
Malam sudah tiba,para tamu mulai berdatangan ke pesta itu, banyak mobil mewah yang terparkir di pekarangan rumah Rey,para tamu yang hadir benar benar dari kalangan atas,terlihat dari perhiasan,pakaian dan kendaraan yang mereka kenakan.mereka seolah olah sedang bertanding memamerkan harta benda mereka,key menggeleng kepala melihat itu dari balkon kamarnya.
"Dasar orang kaya,ke pesta saja harus berlebihan seperti itu,mau dagang perhiasan atau gimana?." cibir key dari balkon kamar nya.
"Ternyata benar orang kaya itu sombong,mereka selalu kumpul dengan teman sosialita nya hanya untuk sekedar memamerkan harta mereka,ck ck pamer sekali." decak key menggeleng kepala.
Berbeda dengan key yang tidak suka dengan penampilan para tamu yang terkesan berlebihan,di mata mama Wati dia senang karena tamu yang datang adalah orang orang terpenting,pasti keluarga nya akan lebih di segani karena dapat berteman dengan mereka.
"Wah ternyata banyak pengusaha ternama yang datang,untung mama tampil sempurna.jika tidak pasti papa udah di cibir dengan rekan bisnis papa." bisik Wati sambil memperhatikan para tamu.
"Jaga pandangan mu ma,atau ku kurung di kamar." tegur Vian melihat istrinya memandang pria muda tanpa berkedip.
"Papa ganggu aja,orang lagi cuci mata.jarang jarang loh mama bisa lihat berondong berondong tampan." bantah Wati tidak mengalihkan pandangannya,membuat Vian berdecak.
"Ternyata penyanyi itu seksi sekali,pahanya mulusnya.lumayan cuci mata." ujar Vian melihat penyanyi yang mengenakan baju seksi,Wati yang mendengar itu langsung melihat kearah yang di lihat suaminya.
"Apaan sih pa,ingat udah tua jangan ganjen." tegur Wati sambil menutup mata suaminya,Vian senang melihat istrinya cemburu.
"Siapa yang ganjen?mama kalik." sanggah Vian sambil melepaskan tangan istrinya dari matanya.
"Papa yang ganjen bukan mama." bantah Wati tak terima.
"Ma,pa!!jangan berantem.kalian gak malu di lihatin dengan tamu.." seru Roy yang baru datang menghentikan pertengkaran orang tuanya.
"Diam!!." ujar keduanya membuat Roy menggeleng tak percaya.
"Ma tadi Willy mencari mama,mungkin dia butuh bantuan." bohong Roy agar mama pergi dan tidak bertengkar lagi.
"Astaga pasti anak itu ingin menanyakan kue itu,kalau begitu mama pergi dulu ya?Roy kamu dengan Lisa sambut tamu nya ya?." titah Wati sebelum pergi,Roy mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Acara pesta itu di mulai,sesuai ucapan wati.rey dan Willy benar benar berdansa sebagai pembuka pesta malam itu.
"Kamu sangat tampan,jika dilihat sedekat ini." puji Willy ketika sedang berdansa,sedang kan Rey tidak menanggapi ucapan Willy.
"Apa menurutmu aku tidak cantik malam ini?Rey ayolah berbicara padaku jangan diam saja." pinta Willy sambil mendekat kan wajahnya ke arah Rey,tapi Rey langsung membalikan badan Willy hingga berputar indah.
"Kau sangat jelas menghindar kontak fisik dengan ku,jika aku punya salah aku minta maaf." Willy sedikit kecewa atas tindakan Rey, sedang Rey Masi dengan mode diam nya hingga dansa berakhir.
Pok pok pok.
Tepuk tangan meriah diberikan penonton, karena menurut mereka Rey dan Willy sangat romantis,membuat sebagian orang iri melihat keharmonisan rumah tangga mereka,tanpa tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi?.
"Rey kenapa kamu berubah?kenapa hatiku tidak merasa sakit malah merasa kecewa,seakan akan Rey menghina ku.sebenarnya aku masih mencintai Rey atau tidak?." pertanyaan itu berputar di relung hati Willy.
"Wah Willy kamu romantis sekali,aku tidak menyangka rumah tangga mu Masi baik baik saja." celetuk Laura, Willy yang mendengar hal itu sedikit tak mengerti dengan maksud perkataan Laura.
