
Malam ini pesta itu akan di selenggarakan,siang tadi pak man memberikan jas untuk Kelvin kenakan.melihat hal itu Kelvin langsung cemberut.
"Kelvin kemari,coba kamu kenakan jas ini.bunda mau lihat." panggil key dengan memegang pakaian itu.
"Nanti malam aja Bun,waktu Kelvin mau pergi." tolak Kelvin membuat key menghela nafas,dia tahu Kelvin sangat enggan pergi kesana.
"Ayolah nak,bunda penasaran ingi melihat,penampilan mu jika mengenakan jas ini." rayu key agar Kelvin mau mencoba jas itu.
"Baiklah,bunda ku yang manis." sahut nya membuat key tersenyum.
Key segera membuka baju anak nya dan memakai kan jas itu di tubuh kelvin.saat jas itu benar benar melekat di tubuh anak nya,key menatap kagum ke arah kelvin.anak nya itu sangat tampan dan sangat mirip dengan Reyhan.
"Kenapa kamu sangat mirip dengan Daddy mu,jika memakai jas ini?." tanya key dengan bodohnya.
"Itu karena Kelvin itu anak Daddy Reyhan bunda,makanya mirip." sahut Dira membuat key menyadari pertanyaan bodoh nya.
"Hehehehe kamu benar juga." ujar key Cengengesan.
"Kata pak man pestanya akan di mulai jam sembilan malam,jadi nanti kamu datang nya jam sepuluh saja." pinta key membuat Kelvin bingung.
"Loh kok gitu Bun?." tanya Kelvin bingung.
"Agar Oma mu mengira kamu sudah lama di sana,lalu kamu punya alasan untuk meninggalkan pesta itu,bilang aja kamu mengantuk ingin istirahat,saat pamit pada Oma mu." Kelvin mangut mangut mengerti.
"Ide bagus,berarti saat Kelvin datang langsung pamit aja sama Oma,begitu kan Bun?." tanya Kelvin Dengan antusias.key terkejut mendengar ucapan Kelvin.
"Jangan,nanti dia curiga.kamu minum dan makan dulu baru pamit dengan nya." cegah key.
"Oh begitu." ujar Kelvin.
***
Rey mengontrol kinerja para pelayan nya untuk pesta malam nanti,dia ingin pesta itu di selenggarakan dengan sempurna tanpa ada cacat sedikit pun,karena tamu yang di undangnya bukan sembarangan,bisa di bilang orang orang terpandang di kota ini.
__ADS_1
"Rey!!!." suara itu membuat Rey langsung menoleh ke sumber suara,ternyata mama nya yang memanggilnya.
"Ada apa ma?." tanya Rey.
"Ada sesuatu yang ingin mama bicarakan?ayo kita duduk di kursi itu." Wati langsung menarik tangan Rey tanpa mendengar persetujuan dari Rey.
"Apa yang ingin mama bicarakan?." tanya Rey setelah duduk di samping mama nya.
"Nanti malam kamu harus berdansa dengan Willy sebagai pembuka acara." pinta mama,membuat rey mengerutkan dahi.
"Ini pesta untuk proyek ma,bukan anniversary." jelas Rey menolak halus.
"Ya gak apa apa?biar tamu undangan bisa melihat keromantisan kalian." rayu mama.
"Cuma dansa tidak potong kue sekalian." sindir Rey membuat mama Wati langsung menanggapi dengan serius omongan Rey.
"Ide bagus,nanti mama akan pesan kue.kue untuk keberhasilan proyek tapi di potong oleh kamu dan juga Willy,pasti para tamu akan iri dengan keromantisan kalian,dan mama akan dapat banyak pujian dari mereka." tutur mama Wati dengan senang nya.
"Seterah mama saja." sahut Rey pasrah.
"Kenapa aku merasa tidak senang,seandainya wanita itu key pasti sangat manis jika aku berdansa dengan nya,apalagi jika memotong kue.membayang kan hal itu sudah membuat ku senang apa lagi jika itu kenyataan." gumam Rey tanpa sadar, ketika Rey menyadari gumamnya Rey menggeleng tak percaya.
"Astaga kenapa aku bisa berkata seperti itu,pasti tadi aku salah makan sehingga berbicara ngelantur seperti itu." key menggeleng geleng kan kepala mengusir pikiran itu dari kepalanya.
