan key,dari kejauhan dia melihat pak man di omelin dengan mama wati.key langsung menghampiri mereka.
"Kamu kan menyuruh dia mengambil bahan bahan ini?." seru nya pada key.
"Ia,memang nya ada apa?." tanya key.
"Saya sebagai nyonya rumah di sini,melarang dia menggunakan bahan di rumah ini,dan kamu berprilaku lah sebagai tamu jangan sok sok an ingin menjadi tuan rumah di rumah ini." ujar nya sambil menunjuk nunjuk wajah key.
"Oh itu masalah nya,pak man tidak usah ganggu ganggu harta benda orang kikir,aku bisa kok beli sendiri bahan itu untuk kebutuhan anak anak ku,suami ku tidak semiskin itu sehingga tidak mampu membeli bahan pangan untuk anak istrinya." titah key membuat mama Wati geram mendengar nya.
"Aku akan melarang Rey,agar tidak memberi kamu uang sepersen pun,aku tidak Sudi uang anak ku di makan oleh mu." ujar nya dengan emosi.
"Benarkah,lakukan lah.jika anda berhasil aku akan mencuci kedua telapak kaki anda,tapi jika tidak berhasil jangan mengamuk ke saya." tantang key.
"Dasar mertua kejam,selalu berbuat jahat pada ku." gumam key.
"Nona sabarlah menghadapi sifat nyonya besar,dia terkenal sebagai orang yang memandang fisik dan harta benda.saya harap anda memaklumi nya." ujar pak man.
"Ia aku maklum,wajar karena dia itu berasal dari kalangan atas jadi semuanya di pandang,tapi sifat buruk yang dia miliki akan ku ubah secara perlahan,dengan melihat kan sisi lain dari kehidupan kalangan atas." ucap key dengan yakin.
"Saya harap rencana anda berhasil,apa anda jadi memasak?." tanya pak man.
"Untuk hari ini tidak jadi,besok pak man temani aku belanja kebutuhan pangan,aku ingin membuat dapur mini di kamar ku." ucap key.
"Saya akan menemani anda dan membantu anda,Sampai jumpa esok hari." ujar pak man meninggalkan key.
Key meninggalkan dapur dengan wajah jutek nya,rencana ingin memasak gagal gara gara tuan rumah tidak mengizinkan,entah apa yang akan di makan oleh nya dan anak anak nanti siang,key pusing memikirkan nya.
"Loh bunda cepet banget masak nya,emang bunda masak apa?." tanya Kelvin melihat kedatangan key.
"Gak jadi masak." ujar key Masi dengan wajah jutek nya.
__ADS_1
"Loh emangnya kenapa?." celetuk Anton.
"Oma Wati tidak mengijinkan bahan di dapurnya di gunakan oleh bunda, jadi bunda gak jadi masak." curhat key dengan kesal.
"Benarkah,Oma Kelvin pelit sekali, padahal bunda masak kan untuk cucu nya,masa gak boleh?." celoteh Dira.
"Ia kikir banget,jadi makin kesel Anton dengan oma kelvin." sahut Anton.
"Lebih baik kita pulang saja Bun,nanti Kelvin bilang ke Daddy." seru Kelvin.
"Entahlah Kelvin bunda jadi serba salah,mau liburan di sini tapi takut kalian gak makan.mau pulang takut Daddy mu tidak mengijinkan,pusing bunda memikirkan ini semua." curhat key.
"Bunda yang sabar ya,nanti Kelvin pikirkan jalan keluarnya,sekarang lebih baik bunda istirahat aja." ujar Kelvin.
"Ok,bunda bobo ya.kalian jangan kemana mana,diluar banyak orang jahat." saran key sebelum memejamkan mata.
Key mulai terlelap,tak lama pak man datang dengan wajah paniknya,melihat hal itu para bocil langsung mencecar pertanyaan pada pak man.
"Ada apa kakek?Apa ada kabar buruk?." tanya Kelvin.
"Apa Oma Wati terjatuh?." tebak Dira.
"Apa ada yang berkelahi?." tebak Anton.
"Bisa kalian diam dulu,beri waktu saya untuk menjelaskan." tutur pak man membuat para bocil terdiam.
"Kemana nona key,saya perlu bicara pada nya?." tanya pak man.
"Bunda barusan saja bobo,kami tidak tega membangunkan nya.lebih baik kakek bicara pada kami,nanti jika bunda bangun akan Kelvin sampai kan." saran Kevin.
"Baik lah kalian dengar kan apa yang saya ucap kan,jangan potong apa yang saya bicarakan." seru pak man.
"Ia kek,ayo kasi tahu berita itu.kami udah kepo ni." seru Kelvin tidak sabaran.
"Rumah tuan muda Rey kebakaran,kebakaran itu terjadi tadi jam sebelas,belum di ketahui penyebab kebakaran itu." seru pak man membuat para bocil terkejut.
"Kebakaran,lalu bagaimana dengan Leo dan burung Upin Ipin?." tanya Kelvin khawatir.
"Peliharaan anda di selamatkan oleh Bayu,tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu,karena pelayan cepat mengetahui tentang kebakaran itu." jelas pak man.
"Apa rumah nya kebakar habis,lalu kedepannya kita akan tinggal di mana?." celetuk Dira.
__ADS_1
"Entahlah untuk saat ini tidak ada pemberitahuan dari tuan muda,saya akan kembali nanti malam untuk memberi informasi lebih lanjut." ujar pak man sambil bergegas meninggalkan kamar itu.
Setelah kepergian pak man,para bocil terdiam dengan pikiran masing masing,film di layar tv tidak lagi mengasyikkan di mata mereka setelah mendengar kabar itu.