"Oh tentu,kenapa emangnya?apa kamu mengharapkan rumah tangga ku hancur dan menunggu dudanya Rey?." tuduh Willy membuat Laura terkejut.
"Teman.di zaman sekarang Masi ada teman.mulai detik ini kita tidak berteman lagi,hiduplah dengan urusan masing masing." tutur Willy membuat Laura kaget.
"Wil maaf kan perkataan ku tadi,sungguh aku tidak bermaksud menyinggung mu.jagan akhiri pertemanan kita." Laura sedikit memohon, Willy tersenyum sinis mendengar nya.
"Kamu pasti takut tidak populer jika tidak berteman dengan ku,dasar numpang tenar." cibir Willy membuat Laura kesal mendengar nya.
"Tega kamu menuduh ku seperti ini,awas saja kamu.kita akhiri pertemanan kita malam ini,jika suatu hari kamu kesusahan aku tidak Sudi menolong mu." ujar Laura langsung meninggalkan pesta itu dengan wajah kesalnya.
Willy tertawa kecil mendengar perkataan mantan teman nya,setelah memastikan Laura pergi Willy langsung kembali bergabung dengan para tamu.
"Menantu mu sangat cantik,andai ada lagi satu wanita yang seperti dia,pasti aku langsung menikah kan dia dengan anak ku." puji Ningsih membuat Wati bahagia.
__ADS_1
"Kamu berlebihan jeng,Masi banyak kok di luar sana yang lebih baik dari menantu ku." ujar Wati merendah.
"Benar tante.tante terlalu berlebihan memuji saya." sahut Willy sambil merapikan rambutnya.
"Tante itu tidak tahu aja bagaimana jahatnya nenek kebayan?jika tahu pasti Tante itu langsung gosok gigi tujuh kali untuk mencuci mulutnya yang memuji nenek kebayan yang jahat itu." gumam kelvin yang tidak sengaja mendengar pembicaraan itu.
"Kelvin!!." panggil seseorang membuat Kelvin langsung menoleh.
"Ada apa dad?." tanya Kelvin setelah Daddy nya berada di hadapan nya.
"Bunda mu mana?kenapa tidak pergi ke pesta?." tanya Rey celingukan mencari sosok bunda Kelvin.
"Bunda gak ikut dad,kan gak di ijinkan oleh Oma." ucap Kelvin sedikit mengadu.
"Loh kenapa gak boleh? lalu kamu kemari dengan siapa?." tanya Rey ada sedikit rasa kesal akan sifat mama nya yang tidak mengijinkan key untuk hadir di pesta ini.
"Sendiri." jawab Kelvin jujur.
"Oh,kamu duduk dan makan lah makanan yang ada,Daddy ada keperluan.jika kamu bosan kembalilah ke kamar mu." tutur Rey membuat Kelvin sedih,Kelvin sangka Daddy nya akan menemani nya.
"Kelvin kamu terlalu berharap banyak." ujar Kelvin berbicara pada dirinya sendiri,sambil melihat kepergian sang Daddy.
Key merasa cemas menunggu Kelvin,Dira dan Anton sudah tidur terlelap sedang kan key Masi siaga diatas ranjang nya menunggu kepulangan anak nya itu.
Beberapa waktu key menatap ke arah balkonnya,namun tiba tiba key merasa ada bayangan putih yang melintas ke arahnya,key terkejut menyadari hal itu.
"Apa itu?apa aku yang salah lihat atau bagaimana?aku harus melihatnya." gumam key sambil berjalan ke arah balkon.
Sampai di balkon key menatap ke sekeliling,seperti mencari sesuatu sampai pandangan nya terhenti saat melihat sosok misterius yang sedang berdiri di pohon besar, seperti nya sosok itu sedang memperhatikan pesta yang berlangsung.
__ADS_1
"Itu manusia atau hantu?atau jangan jangan itu hanya teror,tapi kenapa cincin nya tidak bergetar dan tidak mengeluarkan cahaya?." gumam key sambil memperhatikan cincin di jarinya,saat mata nya ingin melihat sosok itu lagi,tapi sudah menghilang.hal itu meninggalkan sejuta pertanyaan di benak key.