***
Malam telah tiba,didalam rumah megah banyak pelayan yang sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk pesta itu,karena mereka harus membuat pesta itu sempurna tanpa ada cacat sedikit pun.
Berbeda keadaan di dalam kamar tuan rumah, mereka di sibukkan dengan mempersiapkan diri agar tampil sempurna,mereka mengenakan pakaian dan perhiasan yang memiliki harga fantastis agar mereka semakin gemilang di pesta nanti.
"Wah Willy kamu memang menantuku,kamu sangat cantik.mama Sampai pangling lihatnya." puji Wati sambil menatap Willy.Willy tersenyum girang mendengar pujian itu.
"Mama bisa aja,mama juga cantik dan awet muda.mama seperti gadis muda malam ini, Willy yakin papa akan menggandeng mama kemana pun kerena dia takut mama di culik berondong,haha.karena mama sangat cantik malam ini." puji balik Willy sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Kamu benar,sifat posesif papa langsung keluar melihat istrinya secantik ini.dia tidak rela kecantikan istrinya di lihat pria lain,pasti nanti papa menyuruh mama ganti baju dan menghapus riasan." tebak putri sangat paham sifat sang ayah.
"Mam!!!." suara yang sangat di kenal mereka,Wati gelisah mendengar nama nya di panggil.
"Mama sembunyi dulu ya?jika papa nanyain mama kalian bilang aja gak tahu ya." pinta Wati,takut suaminya melihat penampilan nya.bisa bisa riasan dan pakaian yang ia kenakan di suruh ganti oleh sang suami, Willy dan putri hanya tersenyum melihat tingkah mama nya.
"Siap ma." balas putri sambil terkekeh melihat mama yang bersembunyi di dalam lemari,tak lama papa muncul menanyakan keberadaan Wati.
"Put,kamu lihat mama gak?." tanya papa.
"Gak tahu pa,kami cuma berdua dari tadi." bohong putri.
"Pasti mama lagi dandan cantik,awas aja jika papa ketemu, papa akan pinta dia pakai baju daster ke pesta." geram papa membuat Willy dan putri tertawa mendengar hal itu.
"Kasian mama dong pa,biar saja mama dandan cantik,jarang jarang loh ada pesta seperti ini.lagi pula mama itu memang dasarnya cantik, mau apa pun yang ia kenakan mama akan tetep cantik,sekalipun itu daster." bujuk Willy membuat Wati tersenyum senang mendengar nya.
"Pokonya papa gak terima mama tampil cantik malam ini,apa lagi mantannya hadir.papa gak terima." sanggah papa menolah bujukan Willy.
"Dasar suami posesif." cibir putri namun tak di tanggapi oleh papa.
Papa berbalik ingin meninggal kan kamar itu karena orang yang dicarinya tidak ada,namun langkah nya terhenti karena mendengar suara benda jatuh di dalam lemari,papa key langsung berbalik dan melihat lemari itu dengan curiga.
"Ini cincin pake acara jatuh lagi,biasa ketahuan aku." gumam Wati kesal karena telah menjatuhkan cincin.
Willy dan putri saling berpandangan,dia juga kaget mendengar suara itu.mereka menatap papa yang sedang berjalan ke arah lemari itu.
"Cilup ba." ucap papa ketika berhasil membuka lemari itu,putri tepuk jidat melihat hal itu sedangkan mama wati kaget bukan kepalang.
"Suami ku yang ganteng,ijinkan mama tampil cantik malam ini ya?." mama Wati memohon pada sang suami.
"No,ganti.pokoknya papa gak setuju." tolak papa membuat mama cemberut.
"Burhan datang loh pa,emang papa mau dia ngatai papa suami gak perhatian karena mama tidak terurus,tidak cantik,seperti gembel.dia pasti menganggap papa tidak bisa mengurus istri.jika mama tanpa riasan dan gaun cantik." Wati mengompori sang suami,dan itu membuat papa tercenung mendengar ucapan mama.
__ADS_1
"Baiklah,tampil secantik mungkin agar mantan mu sadar betapa aku memanjakan mu." mendengar hal itu mama langsung melompat kegirangan dan memeluk sang suami, sedangkan Willy dan putri juga turut senang mendengar penuturan sang papa.